Terima kasih telah menjadi kawan selama delapan tahun terakhir ini. Rasanya waktu begitu cepat berlalu. Dulu kita masih sangat belia dan sekarang sudah menginjak dewasa. Segala perhatian, tutur kata dan tindak tandukmu membuatku belajar. Tidak semua orang bisa mengerti watak ku. Tidak semua orang menerima kekuranganku. Tak perlu dengan perkataan secara langsung, dari situlah aku tahu bahwa tindakanlah yang mengartikan segalanya.
Semua kebaikan dan kesabaran hatimu sungguh luar biasa dan tak perlu diragukan lagi. Meskipun baru kusadari enam tahun belakangan ini. Dan aku memahami itu. Memahami hasil dari tindakanku yang selalu membuat hatimu kecewa.
Maaf, mungkin beribu maaf ku ini tak ada artinya di matamu. Kau memang pantas untuk melakukan itu. Aku salah dan terlambat. Sedangkan waktu terus saja berjalan. Segala tindakan memang perlu difikirkan sebelum melakukannya. Dan smoga itu menjadi awal perubahan ku untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Kawan ... tidakah kau tahu. Bahwa kau sangat teristimewa. Ada sesuatu yang membuatmu berbeda dari yang lain dan sulit untuk dibandingkan. Meskipun aku tahu, kekurangan selalu ada. Namun kelebihan mu dapat menutupi itu.
"Satu Kota Beda Negara" itulah ungkapan yang bisa aku utarakan saat ini. Dekat atau pun jauh, saat ini aku tak bisa membedakannya. Tak saling bicara, hanya saling mengungkapkan. Tak saling bertemu namun saling merindukan. Dekat... memang dekat. Kita dalam satu kota yang sama namun terasa jauh. Jauh dalam hal menjalin silaturahmi antar teman.
Aku yakin kita akan bertemu. Tapi hanya waktulah yang dapat menentukan. Tak ada yang tidak mungkin. Segala sesuatu bisa terjadi. Walau hanya bertemu dalam doa.
@Melodydalampuisi - Panji Ramdana
Dari aku yang selalu mengagumi kebaikan hatimu.
Maaf jika aku harus berkata seperti ini. Kamu, jangan terlalu baik kepadaku. Jika kamu bertanya mengapa, itu karena jika kamu baik padaku dan kemudian suatu saat berhenti. Itu akan membuat segalanya sulit bagiku. Karenanya berbuat sewajarnyalah untuk saat ini. Percaya akan ketetapan- Nya.
Satu pintaku, jagalah selalu kesehatanmu yang sangat berharga bagiku. Mungkin ku tahu apalah arti kekhawatiranku pada dirimu. Karena dirimu adalah salah satu doa yang kupanjatkan selalu.
Terima kasih atas kebaikan yang telah diberikan sejauh ini. Apapun yang terjadi, dirimu adalah sosok pelindung yang sangat luar biasa bagiku. Semoga kebaikan hatimu ini selalu ada dan tidak akan pernah mati.
#120916
Tidak ada komentar:
Posting Komentar