Newspaper

Newspaper

Sabtu, 29 Juni 2013

Sepha dan Britha

                                     
############################################

                 Di suatu desa terdapat seorang remaja bernama Britha. Ia itu memiliki teman laki-laki bernama Sepha. Mereka adalah teman sekolah yang sangat akrab sekali. Britha dan Sepha sering sekali mengobrol tentang hal apapun yang sedang mereka alami. Hingga akhirnya mereka saling mengerti satu sama lain.
                Namun pertemanan mereka mengalami masalah. Ternyata Sepha menyukai Britha dan ia menceritakan hal tersebut kepada temannya Sadha. Sedangkan Sadha menyampaikan hal tersebut kepada Britha. Britha pun mencoba bersikap kepada Sepha seperti tidak ada apa-apa.
                Sebaliknya dengan Sepha. Sepha malah bertindak seperti orang yang ketakutan dan malu setelah mendengar bahwa Sadha menceritakan kepada Britha jika ia menyukai teman akrabnya sendiri. Sepha malah menjauh dari Britha. Namun Sepha selalu mengirimkan pesan "kiasan" untuk Britha yang menujukan bahwa Sepha itu menyukai Britha.
                Karena Britha tidak menganggap Sepha lebih dari sekedar teman. Maka Britha bersikap baik dengan selalu membalas pesan tersebut kepada Sepha agar Sepha tidak menganggapnya sombong. Sebenarnya Britha senang karena Sepha masih mau berhubungan dengannya meskipun tidak secara langsung seperti sebelumnya.
                Dan hari berganti demi hari. Di saat Britha merasa bahwa Sepha sudah menganggap dia sebagai temannya lagi bukan cewek yang disukainya dengan adanya pesan yang tidak seperti biasanya. Britha pun senang dan bahagia. Britha pun merasa bahwa Sepha sudah mengerti bahwa pertemanan itu lebih berharga dari segalanya.

Tiba-tiba saat semuanya sudah tenang

                Ada seorang teman Britha yang menyukai Sepha. Dia bernama Dara. Yang mengejutkan dari sikap Dara. Ia malah bertanya kepada Britha apakah ia menyukai Sepha. Karena Dara mendengar bahwa Sepha dan Britha itu berpacaran dan saling suka. Seketika Britha menjawab bahwa mereka hanya berteman dan tidak lebih. Itu menurut Britha. Namun berbeda lagi dengan Sepha. Ternyata yang dipikir Britha itu salah. Sepha masih menyukai Britha tapi ia malah menyembunyikannya dan mencoba agar teman-teman yang lainnya tidak mengetahuinya. Namun hal itu tidak diketahui oleh Dara.
                 Mendengar pernyataan itu. Dara pun mencoba untuk mendekati Sepha. Sedikit demi sedikit Dara pun dekat dengan Sepha. Ia sering mengirim pesan untuk Sepha dan mereka sering mengobrol. Sedangkan Britha merasa bahwa Sepha akhir-akhir ini menjauh dari dirinya. Britha pun menganggap bahwa mungkin Sepha sudah tidak menganggap dia temannya lagi.
                 Namun lagi-lagi hal itu salah .... Ternyata Sepha tetap kukuh menyukai Britha tanpa goyah dengan kedatangan Dara. Dia juga bersikap sama dengan Britha. Sepha juga menghargai sikap Dara yang seperti itu. Ia juga tidak mau menyakiti hati Dara.

Balik ke Britha

                 Melihat Sepha semakin menjauh dari Britha. Akhirnya Britha mencoba untuk mencari tahu alasan mengapa Sepha mulai menjauhinya. Dan yang mengagetkan. Sepha menunjukan pesan "kiasan" nya lagi yang membuat Britha menjadi takut. Apakah Sepha masih menyukainya ?? Sungguh sebenarnya Britha bingung dengan sikap Sepha ini. Ia tidak pernah mengutarakan kebenarannya. Apakah dia menyukai Britha atau tidak ?
                 Britha yang akhirnya mengerti dengan sikap Sepha ini merasa bingung. Apakah ia juga suka dengan Depha ?? Atau dia harus mempertahankan pertemanannya ini. Britha juga tidak ingin menyakiti hati Dara yang sebelumnya sudah menanyakan apakah dia suka dengan Sepha tapi Britha menjawab dia tidak suka dengan Sepha.
                 Melihat hal tersebut. Akhirnya Britha pun memutuskan. Dia akan mempertahankan pertemanannya dengan Sepha. Karena ia tidak ingin pertemanannya hacur hanya karena percintaan. Yang terpenting mereka tetap saling berhubungan dan berteman selamanya.

Sekian cerpen kali ini.... Semoga kalian bisa memetika hikmah dari apa yang terjadi dari kisah antara Sepha dan Britha ini. Terima kasih sudah membaca cerpen di blog saya. Semoga kalian senang ;)

                                           
#VidiAldianoFeatSherinaMunafApakahKuJatuhCinta
                                                        

Kamis, 27 Juni 2013

Persahabatan 4 Serangkai


                Suatu hari ada seorang anak kecil bernama Aini. Ia memiliki 3 sahabat yang dia cintainya. Sebut saja Sifa, Difa dan Adib. Sifa adalah teman sejak ia kecil. Sifa tinggal dengan eyangnya yang notabennya bertetangga dengan Aini. Sedangkan Difa adalah teman kecil Aini saat orang tuanya mengontrak rumah di depan rumah Aini. Dan Adib adalah teman TKnya dulu. Namun karena suatu hal. Sifa dan Adib tidak menyukai Difa. Karena ada sesuatu yang membuat mereka tidak menyukai Difa. Aini hanya berkata " Terserah kalian, yang terpenting aku akan tetap bersahabat dengan kalian semua. Jika kalian tidak suka dengan Difa, tidak masalah yang terpenting aku masih sahabatnya" . Sontak Sifa dan Adib marah dengan Aini. Namun Aini tetap baik dan berhubungan dengan Sifa dan Adib.

Singkat cerita ...

                Permusuhan itu masih berlanjut hingga mereka remaja. Meskipun begitu Aini tetap mencoba agar 2 sahabatnya itu mau memaafkan Difa. Karena Aini yakin dengan berjalannya waktu dan usia maka lambat laun Difa akan berubah.

Benar kata Aini ...

                Setelah remaja. Difa pun sadar dengan sifatnya tersebut. Difa sebenarnya tetap menganggap Sifa dan Adib sahabatnya. Hanya saja Sifa dan Adib tidak mau memaafkannya. Difa tahu jika sikapnya itu susah untuk di maafkan tapi dia tidak patah semangat dan berusaha untuk memohon maaf. Difa pun sesekali masih menanyakan kabar Sifa dan Adib juga salam kepada Aini meskipun sekarang ia sudah pindah ke kota Pahlawan. Aini pun selalu menyampaikan salam dari Difa kepada Sifa. Aini tahu bahwa sahabatnya ini sudah saling jauh. Difa tinggal di Surabaya, Sifa tinggal di Blora dan Adib tinggal di Tuban. Mereka tidak mungkin bisa bertemu bersama lama. Meskipun seringkali Difa dan Sifa main kerumah Aini tapi mereka tidak pernah bertemu secara bersamaan.
                Karena sekarang sudah canggih. Dengan adanya ponsel dan sosial media. Akhirnya merekapun bisa dipertemukan meskipun tidak secara langsung. Ainipun ikut senang mendengar sahabatnya bisa berhubungan kembali. Namun tidak seperti yang diinginkan Aini. Meskipun mereka sudah berteman di sosial media tapi Sifa dan Adib tetap saja membenci Difa. Untung saja Difa tidak "down" dengan tanggapan kedua sahabatnya itu.
                Hingga suatu saat ketika Aini sadar bahwa biasanya Sifa selalu berkunjung ke rumah neneknya saat liburan. Namun liburan kali ini Sifa tidak datang. Aini juga berusaha menghubungi Sifa. Namun tidak ada tanggapan. Aini pun bersedih dan berusaha mencari kabar tentang sahabatnya itu. Sampai akhirnya Aini bercerita kepada Difa dan Adib bahwa Sifa sudah lama tidak ada kabar. Difapun juga ikut membantu mencari lacak dimana sahabatnya tersebut. Sedangkan Adib hanya diam dan merasa sedih mendengar cerita Aini tersebut.

Waktu demi waktu berlalu ....

                Tiba-tiba ada suatu kabar bahwa Adib tahu tentang keadaan Sifa. Mendengar hal tersebut hati Aini dan Difa senang sekali. Ternyata Sifa itu tidak akan ke rumah Eyangnya untuk beberapa waktu kedepan. Namun ia berjanji suatu saat nanti dia akan kembali bersama Aini, Difa dan Adib lagi. Mendengar hal itu Aini, Difa dan Adib pun hanya berdoa yang terbaik untuk Sifa.
                Sifa akhirnya mulai terbuka dengan Aini, Difa dan Adib. Ia mulai menjalin lagi hubungan persahabatan mereka. Sifapun akhirnya menerima permohonan maaf dari Difa begitu juga Adib. Dan Akhirnya mereka pun  rukun lagi dan berusaha untuk meneruskan persahabatan mereka yang hampir saja putus ini.
               Aini pun senang sekali melihat Sifa dan Adib mau menerima Difa kembali. Setelah sekian lama mereka bermusuhan tapi akhirnya bahagia. Mereka mencoba untuk tetap menjalin hubungan silaturahmi yang sudah lama mereka jalin selama ini .

Sekian dulu cerita pendek kali ini.
Hargailah sahabat kita saat ini kawan ...
Jangan pernah takut jika itu benar ...
Kelak engkau akan terlambat ...


Dinta dan Deka "If you love me, say love to me"

Sudah lama nih.... gak nge-post cerita. Oke kali ini akan aku sungguhkan ke kalian semua cerita yang mungkin banyak dialami oleh kalian semua. Cerita ini aku ambil dari pernyataan seseorang yang namanya tidak mau disebutkan disini. :D





             Suatu hari ada anak bernama Dinta. Ia memiliki teman baru di SMAnya. Biasalah saat MOS dilalui dan mereka berkenalan. Dia bernama Deka. Pada awalnya dia sangat baik sekali dengan Dinta. Dia juga sering mengobrol, bercanda dan bercerita.
             Sampai akhirnya di kala Dinta sedang duduk di kelas, ada seorang temannya yang berkata kepadanya bahwa Deka itu "suka" dengan Alika. #Biasalah anak remaja. Sontak Dinta kaget dan bingung melakukan apa. Dia mencoba meminta penjelasan dari Deka. Namun Deka selalu mengelak dan menjawab.
Karena Dinta temannya, Dinta menganggap diantara mereka tidak ada apa-apa. Karena tidak ada perkataan dari Deka yang sesungguhnya dan tidak ada kepastian bahwa Deka suka dengan Dinta.
              Sebenarnya Dinta hanya ingin, meskipun dia tahu jika Deka suka dengan dia dan itu tidak bisa dipaksakan tapi ternyata. Berbalik dengan sikap Deka. Yang setelah itu menjauh dari Dinta. Dintapun
bingung mengapa Deka tiba-tiba menjauh darinya. Tanpa ada satu patah katapun dia diam seperti malu.
              Dinta ingin sekali Deka menjelaskannya kepadanya, bukan malah menjauh dan malah membingungkan Dinta. Dinta mencoba agar Deka "biasa" dengannya. Tapi iu tidak mungkin... karena Deka juga berhak seperti itu. Sedangkan itu berjalan hingga mereka menginjak kelas 12.
              Yang membingungkan lagi , Deka selalu mengirimkan kata puitis indah yang memiliki arti yang mendalam yang susah untuk diartikan oleh Dinta. Meskipun hanya sekata ataupun sebaris tapi itu bermakna sekali untuknya agar Dinta tahu apa maksud Deka.
              Dinta menginginkan suatu saat nanti Deka dapat "biasa" dengannya. Itu sudah cukup menurutnya. Hanya saja dia diam terus tanpa kata.
              Sebenarnya Dinta masih ragu dengan perkataan temannya itu tentang Deka. Karena dari Deka nya tidak ada sepatah katapun. Meskipun begitu Dinta tidak patah semangat untuk mendapat jawaban dari semua ini. Karena ini menyangku kelanjutan persahabatannya. Menurut dia ... lebih baik bersahabat daripada menyukai tapi akhirnya menjadi menjauh seperti. Boleh menyukai menurutnya tapi jangan sampai menjauh ataupun merusak  persahabatan yang sudah diajalaninya.
              Dinta hanya berpikir positif saja. Mungkin Deka belum siap untuk menjelaskannya. Karena meskipun Deka tidak pernah mengobrol dengan Dinta di sekolah. Namun kadang kala mereka masih tetap berhubungan melalui SMS. Hal tersebut masih disyukuri oleh Dinta. Karena dia tahu, berarti Deka masih menganggapnya sahabat.
               Okelah ... menurut Dinta. Sampai perpisahan pun Deka tetap diam. Meskipun setelah itu Dinta masih berusaha  menanyakannya lewat SMS. Dan benar-benar susah. Deka tetap dan selalu menjawabnya dengan kata puitisnya yang harus beberapa kali Dinta baca agar ia tahu maksud dari semua ini.
Dinta menyimpulkan bahwa Deka seorang yang puitis seperti halnya teka-teki silang yang harus dijawabnya apabila ia ingin menemukan arti dibalik semuannya. Namun apakah ia harus seperti itu terus ??
                Beberapa hari ini, kata Dinta. Ia menjadi takut dengan Deka. Karena semenjak ia mengobrol dengan Deka dan mencoba untuk menjelaskan apa maksudnya selama  ini. Malah dia sering menyukai perkataan Dinta yang ia tulis di blognya. Tidak biasanya dia menyukai tulisan di blog Dinta. Menurut Dinta, terakhir saat mereka masih duduk di kelas 10. Sedangkan sekarang mereka sudah akan kejenjang berikutnya. Beberapa hari ini menurutnya secara bertahap dan terus menerus. Senang, tapi sedikit takut katanya. Antara Deka mencoba untuk terbuka dengan Dinta atau yang lainnya. Dintapun masih harus menemukan jawaban lagi ....

Kalo menurutku ya... dari cerita seseorang ini.
Ia coba saja untuk mengartikan setiap kata puitis yang doi berikan.
Maka ia akan tahu bagaimana arti dibalik semua ini dan bagaimana kelanjutan persahabatan mereka.

Bagaimana menurut kalian ?? Apa yang harus dilakukan seseorang ini . Sebut saja "Dinta" ini ...
Bagi yang punya saran .... komentar ya di blog ini. Terima kasih :)

#Terlalu misterius