Saat ini Maha benar-benar memahami. Setelah beberapa bulan bekalangan ini mencoba mencari dan setelah hampir satu setengah tahun berkomunikasi dan menjalin silaturahmi.
Ya ... Maha mengerti. Namun tidak bisa diutarakan dengan gamblang disini. Pada intinya Maha menyerahkan segalanya kepada Sang Ilahi. Sebab Dia yang Maha Mengerti yang terbaik di seluruh jagad raya ini.
Daha dan Maha sama-sama diberi waktu oleh-Nya untuk dapat saling memantaskan diri dan meyakinkan diri. Tak akan ada paksaan di kedua sisi, biarlah mengalir seiring berjalannya hari.
Membuka hati setelah tersakiti bukanlah hal yang mudah dan dalam sekejap dapat terobati. Sebab rasa itu teramat sakit dan tak ingin terjadi kembali untuk kesekian kali. Sehingga selalu terpatri dalam diri bahwa penghianatan akan segera datang lagi saat seseorang mencoba hadir untuk mengisi relung hati.
Percaya, semua akan kembali seperti dulu lagi. Perlahan namun pasti. Sebab dirinya adalah seseorang yang diakui oleh sahabat-sahabatnya sangat sabar dan baik hati. Dirinya masih memiliki peluang dan berkesempatan untuk melanjutkan kehidupannya yang lebih berwarna lagi.
Di lain sisi, meyakinkan diri agar dapat memilih orang yang tepat untuk hidup bersama selamanya hingga kaki nini bukan pula hal yang mudah tuk diakui. Sebab tak ada niatan dan tak ingin menyakiti dirinya untuk kedua kali.
Hikmah dari keheningan antara kami saat ini ialah merenungkan hati dan memantaskan diri. Karena diantara kami tak ada yang ingin disakiti dan menyakiti namun ingin bahagia kelak suatu saat nanti.
Maha:
Maaf atas sikap kekanak-kanakan selama ini. Semua akan berusaha diperbaiki. Berusaha membuat dirimu tersenyum lagi adalah hal yang paling dinanti saat ini.
Semangat menjalankan aktivitas mu setiap hari khususnya di malam hari. Meskipun kita sudah tak lagi bercengkrama seintens dulu lagi namun doa terbaikku untuk kesuksesan dan kebahagianmu senantiasa mengalir tanpa akhir.
Ingat bahwa diantara kita tak ada yang ingin tersakiti dan menyakiti.
Tetap menjalin silaturahmi apapun hasil akhirnya nanti.
Terima kasih telah membuat diri ini menjadi orang yang lebih kritis dalam hal berpikir dan mengambil keputusan. Terima kasih telah memotivasi diri ini untuk menjadi wanita seutuhnya. Terima kasih terima kasih dan terima kasih ...
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung ....
The Rain - Ujung Pertemuan