Berlari dan bersembunyi di belahan semesta manakah gaungmu kini ?
Bak bersua fauna purba tatkala terselip bisikan asmamu
di telinga
Teramat asing nan pelik samar-samar menyelisik lantas
mengusik
Seakan-akan suah bersua namun ini nyata atau
fatamorgana saja
Petikan
Tutuba dari Sulawesi Tengah dan tabuhan Ricik dari Jawa Tengah
Enggankah
dirimu menjamah meski untuk sekejap
saja ?
Tarian
Puspanjali, Margapati, Antoroni, Kratili, dan Serimpi
Enggankah
dirimu berlenggak-lenggok laksana kobaran api membubung tinggi ?
Padi mengembang kuning merayu burung-burung bernyanyi
bergembira
Gubahan syair nirmala sarat makna tentang kekayaan
alam Indonesia
Piawai mengentak jiwa raga kala mengumandangkannya
Tidakkah dirimu
mengenal dan mengetahui iramanya ?
Tutur kata khas remuk redam termakan zaman
Terkibas, terhempas, serta terkapar penuh bebat
Melafalkan, melantunkan, mengejanya menjadi persoalan
Akankah gejolak ini kan tetap dilangsungkan?
Temaram gelak tawa bersemayam
Laga congklak dan gatrik tampak simpatik
Sayup sukacita tercermin bercerita
Sayup gundah gulana memantul di singgasana
Seketika tanpa bising bergeming
Gemercik rintih suara lirih beralih
Ibu Pertiwi menatap tanpa cakap
Dirundung cemas mewujudkan Indonesia emas
Inilah jati dirimu yang sepatutnya
Pancarona candramawa khatulistiwa
Paksi garuda bertuliskan Bhineka Tunggal Ika
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
Mereka saja berdecak kagum berdegum
Menyanjung, menjunjung agung serupa gunung
Menggali, mengamati, menyelami, serta menekuni
Tak jengahkah dirimu menelantarkan semua ini ?
Pusaka budaya cena khas bangsa Indonesia
Membentangkan aneka rona yang Tuhan ciptakan
Patut lestari dalam relung sanubari
Enggan bersembunyi di balik kokohnya mentari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar