Newspaper

Newspaper

Senin, 16 Juli 2018

Pembaca Semesta (PS) #1 - Fajar Memang Terlalu Dini Untuk Mengenal Senja

                 Fajar memang terlalu dini untuk mengenal senja. Dan itu sudah menjadi suatu perjalanan dari seorang fajar untuk dapat mengenali seorang senja. Dimulai dari dini hari saat fajar itu hadir lalu untuk pertama kalinya memahami adanya pagi hari dilanjut siang hari sore hari lalu senja. Tak mudah untuk dapat melewati fase tersebut. Terkadang timbul cuaca kemarau, berawan, gerimis, hujan saja, atau hujan disertai gemuruh.
                  Mereka serupa tapi tak sama sebab mereka berdua satu rusuk. Iya satu rusuk. Fajar adalah senja. Begitu pula senja adalah fajar. Mereka tak dapat dipisahkan dan terpisahkan jika telah bertemu dipenghujung hari. Andai kalian tahu. Filosofi yang begitu sederhana namun begitu dalam jika dipahami maupun diresapi. Suatu fenomena alam yang terjadi setiap hari di bumi pertiwi.
                   Fajar Senja atau dapat disingkat Fase sangatlah luar biasa. Fase dapat diartikan sebagai tahapan ataupun suatu proses. Tepat ... Fajar maupun senja juga mengalami hal demikian tanpa disadari ataupun disengaja. Walaupun waktu untuk melakukannya cukup dalam hitungan jam. Namun dalam setiap detik dan menit tersebut terdapat arti atau makna yang sekilas dan sepintas terkesan natural. 
                   Fase ... Aku mengagumimu. Terlepas itu arti kata dari Fase itu sendiri maupun dari singkatan kalian berdua. Seluruhnya terasa sama. Proses itu, tahapan itu sangat menakjubkan dan mengagungkan. Sungguh kuasa Sang Pencipta Alam Semesta ini tak ada tandingannya untuk memberikan suatu ilmu dan pengetahuan bagi makhluknya yang diwajibkan untuk berpikir dan selalu membaca makna dibalik semuanya. 
                   Semua hal yang terjadi bak sebuah puisi maupun sajak yang harus kita baca sesuai perintah-Nya. Satu demi satu walau perlahan namun pasti. Inilah yang nyata dan benar-benar senantiasa terulang agar diri ini tak lupa juga selalu mengingatnya. Tak ada kata yang dapat terucap selain terima kasih tiada henti dan batas untuk selalu bersyukur dengan adanya "kode" dan "ketukan hati" secara kontinue. 
                   Siapapun Fajar itu. Siapapun Senja itu, kelak. Jadilah seperti mereka berdua. Tak ada salahnya jika dapat mengambil pelajaran dari alam yang senantiasa ada dan menemani hari-hari kita. Semoga ...