Tepat dua bulan tujuh belas hari semenjak perbicangan terakhir di antara keduanya. Bertepatan pula dihari yang sangat istimewa dengan sangat tiba-tiba dan tak disangka-sangka Daha mengirimkan pesan kepada Maha kembali.
Daha menanyakan kabar Maha.
Assalamualaikum
kabar sehat?
Pesan tersebut muncul di laman ponsel Maha dengan begitu terangnya hingga membuat Maha penasaran dan mencoba melihatnya. Padahal Maha bukanlah tipe orang yang teramat menggilai ponsel khususnya pesan masuk. Sungguh Maha benar-benar tidak menyangka. Percakapan keduanya begitu natural, mengalir apa adanya seperti biasanya dengan tak lupa untuk tetap saling peduli dan mendukung kesibukan masing-masing hingga membuat Maha menjadi tidak menyadari jika di hari itu merupakan hari istimewa yang secara tidak langsung Daha ingin menyampaikan pesan tersuratnya kepada Maha walau tidak dalam bentuk perkataan nan puitis. Pemberian motivasi dan semangatlah yang menjadi kunci diantara mereka. Selain tetap saling mengingat walau hanya terbersit. Iya terbesit saja sudah membuat Maha senang sebab ternyata Daha masih mengingatnya di hari istimewa dimana Daha mengirimkan pesan kepadanya dengan menanyakan kabarnya.
Menurut Maha, tak perlu yang muluk-muluk untuk menjadi istimewa. Sederhana namun mengena akan lebih berarti dan terpatri di dalam hati. Dan, yang membuat Daha berbeda dari yang lain adalah Daha selalu memberikan sesuatu yang khas di setiap percakapan keduanya.
iya sama2, makasih yah
(Senyum pipi memerah)
Terlalu jujur, ya begitulah katanya. Kedengaran seperti biasa saja. Namun memiliki beribu makna. Teramat berhati-hati dalam berkata. Begitupun sebaliknya, saat ini Maha berusaha bersikap dan merespon dengan tepat.
Andai kalian tahu,
Sebenarnya Maha tak mengira jika hari itu hari istimewa. Maha baru mengerti setelah percakapan diantara keduanya berakhir. Memahami setiap percakapan keduanya secara seksama dan perlahan.
Terima kasih Daha, engkau telah mengingat Maha di hari yang instimewa itu. Mudah-mudahan yang terbaik untuk mu, untuk ku dan kita. Sebab kita tak pernah tahu ke depannya. Setidaknya ini menjadi permulaan yang baik dan mudah-mudahan seterusnya demikian.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ketika kesetian menjadi barang mahal
Ketika kata maaf terlalu sulit untuk diucap
Ego siapa yang sedang kita beri makan ? Entahlah
Aku marah bukan berarti tak peduli
Aku diam bukan berarti tak memperhatikan
Aku menghilang bukan berarti tak ingin dicari
Sebagian sajak Fiersa Besari
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hingga kulitmu keriput
Hingga ragaku tak lagi kuat
Hati ini tak kan pernah tua
Kita memang bukan pasangan sempurna
Bukankah Tuhan mengirimmu untuk melengkapiku
Sebagian lirik lagu
Fiersa Besari - Hidup Kan Baik - Baik Saja
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung ...
Bukankah Tuhan mengirimmu untuk melengkapiku
Sebagian lirik lagu
Fiersa Besari - Hidup Kan Baik - Baik Saja
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar