Singkat cerita ...
Permusuhan itu masih berlanjut hingga mereka remaja. Meskipun begitu Aini tetap mencoba agar 2 sahabatnya itu mau memaafkan Difa. Karena Aini yakin dengan berjalannya waktu dan usia maka lambat laun Difa akan berubah.
Benar kata Aini ...
Setelah remaja. Difa pun sadar dengan sifatnya tersebut. Difa sebenarnya tetap menganggap Sifa dan Adib sahabatnya. Hanya saja Sifa dan Adib tidak mau memaafkannya. Difa tahu jika sikapnya itu susah untuk di maafkan tapi dia tidak patah semangat dan berusaha untuk memohon maaf. Difa pun sesekali masih menanyakan kabar Sifa dan Adib juga salam kepada Aini meskipun sekarang ia sudah pindah ke kota Pahlawan. Aini pun selalu menyampaikan salam dari Difa kepada Sifa. Aini tahu bahwa sahabatnya ini sudah saling jauh. Difa tinggal di Surabaya, Sifa tinggal di Blora dan Adib tinggal di Tuban. Mereka tidak mungkin bisa bertemu bersama lama. Meskipun seringkali Difa dan Sifa main kerumah Aini tapi mereka tidak pernah bertemu secara bersamaan.
Karena sekarang sudah canggih. Dengan adanya ponsel dan sosial media. Akhirnya merekapun bisa dipertemukan meskipun tidak secara langsung. Ainipun ikut senang mendengar sahabatnya bisa berhubungan kembali. Namun tidak seperti yang diinginkan Aini. Meskipun mereka sudah berteman di sosial media tapi Sifa dan Adib tetap saja membenci Difa. Untung saja Difa tidak "down" dengan tanggapan kedua sahabatnya itu.
Hingga suatu saat ketika Aini sadar bahwa biasanya Sifa selalu berkunjung ke rumah neneknya saat liburan. Namun liburan kali ini Sifa tidak datang. Aini juga berusaha menghubungi Sifa. Namun tidak ada tanggapan. Aini pun bersedih dan berusaha mencari kabar tentang sahabatnya itu. Sampai akhirnya Aini bercerita kepada Difa dan Adib bahwa Sifa sudah lama tidak ada kabar. Difapun juga ikut membantu mencari lacak dimana sahabatnya tersebut. Sedangkan Adib hanya diam dan merasa sedih mendengar cerita Aini tersebut.
Waktu demi waktu berlalu ....
Tiba-tiba ada suatu kabar bahwa Adib tahu tentang keadaan Sifa. Mendengar hal tersebut hati Aini dan Difa senang sekali. Ternyata Sifa itu tidak akan ke rumah Eyangnya untuk beberapa waktu kedepan. Namun ia berjanji suatu saat nanti dia akan kembali bersama Aini, Difa dan Adib lagi. Mendengar hal itu Aini, Difa dan Adib pun hanya berdoa yang terbaik untuk Sifa.
Sifa akhirnya mulai terbuka dengan Aini, Difa dan Adib. Ia mulai menjalin lagi hubungan persahabatan mereka. Sifapun akhirnya menerima permohonan maaf dari Difa begitu juga Adib. Dan Akhirnya mereka pun rukun lagi dan berusaha untuk meneruskan persahabatan mereka yang hampir saja putus ini.
Aini pun senang sekali melihat Sifa dan Adib mau menerima Difa kembali. Setelah sekian lama mereka bermusuhan tapi akhirnya bahagia. Mereka mencoba untuk tetap menjalin hubungan silaturahmi yang sudah lama mereka jalin selama ini .
Sekian dulu cerita pendek kali ini.
Hargailah sahabat kita saat ini kawan ...
Jangan pernah takut jika itu benar ...
Kelak engkau akan terlambat ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar