Newspaper

Newspaper

Selasa, 21 April 2020

Pusaka Budaya Cena Khas Bangsa Indonesia



Berlari dan bersembunyi di belahan semesta manakah gaungmu kini ?
Bak bersua fauna purba tatkala terselip bisikan asmamu di telinga
Teramat asing nan pelik samar-samar menyelisik lantas mengusik
Seakan-akan suah bersua namun ini nyata atau fatamorgana saja

Petikan Tutuba dari Sulawesi Tengah dan tabuhan Ricik dari Jawa Tengah
Enggankah dirimu menjamah meski untuk sekejap saja ?
Tarian Puspanjali, Margapati, Antoroni, Kratili, dan Serimpi
Enggankah dirimu berlenggak-lenggok laksana kobaran api membubung tinggi ?

Padi mengembang kuning merayu burung-burung bernyanyi bergembira
Gubahan syair nirmala sarat makna tentang kekayaan alam Indonesia
Piawai mengentak jiwa raga kala mengumandangkannya
Tidakkah dirimu mengenal dan mengetahui iramanya ?

Tutur kata khas remuk redam termakan zaman
Terkibas, terhempas, serta terkapar penuh bebat
Melafalkan, melantunkan, mengejanya menjadi persoalan
Akankah gejolak ini kan tetap dilangsungkan?

Temaram gelak tawa bersemayam
Laga congklak dan gatrik tampak simpatik  
Sayup sukacita tercermin bercerita
Sayup gundah gulana memantul di singgasana

Seketika tanpa bising bergeming
Gemercik rintih suara lirih beralih
Ibu Pertiwi menatap tanpa cakap
Dirundung cemas mewujudkan Indonesia emas

Inilah jati dirimu yang sepatutnya
Pancarona candramawa khatulistiwa
Paksi garuda bertuliskan Bhineka Tunggal Ika
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

Mereka saja berdecak kagum berdegum
Menyanjung, menjunjung agung serupa gunung
Menggali, mengamati, menyelami, serta menekuni
Tak jengahkah dirimu menelantarkan semua ini ?

Pusaka budaya cena khas bangsa Indonesia
Membentangkan aneka rona yang Tuhan ciptakan
Patut lestari dalam relung sanubari
Enggan bersembunyi di balik kokohnya mentari