Suatu saat dimana seorang remaja yang menuju dewasa pasti
akan mengalami rasanya jatuh cinta. Dimana ada seorang anak polos, sederhana
yang belum pernah tahu apa itu cinta sedang merasakan hal tersebut.
Di kala waktu rasanya nyaman dan nyaman. Seorang anak
bernama Andini yang duduk di kelas 1 SMP merasakan cinta. Namun ketika ia
tertarik dengan dunia maya yang abstrak tersebut ia sangat senang dan tertarik.
Setiap hari ia buka dunia maya tersebut. Sebut saja “facebook”. Diwaktu
perkenalan untuk akan menjadi temannya. Andini hanya berpikir semua adalah
temannya. Dan setelah ada seorang anak muda yang duduk di kelas 3 SMP bernama
Mikail berkenalan dengan Andini. Pertama – tama hanya sebatas ngobrol dan bercanda.Andini
pun menganggapnya sebagai kakaknya. Setiap hari mereka selalu berhubungan
hingga akhirnya kekompakan dan sayang itu ada.
Dan waktu berganti secepat kilat. Dimana Mikail mengerti sifat Andini yang pendiam, natural dan serius tersebut tidak ingin memberitahukan isi hatinya kepada Andini. Ia hanya ingin selalu berhubungan dengan Andini dan tidak membuat hati Andini kecewa. Namun rasa itu tidak bisa terpendam berlama-lama. Mikail menceritakannya kepada teman sekolahnya bahwa ia sedang suka dengan seorang perempuan lembut. Tanpa basa basi temannya itupun meminta pertemanan kepada Andini. Dan tanpa pikir panjang diterimalah oleh Andini. Disitu salah satu teman Mikail ada yang bercerita dengan Andini. Disaat Andini mengetahui hal tersebut ia sangat marah dan mencoba meminta penjelasan dari Mikail. Dengan hati gugup, Mikail menjelaskan kepada Andini. Namun karena Andini yang terlalu polos karena belum tahu bagaimana cara mengahdapi orang yang lagi kasmaran ia malah marah kepada Mikail. Disitu terjadilah saling jauh menjauh antar mereka. Mikail yang merasa salah meminta maaf kepada Andini. Sedangkan Andini hanya diam dan hanya bayangan –bayangan yang ada dipikirannya. Karena ia hanya ingin fokus terhadapat sekolah terlebih dahulu. Sebenarnya Mikail itu orangnya baik,pengertian, perhatian dan penyayang sekali.
Dan waktu berganti secepat kilat. Dimana Mikail mengerti sifat Andini yang pendiam, natural dan serius tersebut tidak ingin memberitahukan isi hatinya kepada Andini. Ia hanya ingin selalu berhubungan dengan Andini dan tidak membuat hati Andini kecewa. Namun rasa itu tidak bisa terpendam berlama-lama. Mikail menceritakannya kepada teman sekolahnya bahwa ia sedang suka dengan seorang perempuan lembut. Tanpa basa basi temannya itupun meminta pertemanan kepada Andini. Dan tanpa pikir panjang diterimalah oleh Andini. Disitu salah satu teman Mikail ada yang bercerita dengan Andini. Disaat Andini mengetahui hal tersebut ia sangat marah dan mencoba meminta penjelasan dari Mikail. Dengan hati gugup, Mikail menjelaskan kepada Andini. Namun karena Andini yang terlalu polos karena belum tahu bagaimana cara mengahdapi orang yang lagi kasmaran ia malah marah kepada Mikail. Disitu terjadilah saling jauh menjauh antar mereka. Mikail yang merasa salah meminta maaf kepada Andini. Sedangkan Andini hanya diam dan hanya bayangan –bayangan yang ada dipikirannya. Karena ia hanya ingin fokus terhadapat sekolah terlebih dahulu. Sebenarnya Mikail itu orangnya baik,pengertian, perhatian dan penyayang sekali.
Sampai akhirnya ketakutan Mikail menyakiti hati Andini
memuncak, ia memutuskan untuk memutuskan pertemanannya dengan Andini. Namun
mendengar hal tersebut sontak Andini marah dan tanpa diketahui Mikail ia
menangis. Ia sedih kehilangan kakak yang selalu ada buat dia. Ia memohon dan
berusaha menjelaskan maksudnya tanpa ada perpecahan diantara mereka. Andini
menangis dan sangat kecewa sekali. Ia sebenarnya sangat bingung dan bimbang.
Sungguh ini hal yang mebuat hati Andini sangat terpukul. Sedangkan Mikail
mengirim pesan kepadanya bahawa ia akan berusaha menjauhinya dan tidak akan
mengganggunya jika itu maunya Andini. Disitulah Andini hanya bisa diam dan
diam. Ia kehilangan sosok kakak yang baik yang ia idam idamkan saat ini.
Disisi lain tiba-tiba ada sesosok kakak ramah yang tiba-tiba
datang dan menyarankan Andini untuk tidak menyakiti hati Mikail. Ia meminta
jangan membuat hati Mikail sedih ataupun terpukul. Ia akan sangat marah. Dan
ternyata kakak itu suka dengan Mikail dan ia adalah salah satu teman yang
dicurhati Mikail. Sungguh itu membuat hati Andini lebih gundah dan terpukul. Ia
berusaha berdoa untuk diberikan jawaban bagaimana cara menyelesaikannya.
Disaat itulah dunia terasa sepi dan hampa. Hingga akhirnya
Mikail memberanikan diri untuk berusaha jujur kepada Andini. Ia berkata bahwa
ia suka dengan Andini melalui pesan singkat di ponsel. Disitulah hati Andini
spontan kaget dan tidak menyangkan bahwa Mikail benar-benar berani melakukan
hal yang selama ini ditakuti olehnya. Pesan itu terus dikirim beberapa kali
karena Andini bingung menjawabnya. Dan setelah Andini menjawab bahwa ia saat
ini hanya ingin fokus untuk belajar. Beberapa menit kemudian Mikail menjawab
dengan mengirim judul lagu dari Ungu – Percaya Padaku. Sungguh itu membuat
Andini bingung. Ia mengirim pesan itu lagi. Dan Mikail meyakinkan Andini bahwa
hal ini tidak akan mengganggu pelajarannya. Dan akhirnya Andini menegaskan
bahwa ia ingin Mikail dan Andini hanya menjadi saudara atau teman saja. Ia
meminta maaf kepada Mikail dengan sepenuh hati.
Pada saat Andini berangkat sekolah dan bertemu dengan Mikail,
Andini hanya pura – pura tidak tahu dan merunduk. Sungguh hati Mikail sangat
terpukul hanya karena nila setitik tusak susu sebelanga. Ia hanya bisa sabar
dan tabah. Mungkin suatu saat nanti Andini akan mengerti.
Sikap tersebut selalu diberikan Andini untuk Mikail hingga
akhirnya Mikail hanya bisa memaafkannya dan mencoba melupakan Andini sejenak
dari pikirannya. Ia mencoba fokus dengan pelajarannya seperti apa yang Andini
mau. Ia akan tetap mengenang kenangan indah bersama Andini yang pernah ia kenal
ceria dan polos tersebut.
Hari berganti demi hari. Disaat Andini naik ke kelas 2 SMP
sedangkan Mikail duduk di kelas 3 SMP. Disitulah mulai adanya rasa
bersalah dari seorang Andini yang polos. Ia menyadari bahwa rasa cinta itu
tidak bisa dipaksa dan diruntuhkan. Dan itu tinggal penyesalan .... Sedangkan
Mikail mengerti dan berkata bahwa Andini tidak perlu meminta maaf kepadanya.
Itu hanya masa lalu yang manis dan tinggal kenangan. Dan sekarang Mikail sudah
memiliki kekasih yang menyayanginya.
Dan sejak saat itulah hubungan persaudaraan mereka terjalin
lagi. Mereka akhirnya hanya saling tertawa dan bercanda saat mengingat masa
lalu itu ketika Andini masih polos dan baru mengerti ditembak cowok. Mereka
berjanji akan saling sharing tentang apapun meskipun Mikail sudah memiliki
kekasih. Mikail mendukung Andini dan
begitulah sebaliknya.
Disitulah Andini tahu bahwa ternyata cinta tidak bisa
dipaksakan dan tidak bisa diruntuhkan oleh apapun juga. Dengan begitu ia sadar
bahwa memang Mikail adalah seorang anak yang baik dan akan tetap selalu
menyayanginya meskipun ia sudah memiliki kekasih. Karena Mikail sudah
menganggap Andini sebagai adek yang ia sayang. Dan Andini berpikir, jika tidak
ada kejadian ini mungkin ia akan memperlakukan orang lain seperti yang lalu.
Dan ia bersyukur karena lebih baik menjadi kakak beradik daripada menjalin
hubungan alias pacaran. Karena kakak beradik itu lebih awet dan indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar