Newspaper

Newspaper

Senin, 26 November 2018

KuRa (Kutub Aurora)

         Dataran ini penuh dengan rerumputan dan bunga beraneka ragam dimana aroma dari setiap bunga yang disuguhkan membuat semua orang yang melihatnya dan merasakannya menjadi ikut terjebak dalam kehangatan dan kebahagiannya yang mereka suguhkan. Namun itu dulu, sebelum salju menyelimuti dataran yang dirasa akan selamanya ditumbuhi rerumputan dan bunga yang menikam lubuk hati.
         Dataran ini berubah dan menjadi kutub. Kutub yang beku dimana dikelilingi salju sejauh mata memandang. Salju ini begitu tebal hingga tak ingin membukakan kesempatan kembali kepada rerumputan, bunga ataupun yang lain untuk tumbuh kembali. Kutub ini berada semakin jauh dari peradaban dimana merasa bahwa dirinya tetap bisa bertahan dalam kedinginan walau hampir tidak ada yang menemaninya selain salju dan angkasa raya.
          Kutub yang teramat datar dengan hamparan putih di penjuru sisi sebenarnya menyimpan suatu rahasia yang menakjubkan dimana hanya dimiliki olehnya hingga seluruh dunia terpana. Seluruhnya, benar - benar seluruhnya mengatakan dan menyatakan bahwa rahasianya tersebut sangat indah jika kita dapat mengenalnya.
           Aurora kalian bisa memanggilnya. Tak hanya namanya saja yang indah namun paras dan kepribadiannya begitu memikat. Kilauan cahayanya mampu membuat kutub menjadi pribadi yang diindamkan-idamkan seluruh penjuru dunia tanpa adanya setitik noda.
          Meski Aurora hanya terlihat di tengah malam dan memudar saat fajar tiba. Namun pesonanya tetap saja menghujam jiwa. Cakrawala sunggguh terkesan dengan senyuman berlenseung pita yang bercahaya di dalam dirinya. Meski sesekali dirinya mengabarkan bahwa dirinya hadir lalu menghilang.
          Cakrawala ingin bertemu dengannya lebih lama. Tak hanya dibulan September - Oktober saja. Bukan hanya bertatapkan lewat kaca nan bercahaya yang hanya terkesan menghibur semata. Namun benar - benar secara nyata dari mata ke mata. Meski perlu tenaga yang luar biasa untuk kutub mengizinkannya dan membukakan pintu hatinya. Namun cakrawala senantiasa berdoa.
          Cakrawala menunggu moment itu. Moment yang dapat membuatnya yakin bahwa inilah kuasa Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan seluruh alam. Walau sekedar tiba hanya untuk berkenalan atau lebih dari yang diharapkan.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dia pernah terluka
Dia pernah bahagia
Dia pernah berjanji setia
Kepadanya

Dia saat ini berhati baja
Dia saat ini mengekang rasa
Dia saat ini mendatarkan kata
Pada setiap wanita

Dia sangat dewasa
Dia pandai berbahasa daerah
Dia berbakti kepada kedua orang tua
Katanya

Dia yang membuka pintu
Dia yang menyapa tanpa ragu
Dia yang memberikan kesempatan baru
Kepadaku

Dia peduli selalu
Dia bercanda disela waktu
Dia berjanji kan bertemu
Denganku

Dia terkadang hadir
Diaterkadang melipir
Dia terkadang mencoba
Dia terkadang menerka

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Jodie - Seandainya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar