Newspaper

Newspaper

Kamis, 13 Oktober 2016

SATU (Sama - Sama Tahu)

         Pada akhirnya yang menjadi dasar adalah SATU. Iya Satu ... Sama samA TahU. Tak perlu berkata, tindakanlah yang menunjukan segalanya. Meskipun tindakan yang dilakukan dalam sebuah kiasan. Kembali lagi ke SATU. Apabila tak bisa berbuat sesuatu maka berkatalah. Apabila tidak bisa berkata, berdoalah ... Semua orang pasti memiliki karakter yang berbeda. Sedangkan kita tidak bisa memaksakan kehendak untuk sama satu dengan yang lain.
         Diam memang tidak menyelesaikan masalah. Diam yang dimaksud disini dalam arti perkataan, namun apabila ditutupi dengan hal lain seperti tulisan yang mampu mengutarakan segalanya. Maka segala permasalahan akan terselesaikan sebagian. Sedangkan sebagian yang lain kita serahkan kepada Yang Kuasa.
         Kita tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya selain Sang Pencipta. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Berdoa .... iya berdoa. Berdoa dapat mengubah segalanya. Apapun yang kita inginkan, mohonlah kepada- Nya dengan sungguh - sungguh. Dengan begitu semoga apa yang kita inginkan dapat terwujud.
         SATU ... Sampai kapan ? Sampai kedewasaan menunjukan kepada kita. Kedewasaan pada dasarnya dapat menjadi sebuah dorongan pada diri kita. Arti dewasa disini bukan dilihat dari segi usia, melainkan dari kepribadian, tindakan maupun perilaku.
         Memang benar SATU begitu dasar dan susah untuk didiikat. Namun jika kepercayaan menjadi pegangan, segalanya akan terselesaikan sebagian kembali untuk kedua kalinya.
         Selain Sama samA Tahu , SATU disini dapat diartikan tunggal atau sendiri. Tunggal pada satu tujuan yang sedang dirintis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar