Karya. Karya seperti apa ? Karya seni ? Karya sastra ? ataukah Karya ilmiah ? Dari ketiga itu yangmana yang spesifik ? Yap, Karya sastra. Sastra fiksi atau non fiksi ? Yap, Satra fiksi. Prosa, puisi, ataukah drama ? Hmm ....
Karya sastra fiksi yaitu puisi atau berupa sajak. Lima tahun belakangan ini aku tertarik dengan karya sastra yang satu ini. Entah mengapa bisa dikatakan cinta. Setelah ada salah satu sebab dimana aku harus mempelajarinya agar aku bisa mengartikan dan mendapat jawaban sebuah teka-teki. Sastra puisi atau sajak yang pertama kali aku pelajari dan membacanya adalah karya Eyang Sapardi Djoko Damono yang berjudul Melipat Jarak. Tak tahu mengapa, setelah membaca salah satu karya beliau tersebut kemudian aku berusaha mencari dan membaca karya-karyanya yang lain seperti Trilogi Hujan Bulan Juni, Pingkan Melipat Jarak, dan yang baru pada Maret 2018 keluarlah novel yang menjadi akhir atau pungkasan dari Trilogi Hujan Bulan Juni yaitu Yang Fana Adalah Waktu beserta Sajak- Sajak untuk Pingkan.
Maret 2018. Benar. Di bulan dan tahun tersebut novel trilogi Hujan Bulan Juni yang berjudul Yang Fana adalah Waktu tersebar di seluruh toko buku di Indonesia. Trilogi Hujan Bulan Juni dimulai dari novel pertama hingga ketiga semuanya sangat menyentuh dan mengena dalam diriku. Akibat dari itu, sejak bulan Maret tersebut seringkali aku membuat sebuah sajak yangmana aku tuangkan dalam salah satu media sosial. Pertama, kedua, ketiga dan seterusnya semuanya baik-baik saja. Namun yang aku tahu sejak awal pembuatan sajak tersebut, terdapat seorang yang selalu baik menunjukan apresiasinya terhadap karyaku dengan cara memberikan sebuah (jempol/sip). Aku berpikiran jika apa yang masing-masing kita rasakan pada saat itu sama-sama seirama dan sentantiasa sedang dalam tahap atau fase tersebut. Dia, sebut saja seseorang tersebut Gica. Selain sajak, seringkali aku membuat "posting"an hanya berupa satu kata saja. Tak kusangka ... satu kata yang aku buat yangmana aku rasa tak ada arti kiasan yang berarti tetap saja diapreasiasi olehnya. Perasaan seirama itu semakin kuat lagi.
Gica adalah sosok kawan, pembimbing yang baik bagiku. Aku tahu Gica sudah terlampau lama. Sekitar sembilan tahun aku satu sekolah dengannya. Tetapi ... aku hanya tahu, benar-benar sekedar tahu dengan hanya mengenali wajahnya namun tak sedikitpun mengenalnya. Walaupun itu hanya sekedar tersenyum, aku pun tak pernah melakukannya.
Beberapa bulan ini, belum mencapai satu tahun aku diperkenankan untuk mengenal Gica. Awalnya sempat minder, karena Gica adalah seseorang yang bisa dikatakan famous dan disegani siapapun selama ini. Namun terlepas dari itu ternyata Gica adalah sosok yang rendah hati, ceria, peduli, dan sangat ramah kepada orang lain hingga membuat diri ini memahami alasan mengapa dalam hitungan hari diri ini sudah cukup memahami karakter yang dimiliki oleh Gica.
Terima kasih sekali aku ucapkan untuk Gica atas apreasinya sejauh ini. Semoga sajak yang aku buat dapat membuat orang lain menyukainya pula. Selain itu akan menambah semangatku untuk berkreasi lagi. Terima kasih sekali lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar