Newspaper

Newspaper

Jumat, 19 Agustus 2016

Kembali ke Dasar Negara Pancasila ( Pendidikan Moral Pancasila dan Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila )

             


               Belakangan ini sering kita dengar bahwa Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis moral. Banyak penduduk Indonesia yang lupa akan kemanusiaan, saling mengasihi satu sama lain. Bersatu tanpa membedakan adanya SARA. Terutama SARA .... Janganlah membedakan hal ini. Sesungguhnya kita ini adalah satu. Kita berjuang bersama untuk memerdekakan Indonesia.
               Krisis moral adalah problema yang sangat mengerikan. Karena moral adalah dasar untuk Indonesia maju dan bertahan dari gempuran perkembangan zaman. Tidak sadarnya rakyat Indonesia bahwa ini adalah salah satu tujuan agar memecah belah Indonesia. 
               Hingga akhirnya banyak usaha dari pemimpin negara agar dapat melewati masalah krisis moral ini. Salah satunya dengan mengadakan "Full Day School".
Siswa SD - SMP akan mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari mulai pukul 07.00 - 17.00 . 
               Menurut saya budi pekerti atau moral juga di dapat dari orang tua. Belajar bersopan santun dan masih banyak lagi. Yang terpenting dalam belajar adalah ekeftivitas. Sebentar jika efektif akan menghasilkan mutu yang baik. Orang bekerja saja satu hari hanya 8 jam. 
               Selain itu saya sangat setuju dengan adanya Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Penataran P4 (Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila) yang dulu diberikan kepada siswa. Karena tanpa kita sadari, dizaman PMP dianjurkan perbedaan moral terlihat sangat jauh lebih baik dari zaman sekarang. 
               Pada intinya kita harus kembali ke dasar negara kita yaitu Pancasila. 5 Sila yang baik jika diresapi, direnungi dan diamalkan untuk kemajuan Indonesia Raya. 

Pancasila 
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia