Setelah Gami mengkonfirmasi ke Alo semuanya terasa baik-baik saja. Tidak ada saling cek - cok dan saling adu gagasan hingga menimbulkan amarah yang terpendam namun sebuah penyesuaian dari diri masing-masing untuk saling menjaga ucapan agar tak terjadi perdebatan yang memicu pertengkaran.
Alo ... dirinya perlahan mulai berubah. Meskipun Gami rasa prinsip mereka tetap bertolak belakang namun setidaknya Alo tak memaksakan dirinya untuk seprinsip dengannya. Alo cenderung mengikuti arus yang Gami berikan. Saat ini Gami cenderung diam dan merespon ketika Alo bertanya ataupun mencoba berbincang dengannya.
Gami ... memiliki pedoman dan berpegang teguh pada pendiriannya. Benar saja Gami telah mengonfirmasikan ke Alo. Benar jika Alo mengatakan tak bermaksud lebih atas sikap yang ditujukan ke Gami tersebut dan perlu kalian tahu bahwa Gami memegang erat perkataan dan pernyataan yang diberikan Alo yang dikatakan Alo secara langsung kepadanya. Gami teramat bersyukur jika respon yang diberikan Alo demikian. Sebab memang lebih baik seperti itu untuk hubungan Alo dan Gami.
Alo ... apakah kau jujur atau berpura - pura ?
Nektar sahabat Gami sontak bergumam dan mengutarakan pendapatnya kepada sahabatnya tersebut. Nektar menegaskan kepada Gami jika Alo berbohong. Alo menyangkalnya. Alo tak ingin Gami menjauhinya jika Alo jujur padanya. Sedangkan Gami meyakinkan Nektar bahwa Alo jujur kepadanya.
Satu tahun berlalu tanpa pertengkaran kecil maupun besar
Alo dan Gami tetap menjadi teman dan sahabat yang saling mendukung satu sama lain. Alo peduli kepada Gami begitupun sebaliknya. Alo selalu berada disisi Gami. Dimana ada Gami disitu ada Alo. Sebenarnya itu wajar-wajar saja. Namun ada sesuatu hal yang membuat Gami gundah kembali.
Gami. Gami tiba-tiba teringatkan oleh pernyataan Nektar setelah pertengkaran diantara Gami dan Alo mulai terkikis untuk musnah. Sebab disaat mereka damai sikap Alo menjadi sangat peduli dengan Gami. Meskipun Gami tahu jikalau itu semata-mata bentuk kehati-hatian Alo agar pertengkaran tidak terjadi diantara mereka.
Alo... mudah-mudahan perkataan yang kau utarakan benar-benar jujur dari lubuk hatimu.
Sebab prinsip kita benar-benar bertolak belakang aku rasa.
Mengapa Gami gundah gulana ?
Pandangan tatapan. Semua gesture yang Alo suguhkan kepada Gami berbeda dari biasanya dan berbeda dari teman-teman pria yang tak ada rasa dengannya. Andai kalian tahu ketika Alo memandang Gami. Gami benar-benar seketika speechless ketika mendapat situasi tersebut. Gami tak pernah melihat padangan tulus dan teduh seperti itu sebelumnya. Pandangan tersebut mengisyaratkan sebuah permohonan agar Gami tidak lekas pergi dari pandangannya dan tetap berada disisinya. Tatapan itu benar-benar kuat dan teryakinkan. Sungguh membingungkan.
Ada apakah gerangan ?
Saat ini yang dilakukan Gami bersikap apa adanya menjadi diri sendiri tanpa ada yang ditutup- tutupi dari Alo. Seperti biasanya setiap harinya. Gami tak ingin menyakiti perasaan Alo jika memang kenyataannya Alo menyangkalnya.
Dia akan menerima tak hanya kelebihan namun juga kekurangan yang ada pada dirimu.
Dia tak akan merubahmu sebab dengan apa adanya dirimulah awal dari dia mencintaimu.
Bersambung ....
Enam Hari dalam perbintangan Sagitarius
Holiday on Thrusday
College
Lastchild - Tak Pernah Ternilai
Anji - Berhenti di Kamu
Newspaper
Kamis, 29 November 2018
Senin, 26 November 2018
KuRa (Kutub Aurora)
Dataran ini penuh dengan rerumputan dan bunga beraneka ragam dimana aroma dari setiap bunga yang disuguhkan membuat semua orang yang melihatnya dan merasakannya menjadi ikut terjebak dalam kehangatan dan kebahagiannya yang mereka suguhkan. Namun itu dulu, sebelum salju menyelimuti dataran yang dirasa akan selamanya ditumbuhi rerumputan dan bunga yang menikam lubuk hati.
Dataran ini berubah dan menjadi kutub. Kutub yang beku dimana dikelilingi salju sejauh mata memandang. Salju ini begitu tebal hingga tak ingin membukakan kesempatan kembali kepada rerumputan, bunga ataupun yang lain untuk tumbuh kembali. Kutub ini berada semakin jauh dari peradaban dimana merasa bahwa dirinya tetap bisa bertahan dalam kedinginan walau hampir tidak ada yang menemaninya selain salju dan angkasa raya.
Kutub yang teramat datar dengan hamparan putih di penjuru sisi sebenarnya menyimpan suatu rahasia yang menakjubkan dimana hanya dimiliki olehnya hingga seluruh dunia terpana. Seluruhnya, benar - benar seluruhnya mengatakan dan menyatakan bahwa rahasianya tersebut sangat indah jika kita dapat mengenalnya.
Aurora kalian bisa memanggilnya. Tak hanya namanya saja yang indah namun paras dan kepribadiannya begitu memikat. Kilauan cahayanya mampu membuat kutub menjadi pribadi yang diindamkan-idamkan seluruh penjuru dunia tanpa adanya setitik noda.
Meski Aurora hanya terlihat di tengah malam dan memudar saat fajar tiba. Namun pesonanya tetap saja menghujam jiwa. Cakrawala sunggguh terkesan dengan senyuman berlenseung pita yang bercahaya di dalam dirinya. Meski sesekali dirinya mengabarkan bahwa dirinya hadir lalu menghilang.
Cakrawala ingin bertemu dengannya lebih lama. Tak hanya dibulan September - Oktober saja. Bukan hanya bertatapkan lewat kaca nan bercahaya yang hanya terkesan menghibur semata. Namun benar - benar secara nyata dari mata ke mata. Meski perlu tenaga yang luar biasa untuk kutub mengizinkannya dan membukakan pintu hatinya. Namun cakrawala senantiasa berdoa.
Cakrawala menunggu moment itu. Moment yang dapat membuatnya yakin bahwa inilah kuasa Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan seluruh alam. Walau sekedar tiba hanya untuk berkenalan atau lebih dari yang diharapkan.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dia pernah terluka
Dia pernah bahagia
Dia pernah berjanji setia
Kepadanya
Dia saat ini berhati baja
Dia saat ini mengekang rasa
Dia saat ini mendatarkan kata
Pada setiap wanita
Dia sangat dewasa
Dia pandai berbahasa daerah
Dia berbakti kepada kedua orang tua
Katanya
Dia yang membuka pintu
Dia yang menyapa tanpa ragu
Dia yang memberikan kesempatan baru
Kepadaku
Dia peduli selalu
Dia bercanda disela waktu
Dia berjanji kan bertemu
Denganku
Dia terkadang hadir
Diaterkadang melipir
Dia terkadang mencoba
Dia terkadang menerka
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Jodie - Seandainya
Dataran ini berubah dan menjadi kutub. Kutub yang beku dimana dikelilingi salju sejauh mata memandang. Salju ini begitu tebal hingga tak ingin membukakan kesempatan kembali kepada rerumputan, bunga ataupun yang lain untuk tumbuh kembali. Kutub ini berada semakin jauh dari peradaban dimana merasa bahwa dirinya tetap bisa bertahan dalam kedinginan walau hampir tidak ada yang menemaninya selain salju dan angkasa raya.
Kutub yang teramat datar dengan hamparan putih di penjuru sisi sebenarnya menyimpan suatu rahasia yang menakjubkan dimana hanya dimiliki olehnya hingga seluruh dunia terpana. Seluruhnya, benar - benar seluruhnya mengatakan dan menyatakan bahwa rahasianya tersebut sangat indah jika kita dapat mengenalnya.
Aurora kalian bisa memanggilnya. Tak hanya namanya saja yang indah namun paras dan kepribadiannya begitu memikat. Kilauan cahayanya mampu membuat kutub menjadi pribadi yang diindamkan-idamkan seluruh penjuru dunia tanpa adanya setitik noda.
Meski Aurora hanya terlihat di tengah malam dan memudar saat fajar tiba. Namun pesonanya tetap saja menghujam jiwa. Cakrawala sunggguh terkesan dengan senyuman berlenseung pita yang bercahaya di dalam dirinya. Meski sesekali dirinya mengabarkan bahwa dirinya hadir lalu menghilang.
Cakrawala ingin bertemu dengannya lebih lama. Tak hanya dibulan September - Oktober saja. Bukan hanya bertatapkan lewat kaca nan bercahaya yang hanya terkesan menghibur semata. Namun benar - benar secara nyata dari mata ke mata. Meski perlu tenaga yang luar biasa untuk kutub mengizinkannya dan membukakan pintu hatinya. Namun cakrawala senantiasa berdoa.
Cakrawala menunggu moment itu. Moment yang dapat membuatnya yakin bahwa inilah kuasa Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan seluruh alam. Walau sekedar tiba hanya untuk berkenalan atau lebih dari yang diharapkan.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dia pernah terluka
Dia pernah bahagia
Dia pernah berjanji setia
Kepadanya
Dia saat ini berhati baja
Dia saat ini mengekang rasa
Dia saat ini mendatarkan kata
Pada setiap wanita
Dia sangat dewasa
Dia pandai berbahasa daerah
Dia berbakti kepada kedua orang tua
Katanya
Dia yang membuka pintu
Dia yang menyapa tanpa ragu
Dia yang memberikan kesempatan baru
Kepadaku
Dia peduli selalu
Dia bercanda disela waktu
Dia berjanji kan bertemu
Denganku
Dia terkadang hadir
Diaterkadang melipir
Dia terkadang mencoba
Dia terkadang menerka
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Jodie - Seandainya
Senin, 12 November 2018
BIS (Bintang Semesta)
Apakah disana baik - baik saja ?
Siapakah bintang ini wahai semesta
Seluruh alam saling berjabat tangan tepat di depan mata
Mengiyakan menganggukan bahwa dia sungguh luar biasa
Siapakah bintang ini wahai semesta
Sesekali dia hadir lalu pergi dari singgahsana
Kemudian kembali dengan wajah merona
Siapakah bintang ini wahai semesta
Apakah dia kan jatuh dalam pangkuan nyata
Atau hanya berbinar setiap malam tiba
Jelaskan pada ku, Semesta
Apakah dia serius atau berpura - pura
Sebab ku belum pernah berbincang dengannya
Walau diri ini mengerti
Dia berada disana sedangkan diri ini disini
Namun setiap malam ku berdoa pada sang Ilahi
Dia tlah berjanji kan jatuh nanti
Meski belum tentu kan jatuh hati
Ku tetap mencoba untuk memahami
Berikan ku kesempatan, Semesta
Berilah diri ini waktu menatap binarnya
Bercanda semalaman tepat disampingnya
Dengan begitu ku dapat menyimpulkan
Apakah sosok bintang ini jawaban dari doa yang selalu kupanjatkan
Dan dialah sosok yang diharapkan seluruh alam menjadi kenyataan
Begitu pula dirinya, Semesta
Apakah dia akan bertahan
Atau pergi kembali tanpa berpamitan
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Wahai bintang ...
Sebaik - baiknya pandangan, pendengaran, perabaan khalayak tentang dirimu.
Tak akan lengkap tanpa adanya pengenalan, perbincangan, disertai bertatapan secara nyata olehmu.
Jikalau memang dirimu kan jatuh pada pangkuan semesta.
Yang senantiasa berdoa agar harapan seluruh alam terlaksana perkasa.
Mengizinkan semesta tuk memahami segala yang ada pada dirimu terbaca.
Semoga dapat saling berbahagia selamanya.
Baik itu berproses ke tahap selanjutnya atau kembali ke permulaan pada akhirnya.
Bersambung...
Siapakah bintang ini wahai semesta
Seluruh alam saling berjabat tangan tepat di depan mata
Mengiyakan menganggukan bahwa dia sungguh luar biasa
Siapakah bintang ini wahai semesta
Sesekali dia hadir lalu pergi dari singgahsana
Kemudian kembali dengan wajah merona
Siapakah bintang ini wahai semesta
Apakah dia kan jatuh dalam pangkuan nyata
Atau hanya berbinar setiap malam tiba
Jelaskan pada ku, Semesta
Apakah dia serius atau berpura - pura
Sebab ku belum pernah berbincang dengannya
Walau diri ini mengerti
Dia berada disana sedangkan diri ini disini
Namun setiap malam ku berdoa pada sang Ilahi
Dia tlah berjanji kan jatuh nanti
Meski belum tentu kan jatuh hati
Ku tetap mencoba untuk memahami
Berikan ku kesempatan, Semesta
Berilah diri ini waktu menatap binarnya
Bercanda semalaman tepat disampingnya
Dengan begitu ku dapat menyimpulkan
Apakah sosok bintang ini jawaban dari doa yang selalu kupanjatkan
Dan dialah sosok yang diharapkan seluruh alam menjadi kenyataan
Begitu pula dirinya, Semesta
Apakah dia akan bertahan
Atau pergi kembali tanpa berpamitan
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Wahai bintang ...
Sebaik - baiknya pandangan, pendengaran, perabaan khalayak tentang dirimu.
Tak akan lengkap tanpa adanya pengenalan, perbincangan, disertai bertatapan secara nyata olehmu.
Jikalau memang dirimu kan jatuh pada pangkuan semesta.
Yang senantiasa berdoa agar harapan seluruh alam terlaksana perkasa.
Mengizinkan semesta tuk memahami segala yang ada pada dirimu terbaca.
Semoga dapat saling berbahagia selamanya.
Baik itu berproses ke tahap selanjutnya atau kembali ke permulaan pada akhirnya.
Bersambung...
Langganan:
Komentar (Atom)