Newspaper

Newspaper

Selasa, 20 Agustus 2019

Surat Kaleng (SuKa) Geleng-Geleng

  Jam ponsel menunjukan pukul 14.00 WIB
  Layar ponsel tiba-tiba terang diiringi ringtone pesan masuk

  Eyang Kakung : (Mengirimkan Foto)
  Eyang Kakung : Oleh dibuka ?

      Ada apa ini gerangan ? Tiba-tiba ada pesan singkat masuk diiringi tulisan demikian. Penasaran ini semakin tak terbendung berhadapan. Hingga pada akhirnya Sona melihat pesan dari Eyang Kakungnya tersebut di tangan. 
      Apa isi pesan singkat tersebut ? Hmmm ... isi pesan tersebut diawali dengan sebuah foto dimana terpampang sebuah paket yang terbungkus kertas warna coklat dimana terdapat lakban hitam disisi kanan seperempat bagian melintang dengan rapinya. 
      Di muka paket tersebut tertulis rapi nama lengkap Sona berserta alamat lengkap dengan kode posnya dan tak lupa nomor ponselnya. Sedangkan identitas pengirimnya hanya tertulis "Anonim" disertai nomor ponsel saja. 

   Siapakah dia ? 

       Inilah percakapan diantara keduanya. 
   
   Sona : Mangke kemawon 
   Eyang Kakung : :') Soko sopo ?
   Sona : Mboten ngertos 
   Eyang Kakung : Dibuka ae yo ?
   Sona : Inggih sampun. Sakerso Eyang kemawon
   Eyang Kakung : (Oke)

   Eyang Kakung : Biyuh ... rapine nduk
   Sona : Punapa lebet e, Eyang ?
   Eyang Kakung : :v Surat nduk
   Sona : Tulisanipun kados pundi ?
   Eyang Kakung : Durung Eyang pirsani
   Sona : Cobi dipun foto :)

   Eyang Kakung : (Mengirimkan Foto)
   Eyang Kakung : Bocah jaman saiki. Nggak gentle 
   Sona : Hehehe ... Eyang saget kemawon
   Eyang Kakung : A no nim tulisane nduk
   Sona : Eyang telpon kemawon. Mboten punapa-punapa. Saestu
   Eyang Kakung : Moh ... Eyang wis tau ngalami biyen.
   Sona : Dikirim pos ?
   Eyang Kakung : Iyo nduk. 

       Tulisan itu membuat Sona menggerutu. Mencoba mencari tahu. Namun ujungnya selalu jalan buntu dan menjadi tak menentu. 
       Goresan pena yang bersatu padu. Membentuk sebuah kata dan melodi tanpa ragu. Meyakinkan bahwa ada seseorang yang sedang mengagumimu. 
             
             Terima kasih ku ucapkan padamu
             Walau ku tak tahu siapa dirimu
             Terima kasih atas kejujuranmu
             Walau hanya dengan kata kau mengutarakannya padaku

Jumat, 16 Agustus 2019

Dahamu (Bagian 6)

     Terima kasih Daha 
     Dengan mengenalmu, aku diperkenankan oleh Allah
     Tuk mendapatkan tak terhingga ilmu
   
     Daha yang memiliki andil besar dalam keterbukaan pandangan Maha tentang cinta. Daha lah orang pertama yang memaparkan secara seksama dengan istilah yang jarang diucapkan dalam kata dan sangat berguna.
     Daha yang mengawalinya. Bertahap dimulai dengan mengirimkan pesan singkat kemudian mencoba menghubungi melalui suara. Pada awalnya berkala namun semakin hari semakin tak seperti biasa.
     Daha kemudian menghilang tanpa undur diri. Lalu Daha kembali mengucapkan salam, selamat, dan semangat pagi. Setelah itu dirinya menghilang untuk kesekian kali tanpa kembali.
     Maha teramat memahami dan mengerti mengapa Daha begini. Daha terkadang ada lalu tiada. Namun beberapa saat kemudian Daha mengabarkan dan menunjukan bahwa dirinya masih senantiasa ada. Sejauh ini, Maha berusaha menghormati dan menghargainya. Dari awal Maha tak mau terbawa rasa. Sebab sudah ada kesepakatan dan komitmen diantara mereka. Jika tak ada kata yang menunjukan makna maka seluruhnya dianggap sama dan dipukul rata.

      Segala kata senantiasa ada
      Walau dalam bentuk kasat mata
      Namun seluruhnya akan sia-sia
      Jika tidak dalam bentuk tindakan nyata

     Setelah kebisuan dan kebungkaman yang datang menerpa. Dari situlah Maha hanya ingin menjalin silaturahmi diatara mereka. Pertemuan atau tanpa pertemuan sudah bukan menjadi prioritasnya.
     Seluruhnya Maha serahkan kepada-Nya kembali. Menjadi teman, sahabat, ataupun adik merupakan hal yang paling membahagiakan untuk Maha saat ini. Sebab Maha tidak ingin jika komunikasi yang telah terjalin dengan baik harus berakhir cukup sampai disini.
 
     Andai dirimu memahami, Daha.
    Harapkan ku untuk bertemu dengan mu saat itu 
    Ingin mengenal kepribadian mu 
    Gesture atau sikap dan intonasi mu 
    Mimik wajahmu 

      Maha teramat memahami dengan kode morse yang telah diberikan Daha beberapa waktu belakangan ini. Pada awalnya Maha benar-benar tak berniat dan tak ingin mengganggu apalagi mengabari jika dirinya ada disini. Namun setelah berpikir berulang kali. Tak ada salahnya untuk memberikan informasi. Sebab sebelumnya telah terjalin komunikasi. Oleh karena itu Maha telah siap mengambil resiko dan konsekuensi.

      Terima Kasih Daha 
      Kehadiranmu tlah memberikan banyak arti dalam hidup Maha
      Pembelajaran berharga untuk menjadi lebih dewasa 
      Dan menjadi wanita seutuhnya 
      Baik dalam pemikiran, bersikap dan bertutur kata 
      Semoga kebaikanmu selama ini di balas oleh Maha Kuasa 
      Aamiin ...

 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - - - -
Sammy Simorangkir - Kau Harus Bahagia
Ungu - Sejauh Mungkin
Marion Jola - Pergi Menjauh
Citra Scholastika - Turning Back to You
- - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung ...