Alo... itulah panggilan yang disematkan oleh Gami kepada seorang yang saat ini menjadi sahabatnya. Seorang yang menanyakan orang tua Gami khususnya mengenai ibu. Bahwasanya Gami mirip dengan ibunya walaupun hanya sedikit. Sedangkan Alo mirip dengan kakeknya. Alo yang meminta tolong untuk mengirim pesan ke salah satu teman agar meminjamkan sebuah barang. Gami yang mengejek tak gentleman jika ada seorang pria memilih untuk naik kendaraan besar daripada pergi mengendarai motor. Dan pada akhirnya Alo pergi mengendarai motor dan menjelaskan kepada salah satu teman bahwasanya lelaki gentleman adalah laki-laki yang mengendarai motor. Bercanda mengenai salah satu kota di Jawa Timur, saat berhenti di pinggir jalan. Mencoba menawarkan diri untuk membawa barang bawaan. Alo yang pada saat jalan-jalan menikmati pemandangan tiba-tiba menfoto candid dan menyatakan bahwa Alo begitu peka. Alo dan Gami yang tak direncanakan dapat berfoto bersama disalah satu sumber. Alo yang mencoba membantu mencari dan membawa daun kering. Menanyakan "gk sholat ashar ?" Lalu dari belakang berkata "jangan bersedih sayang" saat Gami merasa kurang maksimal menjalankan tanggung jawabnya. Makan malam bersama di depan Gami. Bertanya " Kamu nangis ? ". Lalu sesekali melihat fokus tanpa berhenti dan foto diam-diam menggunakan kamera. Alo yang meminta dibuatkan minuman juga saat Gami menawarkan membuatkan minuman ke semua temannya. Alo yang bermain permainan bola yang didorong bersamasalah seorang teman dan tiba-tiba meminta di puji dan responnya " ye, aku jadi semangat". Alo yang tiba-tiba duduk disamping Gami lalu bertanya "tidur jam berapa ?" . Alo yang berolahraga pagi berada tepat disamping Gami, menitipkan jam, dompet, dan kacamata. Duduk bersama lalu menanggapi pesan dari salah satu teman berkaitan "hati". Sebenarnya Gami sangat paham dengan pesan tersurat mengenai melodi tersebut. Namun Gami tak mau berangan lebih dan takut jika akan berakhir kecewa. Alo yang menanyakan "Wajahmu kenapa merah ???". Meminta foto setelah salah seorang teman Gami meminta tolong kepada Gami untuk menfotonya. Setelah itu meminta Gami untuk melihat hasil foto Alo dengan tanggapan merendah. Alo yang duduk di belakang pojok kiri. Dia datang tas langsung dilempar ke belakang. Menepuk dengan bolpoint untuk meminta tolong mengirim file. Seluruh sikap ini Gami simpan dalam benaknya dan telah secara langsung Gami konfirmasi ke Alo.
Alogami sama-sama kagum. Hanya sebatas kagum. Karena Alogami tahu prinsip mereka begitu bertolak belakang dan sangat susah untuk disatukan. Syukurlah jika perhatian yang Alo berikan kepada Gami tidaklah lebih. Karena selain banyak pengagum yang nantinya akan memojokkan Gami, juga pastinya Gami takut jika nantinya kita akan saling kecewa. Sama-sama kecewa dan pada akhirnya akan membuat kami saling berjauhan dan canggung.
Cukup seperti ini saja. Itu sudah indah bagi mereka berdua. Tak akan ada yang tersakiti, tersinggung, dan menjauh satu sama lain. Yang ada akan bersikap seperti apa adanya. Karena Alogami akan saling menjaga prinsip dan pandangan hidup kita masing-masing.
Benar-benar bebas. Siapapun dapat singgah di hati Alo maupun Gami. Karena segalanya hanya Allah yang tahu. Alogami saat ini dapat dikatakan hanya sebagai sahabat.Yang terpenting semua sudah jelas, Alogami hanya teman yang saling mengagumi. Bukannya Gami acuh dan tak tanggap dengan sikapnya. Tapi melihat sikap Alo yang terkadang berubah-ubah dan baik ke semua orang setidaknya diriku dapat menilai bahwa diantara Alogami tak ada apa-apa. Maka dari itu, mengapa Gami berusaha mengonfirmasinya secara langsung atas sikap yang diperlihatkannya selama beberapa hari kemarin. Karena diriku benar-benar tau, bahwa sosok pasangan yang diinginkannya bukanlah seperti diriku dan diriku sangat-sangat menyadari itu. Sosok dimana sesuai dengan prinsipnya.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bagaikan alogami
Dalam satu jenis tumbuhan
Memiliki banyak persamaan
Namun berbeda pohon
Dimana pohon menjadi prinsipnya
Yangmana merupakan dasar penentuan
Sebab dapat menggabungkan kedua sifat
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung ...
171028-29
Kahitna-Baper