Hujan angin melewati pesisir pantai yang sejuk dikerumuni banyak pepohonan rindang yang amat menenangkan hati para pelancong semuanya. Disana terlihat seorang gadis cantik berkepang satu duduk di bawah pohon dengan membawa sebuah kertas putih berukuran A4 dan sebuah pena yang sedang dipegangnya. Terlihat seluruh pemandangan bak dunia yang tak ingin menyingkirkannya dan menjauhkannya dari pesona alam yang menunjukan sisi baiknya kepadanya. Gadis itu menikmati tiupan angin semilir, desiran ombak dan suasana yang hanya terdapat di pulau tersebut. Pulau yang penuh dengan kisah indah yang tidak akan pernah ia lupakan. Pulau yang selalu damai dan makmur dan tak ada yang menandingi keindahan pemandangannya. Gadis itu melukiskan seluruh perasaannya di dalam sebuah kertas tersebut sambil tersenyum simpul di depan pemadangan yang sedang tersenyum itu. Gadis itu membayangkan.. Apakah dia dapat menemukan hal tersebut di tempat lain ?? Jawabnya tidak mungkin. Karena seluruh kisahnya sudah tertampung di pulau ini. Pulau kecil dengan sebagian penghuni yang ramah dengan adat yang terjaga sampai sekarang. Ya .... Pulau ini bernama Pulau Moyo. Hmm... Rasanya tidak akan pernah tergantikan.
Dan disaat semuanya telah dinikmati, Gadis yang bernama Wena ini tiba-tiba murung dan meletakan penanya di atas pasir putih pantai tersebut. Dia teringat, bahwa besok dia harus pergi dari pulau itu karena harus melanjutkan sekolahnya di pulau Jawa. Rasanya tidak ingin melewatkan sedetikpun hari-hari di pulau Moyo ini. Tapi semua ini demi masa depan Wena dan keluargannya. Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Wena ingin membuktikan, bahwa dia bisa dan akan mewujudkan impian keluarganya yang terpendam. Keinginan sudah lama diimpikan oleh orang tuanya. Dapat menaikan haji kedua orang tuanya ke tanah Suci. Sungguh mulia sekali impian seorang Wena ini.
To Be Continue ....
#BeautifulGirl-CB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar