Newspaper

Newspaper

Sabtu, 06 Juli 2013

Pethi dan Gasta

     
  Di suatu perkotaan terdapat seorang wanita bernama Pethi yang sedang kuliah di ITB. Sebenarnya dia bukan asli dari Bandung tapi dari Yogjakarta. Pethi belum banyak mengerti tentang kota Bandung. Kota yang terkenal dengan "Paris Van Java" , pohon pinusnya dan kebun tehnya yang terhampar indah.
        Suatu saat, ketika Pethi di utus oleh dosennya untuk membuat penelitian tentang Seni Rupa di Indonesia. Ia awalnya menolak, karena Pethi harus pindah ke Bogor beberapa hari. Sedangkan Bandung saja dia belum mengerti apalagi Bogor, Pethi merasa bingung untuk mengambil keputusan tersebut.
        Beberapa hari kemudian. Akhirnya Pethi memutuskan untuk menerima tugas penelitian tersebut agar nilai kuliahnya bertambah baik dan dapat menjadi sebuah pengalamannya buat dirinya yang baru saja tinggal di Jawa Barat.
     
  Akhirnya hari pertama pun dimulai. Namun baru di hari pertama saja Pethi sudah bingung mau kemana meskipun dia sudah membawa peta Bogor yang selalu dia lihatnnya. Sampai akhirnya Pethi pun sampai di Istana Bogor. Ia merasa lelah dan ia menangis di bangku taman sekitar istana tepatnya di sekeliling rusa rusa disana.
       
       
Pethi akhirnya menumpahkan air matanya di bangku tersebut karena dia sudah bingung akan berbuat apa dan akan kemana. Namun tiba-tiba ada seorang pria berpostur tinggi, memakai kemeja datang mengahmpirinya dan memberikan sebuah sapu tangan kepada Pethi dan meminta agar Pethi menghapus air matanya. Ternyata pria itu menguping omelan Pethi yang sudah lelah mau berbuat apa. Setelah pria itu memberinya sapu tangan, lalu dia berkata :
          " Maaf jika aku menguping omelanmu. Tapi jika aku boleh saran, sebaiknya kamu mencoba untuk terbiasa dengan semua ini. Nikmatilah bahwa ini rekreasi kamu di kota Bogor ini. Dengan begitu kamu pasti akan menikmatinya dan akan dengan mudah menemukan hasil dari tugas kamu itu."

           Pethi pun menjawab pria tersebut :
          " He'em .... terima kasih ya atas sarannya "

Pria itu tiba-tiba mengulurkan tangannya dan berkata :
           " Oh iya... kita belum berkenalan. Aku Gasta. "
Pethipun menjawab :
           " Aku Pethi ... (berjabat tangan dengan Gasta)

Setelah percakapan tersebut Pethi pun berpamitan dan bergegas pulang.

              Hari berganti demi hari. Setelah beberapa hari berlalu dari kejadian tersebut. Pethi pun mendengarkan saran Gasta dan mencobannya. Ternyata saran Gasta itu benar. Pethi pun merasa senang. Akhirnya sedikit demi sedikit tugas penelitiannya tersebut dapat terselesaikan.
           
Malam hari di kamar kost Pethi

           

 Karena saran dari Gasta berhasil. Pethi menjadi sering memikirkan Gasta dan mencoba untuk mengucapkan terima kasih kepadanya. Tapi apa daya , itu tidak mungkin. Hingga Pethi pun sering memimpikan Gasta. Menurutnya Gasta adalah seorang yang berjasa dalam hidupnya dan Pethi pun berharap agar ia dapat bertemu Gasta kembali.
             
Mimpi itu terkabulkan

             
Saat Pethi berada di Prasasti Batu Tulis tepatnya saat dia mencatat di sebuah note yang dia bawa. Ternyata dari belakang ada Gasta yang menyapanya. Pethi pun kaget saat dia berbalik badan ternyata ada Gasta yang ada di depannya. Pethi kaget dan hanya tersenyum kepada Gasta.

               Pethi dan Gasta akhirnya mengobrol di sebuah kedai dekat Prasasti Batu Tulis tersebut. Pethi akhirnya lebih mengenal Gasta. Ternyata Gasta adalah seorang seniman dan di pintar melukis. Sedangkan Gasta juga sangat senang bisa mengenal Pethi lebih dekat lagi hingga akhirnya mereka berbincang-bincang :

               " Pethi ... kemarin gimana saranku ? Berhasil kan ??? Pastinya ...." Kata Gasta
               " Hehe... iya makasih ya. Saranmu memang bener banget (senyum) " Jawab Pethi
               " Kalau berhasil, gimana jika kita rayakan sekarang ? " Kata Gasta
               " Maaf ta, Kalau sekarang nggak bisa .... Lain kali aja." Kata Pethi

Namun sejenak dari percakapan tersebut :

               " Bagaimana jika nanti malam ? Kamu bisa kan ... " Kata Gasta
               (malu) " Bisa ... oke kalau begitu . Sahut Pethi

Setelah pembicaraan tersebut, Pethi bergegas untuk pulang. Namun sesuatu hal terjadi ....

               
 Tiba - tiba Gasta menarik tangan Pethi dan Sontak Pethi kaget dan ia langsung berbalik arah mencoba untuk melepas tarikan tangan Pethi dan Gasta pun berkata :

                " Maaf, bukan maksudku untuk tidak sopan terhadapmu , Pethi. Kamu lupa ya, kalau kita nanti malem ketemuan terus gimana cara aku hubungin kamu hayoo ?? " Kata Gasta.
                " Oke .... O .. Iya ya. Maaf ya .... Nomer kamu berapa ?? " Kata Pethi
                " Catat ya .... 085257415581 . Sip .... (senyum) oke kalau begitu. Beres kan ...." Kata Gasta
                " Hehe.... iya . Aku pamit dulu ya ...." kata Pethi.
                " (sambil melaimbaikan tangan dan teriak) nanti aku sms tempatnya dimana dan aku jemput ... "

Malam pun terasa cepat sekali

             
 Gasta akhirnya menjemput Pethi di kostannya dengan menggunakan vespa unik. Pethi senang sekali dengan kedatangan Gasta. Ia dan Gasta akhirnya menuju tempat makan untuk merayakan keberhasilan saran dari Gasta tersebut. Disana mereka bercerita, bercanda dan mengeluarkan semua unek-unek mereka sambil tertawa lepas.
                Hingga sampai di ujung obrolan. Gasta memberikan sebuat secarik kertas kosong kepada Pethi. Pethi pun bingung mengapa dia memberikan sebuah kertas kosong. Namun Gasta akhirnya menjelaskannya :



                " Gasta .... kertas apa ini ? Kenapa kamu memberikan aku kertas kosong ?? " kata Pethi
                " Pethi .... coba kamu dekatkan kertas itu ke lilin :D " jawab Gasta
             
Pethi akhirnya mendekatkan secarik kertas tersebut ke sebuah lilin. Dan ternyata terdapat sebuah tulisan menyala di kertas tersebut. Dan itu bertuliskan " I Love You "

Seketika Pethi terdiam dan tidak ada satu kata pun terucap dari bibirnya
Gasta akhirnya menjelaskan arti dibalik semua ini :

                  " Iya Pethi ... aku menyukaimu. Aku hanya ingin mengutarakannya padamu. Hanya itu . "

Ternyata kertas tersebut di tulis dengan sebuah lilin yang akhirnya membuat tulisan tersebut tidak terlihat jika tidak dengan cahaya.

Pethi pun menjawab :

                   " Hmm... gak papa kok. Tapi makasih sebelumnya untuk semua ini "

Persembahan Gasta berakhir sampai disini. Gasta mengantarkan Pethi pulang dan mencoba untuk menghangatkan suasana. Karena Pethi setelah kejadian itu menjadi diam dengan Gasta .
                 
  Keesokan harinya saat matahari menyapa dari ufuk timur. Pethi pun mencoba untuk melanjutkan penelitian Seni Rupa nya tersebut. Namun sebelum itu ... ia mengirim pesan kepada Gasta. Dan isi pesan tersebut adalah ...... Pethi mencoba untuk mengenal lebih dekat lagi dulu dengan Gasta. Karena ia merasa bahwa pertemuan mereka baru terbilang belum lama.
                   Ternyata tanggapan Gasta berbeda dari pemikiran Pethi sebelumnya. Ternyata Gasta menerima jawaban dari Pethi tersebut dan berusaha baik dengan Pethi kembali.
                 


Hari berganti demi hari ....
Masalah pun datang melanda persahabatan mereka

                   Pethi melihat Gasta duduk bersantai dengan seorang wanita. Meskipun Pethi dan Gasta hanya berteman tapi Pethi masih mengharapkan Gasta. Hingga akhirnya Pethi mencoba untuk meminta penjelasan kepada Gasta tapi Gasta hanya diam dan sikapnya menunjukan bahwa dia meng iya kan ada hubungan antara dia dengan wanita tersebut.

Sedangkan Gasta hanya tertawa dengan sikap Pethi dan mencoba menggoda Pethi seperti ini :

                   " Kamu cemburu kan ?? " kata Gasta
                   " Ngg... nggak kok. " jawab Pethi

                   Sebenarnya wanita itu adalah adek kandung Gasta yang baru saja pulang dari kuliahnya di Surabaya. Pantas jika Gasta sangat sayang sekali dengan adeknya hingga akhirnya terlihat mesra oleh Pethi.
                   Kemarahan Pethi akhirnya semakin memuncak dengan sikap Gasta yang selalu memanasinya. Namun melihat sikap Pethi yang semakin memuncak akhirnya Gasta menjelaskan hal tersebut kepada Pethi. Dan akhirnya Pethi pun mengerti dan senang.
                 

                     Dengan selesainya masalah tersebut. Akhirnya Gasta mencoba kembali untuk mengutarakan perasaannya kepada Pethi. Dan kali ini Pethi menjawab bersedia untuk menjadi kekasil Gasta. Mereka akhirya merayakan jadiannya tersebut dengan bernyanyi dan melukis sebuah seni rupa karena mereka adalah pasangan seniman. :D
                     Sedangkan tugas penelitian tenang Seni Rupa Indonesia akhirnya mereka kerjakan bersama sambil meluangkan waktu mereka untuk bersama. Karena Gasta sangat mengerti tentang materi yang sedang di jadiakan tugas oleh Pethi. Dan hasilnya pun akhirnya memuaskan dan Pethi mendapat nilai yang baik dan pengalaman yang tak pernah ia lupakan.
                 



             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar