Newspaper

Newspaper

Kamis, 29 November 2018

Alogami AWAAM (Bagian 2)

          Setelah Gami mengkonfirmasi ke Alo semuanya terasa baik-baik saja. Tidak ada saling cek - cok dan saling adu gagasan hingga menimbulkan amarah yang terpendam namun sebuah penyesuaian dari diri masing-masing untuk saling menjaga ucapan agar tak terjadi perdebatan yang memicu pertengkaran.
          Alo ... dirinya perlahan mulai berubah. Meskipun Gami rasa prinsip mereka tetap bertolak belakang namun setidaknya Alo tak memaksakan dirinya untuk seprinsip dengannya. Alo cenderung mengikuti arus yang Gami berikan. Saat ini Gami cenderung diam dan merespon ketika Alo bertanya ataupun mencoba berbincang dengannya.
          Gami ... memiliki pedoman dan berpegang teguh pada pendiriannya. Benar saja Gami telah mengonfirmasikan ke Alo. Benar jika Alo mengatakan tak bermaksud lebih atas sikap yang ditujukan ke Gami tersebut dan perlu kalian tahu bahwa Gami memegang erat perkataan dan pernyataan yang diberikan Alo yang dikatakan Alo secara langsung kepadanya. Gami teramat bersyukur jika respon yang diberikan Alo demikian. Sebab memang lebih baik seperti itu untuk hubungan Alo dan Gami.

          Alo ... apakah kau jujur atau berpura - pura ?

          Nektar sahabat Gami sontak bergumam dan mengutarakan pendapatnya kepada sahabatnya tersebut. Nektar menegaskan kepada Gami jika Alo berbohong. Alo menyangkalnya. Alo tak ingin Gami menjauhinya jika Alo jujur padanya. Sedangkan Gami meyakinkan Nektar bahwa Alo jujur kepadanya.

Satu tahun berlalu tanpa pertengkaran kecil maupun besar

           Alo dan Gami tetap menjadi teman dan sahabat yang saling mendukung satu sama lain. Alo peduli kepada Gami begitupun sebaliknya. Alo selalu berada disisi Gami. Dimana ada Gami disitu ada Alo. Sebenarnya itu wajar-wajar saja. Namun ada sesuatu hal yang membuat Gami gundah kembali.
           Gami. Gami tiba-tiba teringatkan oleh pernyataan Nektar setelah pertengkaran diantara Gami dan Alo mulai terkikis untuk musnah. Sebab disaat mereka damai sikap Alo menjadi sangat peduli dengan Gami. Meskipun Gami tahu jikalau itu semata-mata bentuk kehati-hatian Alo agar pertengkaran tidak terjadi diantara mereka.

           Alo... mudah-mudahan perkataan yang kau utarakan benar-benar jujur dari lubuk hatimu.
          Sebab prinsip kita benar-benar bertolak belakang aku rasa. 

Mengapa Gami gundah gulana ?

            Pandangan tatapan. Semua gesture yang Alo suguhkan kepada Gami berbeda dari biasanya dan berbeda dari teman-teman pria yang tak ada rasa dengannya. Andai kalian tahu ketika Alo memandang Gami. Gami benar-benar seketika speechless ketika mendapat situasi tersebut. Gami tak pernah melihat padangan tulus dan teduh seperti itu sebelumnya. Pandangan tersebut mengisyaratkan sebuah permohonan agar Gami tidak lekas pergi dari pandangannya dan tetap berada disisinya. Tatapan itu benar-benar kuat dan teryakinkan. Sungguh membingungkan.

            Ada apakah gerangan ?

            Saat ini yang dilakukan Gami bersikap apa adanya menjadi diri sendiri tanpa ada yang ditutup- tutupi dari Alo. Seperti biasanya setiap harinya. Gami tak ingin menyakiti perasaan Alo jika memang kenyataannya Alo menyangkalnya.

             Dia akan menerima tak hanya kelebihan namun juga kekurangan yang ada pada dirimu. 
             Dia tak akan merubahmu sebab dengan apa adanya dirimulah awal dari dia mencintaimu.
         

Bersambung ....

Enam Hari dalam perbintangan Sagitarius
Holiday on Thrusday
College

Lastchild - Tak Pernah Ternilai
Anji - Berhenti di Kamu

3 komentar:

  1. Satu kesatuan yang sama, namun beda pandangan. Salah satu atau keduanya masih awam terhadap sesuatu yang ada. Tidak tahu apa harus dikata, apa harus diperbuat dan bagaimana mengawalinya. Waktu mungkin bisa mengatasinya, namun tak seharusnya seperti itu selamanya... Pernahkah terbersit akan hal ini sebelumnya wahai penulis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai penulis tentu saja pernah terbersitkan tentang hal itu sebelumnya.

      Hapus
  2. Terima kasih sekali atas respon tanggapan yang anda berikan.

    BalasHapus