Entah apa gerangan dengan bulan Oktober. Setelah sekian lama tak bercengkrama dan hati ini telah mencoba menerima. Tiba-tiba kegelisahan yang teramat dalam hingga ke tulang-tulang tanpa alasan yang jelas menyelinap dan berkecamuk di dalam dada. Selama satu minggu berturut-turut di awal bulan itu.
Huft ... benar-benar tidak masuk akal namun nyata adanya. Perasaan ini bisa Maha alami kepada seseorang yang belum pernah dirinya temui dari mata ke mata. Rasa yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata. Kompleks dan berkecamuk setiap saat baik detik, jam, maupun hari.
Baru kali ini. Detik ini saat ini. Sungguh ada apa ini ? Usaha yang selama ini dilakukan untuk tidak mengganggu kesibukan Daha lebur seketika entah mengapa. Ada perasaan yang tidak enak. Maha takut jika terjadi sesuatu kepada Daha. Pada awalnya Maha mencoba menghapus pikiran-pikiran buruknya dan menenangkan dirinya namun tetap saja tak bisa. Kegelisahan itu semakin akut dan menjadi-jadi.
Pada akhirnya Maha mencoba memberikan salam dan menanyakan kabar Daha tepat pukul tiga sore. Maha hanya ingin tahu kabar Daha.
Apa kabar Daha ?
Tiga jam setengah kemudian barulah Daha meresponnya. Respon yang disungguhkan Daha benar-benar diluar dugaan.
Haiiiiii
Apa kabar dek Maha ?
Kabar saya alhamdulillah baik
Dek ??? sejak kapan Daha memanggilku diawali kata itu, Gumam Maha.
Beberapa menit kemudian Maha menjawab respon Daha.
Alhamdulilahhhhhh
Maha menghela napasnya dengan lega. Maha teramat bersyukur jika Daha dalam keadaan baik-baik saja. Kegelisahan seminggu terakhir itu seketika mencair dan musnah dalam hitungan detik.
Tengah malam, pesan singkat tiba-tiba muncul kembali.
Gimana kuliahmu?
Ada cerita apa ?
Melihat pesan tersebut disaat adzan shubuh membuat Maha kaget dan mencoba membalasnya. Maha berusaha jujur dengan kegelisahan yang seminggu ini ia rasakan.
Alhamdulillah lancar, Daha ...
Maaf ya jadi ganggu sampeyan. Gk tau knp,
aku kok keingat sampeyan terus.
(emoticon monyet tutup mata)
Daha hanya mengirimkan stiker kebesarannya dan mengetik ...
Emoticon pipi memerah
Shalat gih
Mahapun merespon
Siap ....
Laksanakan
Percakapan diantara mereka pun berakhir.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Lalahuta - Buat Apa Mencoba
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar