Newspaper

Newspaper

Selasa, 25 Desember 2018

Alogami AWAAM (Bagian 5)

           Meski sebelumnya Gami telah menyimpulkan tentang sikap Alo. Namun tetap saja sesekali Gami berpikiran jika itu masih tidak mutlak tepat dan benar. Jujur, Gami sangat benci dengan keadaan ini. Karena dengan begitu Gami menjadi serba salah. Kegundahan tetap saja menyelimuti Gami. Sebab Gami merasa itu belum merupakan jawaban pastinya dan kebenaran yang konkrit dan telah diketok palu.

            Perlu engkau tahu, Alo. Kau meminta kepadaku agar diriku tak akan terbawa perasaan kepadamu dan aku mengiyakan nya. Oleh karena itu saat ini aku meminta juga kepadamu agar dirimu juga tak akan terbawa perasaaan kepadaku. 
                  
            Itulah perkataan yang ingin sekali Gami sampaikan kepada Alo. Namun Gami akan mengutarakannya hal tersebut kepada Alo diwaktu yang dirasa Gami tepat. Sebab dengan begitu Alo akan dengan mudah memahami maksud yang sebenarnya ingin disampaikan Gami secara rinci dan mendalam.
            Pernyataan itu merupakan sebuat perjanjian dan kesepakatan diantara Alogami agar semuanya jelas diantara keduanya. Karena dengan Gami memberikan perjanjian tersebut kepada Alo, maka segala pertanyaan yang ada dibenak Gami akan terjawab satu persatu. Baik itu Alo akan menyetujui atau pun tidak perjanjian tersebut.
            Kegundahan Gami saat ini sudah mencapai puncak. Menurutnya inilah cara terakhirnya. Semoga saja berhasil dan menemukan titik terang. Karena setiap tindakan dan cara yang tlah dilakukan Gami selalu berujung pertengkaran diantara mereka dan semakin menimbulkan kesalahpahaman yang semakin menumpuk bukan malah terkikis ataupun hilang.
            Saat ini Gami hanya menunggu waktu yang tepat. Sebelum waktu tepat itu datang, Gami akan tetap bersikap seperti biasanya dan tak akan sama sekali mencoba mematik amarah Alo. Gami akan mencoba mengikuti alur yang diinginkan Alo selagi itu tak bertentangan dengan sudut pandangannya.
            Biarlah Alo sendiri yang memulainya hingga waktu itu menjadi tepat untuk Gami mengutarakannya. Gami hanya tinggal menimpalnya kepada Alo. Dengan begitu Alo akan menyadarinya dengan sendirinya apa maksud Gami sebenarnya.
            Tujuan Gami hanya ingin keduanya saling memahami maksud dasar dari sikap yang saling mereka tujukan secara rinci. Agar tak ada pertengkaran dan kesalahpahaman lagi dan menghapus segala pertengkaran dan kesalahpahaman yang sudah lalu.

             Semoga waktu yang tepat itu segera datang (Harapan Gami dalam doa)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
             Inilah perbedaan pria dan wanita. Wanita selalu memikirkan hal-hal yang menurut pria tidak semestinya dipikirkan secara mendalam dan muluk. Meski telah diutarakan secara langsung namun jika sikap yang diberikan bertolak belakang dengan ucapan maka wanita akan tetap mencari kebenaran yang sesungguhnya.
            Pada intinya jika pria tak memberi kesempatan, tanda, dan pintu terbuka. Maka wanita tak akan terbawa perasaan. Sedangkan jika sudah terbawa perasaan maka akan sulit untuk disangkalnya jika tak ada bukti nyata.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung ...

Senin, 10 Desember 2018

Dahamu (Bagian 1)

           Maha begitu memahami dan mengerti keadaan Daha saat ini. Meskipun Maha tak pernah mengalami namun Maha ikut merasakan apa yang dirasakan Daha. Daha sosok yang dinilai sangat baik oleh seluruh keluarga Maha. Entah mengapa demikian, namun itulah kenyataannya.
            Maha baru saja mengenal Daha. Sekitar empat bulan belakangan ini. Awalan yang baik menurutnya.

Mengapa Maha berkenan mengenal Daha ?

             Maha berkenan mengenal Daha karena keluarga Maha. Keluarga Maha tak akan rela jika keluarganya mengenal sosok pria yang salah. Sosok pria yang bernama Daha ini memiliki track record yang baik. Selain itu alasan yang membuat Maha mengubah pandangannya adalah karena Daha begitu dewasa, perhatian, dan sayang kedua orang tuanya.
             Daha memiliki sikap pantang menyerah, dimana dirinya selalu bangkit saat terjatuh. Daha memiliki sikap bertanggung jawab, mengayomi, sopan dan santun kepada orang yang dituakan.
             Maha memahami jika Daha saat ini begitu berhati-hati mengenal seorang wanita. Selain dikarenakan usianya telah dewasa dan pastinya untuk saat ini dirinya ingin menemukan seorang wanita yang mau diajak untuk serius hingga ke jenjang pernikahan, juga Daha tak ingin terjatuh untuk kedua kalinya.
             Maha memiliki usia sembilan tahun lebih muda dari Daha. Oleh karena itu tak salah jika Daha sedikit ragu kepada Maha. Meskipun Daha juga telah sangat mengenal keluarga Maha namun pastinya Daha ingin meyakinkannya kembali. Sedangkan Maha berkeyakinan, jika memang Daha benar-benar sosok yang tepat. Mengapa tidak ? Tak ada salahnya bukan.
             Perkenalan mereka berawal dari kegusaran sepupu Maha yang melihat saudaranya sudah terlalu lama sendiri dan Daha merupakan teman dari sepupu Maha. Bisa dikatakan sepupu Maha inilah yang menjadi Mak Comblang. Sepupunya tersebut menceritakan kepribadian Daha kepada Maha, selanjutnya ia menjelaskan juga kepribadian Maha kepada Daha hingga pada suatu hari Daha mencoba mengirimkan pesan kepada Maha untuk pertama kali.
             Pesan perkenalan Daha kepada Maha inilah menjadi awal permulaan mereka mengenal satu sama lain. Sejauh ini mereka hanya saling mengenal melalui pesan singkat dikarenakan jarak tempat tinggal keduanya begitu jauh.

Assalamualaikum 
Maha yah...
Perkenalkan, nama saya Daha
(Senyum pipi memerah)

             Perbincangan antara keduanya memang tidak begitu intens disebabkan kesibukan keduanya yang sangat padat. Namun Daha begitu peduli kepada Maha.

Selamat pagi
Selamat kuliah, selamat beraktifitas
Semangat 
(Otot)

             Daha pernah menghilang tak ada kabar selama dua bulan. Menghilangnya Daha tersebut pernah membuat Maha berpikiran jika Daha ternyata tidak berkenan mengenal Maha kembali. Namun ternyata Daha kembali. Walau perbincangan mereka begitu singkat. Setidaknya Daha mengabarkan bahwa dirinya ada walau tak selalu ada.
             Daha dan Maha, mereka belum pernah bertemu secara langsung. Namun Daha akan mengusahakan pertemuan itu jika moment nya tepat. Maha hanya bisa berharap kepada Sang Ilahi jika ia diperkenankan untuk bisa mengenal Daha secara nyata.

Apakah Daha akan bertemu dengan Maha secara langsung ?

Bersambung ... 

Brisia Jodi - Seandainya

Alogami AWAAM (Bagian 4)

Sesungguhnya yang terbawa perasaan ini siapa ? aku ataukah kamu ? Tegas Gami dalam hatinya

Gami benar-benar tak mengerti dengan Alo kawannya. Sebab Gami rasa Alo tak memiliki pendirian yang tetap. 

            Awal pertemuan Alo dan Gami begitu indah. Pertama kali mereka berbincang, tanpa disadari dua jam telah dilalui hingga selanjutnya mereka saling kagum satu sama lain. Namun kenyamanan itu tak berlangsung lama sebab disaat mereka sudah mulai saling mengetahui kepribadian temannya tersebut ternyata ada dua hal yang membuat Gami menjadi illfeel. Pertama, Alo sesekali memiki kepribadian baru yang sangat berbeda saat awal bertemu dimana perbedaan itu tidak secara bertahap namun seketika langsung secara total. Gami merasa jika saat ini Alo memiliki sudut pandang yang berbeda dimana sangat bertentangan sekali dengan sudut pandang Gami. Sedangkan Alo sangat bersikukuh bahwa sudut pandangnya benar dan memaksa Gami untuk menyetujui sudut pandangnya tersebut. Dan … andai kalian tahu. Gami bukan tipe perempuan yang mudah digoyahkan. Dia tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Sekali tidak tetap tidak. Selagi menurut Gami pendapat tersebut tidak masuk di akal. Alasan kedua adalah karena Alo tak memiliki pendirian alias plin – plan. Mengapa Gami menyimpulkan demikian ? Pasti ada sebabnya.

Coba saja kalian resapi 

            Alo susah memiliki teman perempuan yang tahan lama atau awet. Gami merupakan teman wanita yang bisa dikatakan bertahan lama bisa berteman dengan Alo. Dengar- dengar alasannya karena Gami tidak pernah terbawa perasaan oleh Alo yang notabennya banyak yang mengidolakannya (Kata Alo secara langsung kepada Gami). Alo memang sosok pria yang risih jika ada teman perempuan yang centil menggodanya.
            Alo sangat peduli dengan Gami. Gami pun demikian. Teman-teman mereka banyak yang berpikiran jika Alo menyukai Gami. Namun dengan keras Gami membantah jika itu salah, sebab Alo pernah mengatakan sendiri kepada Gami secara langsung jika dia tak akan menyukai temannya sendiri. Oleh karena itu Gami merasa biasa saja jika Alo bersikap seperti itu. 
            Jika orang tidak memahami kebenarannya dan tidak mengonfirmasi atau menanyakan kepada mereka berdua atas sikap  yang ditunjukkan Alo kepada Gami pasti mereka akan salah paham. Gami benar-benar tidak merasa baper kepada Alo. Namun terkadang tiba-tiba Gami merasa bahwa Alo lah yang baper kepadanya. Meski itu hanya firasat kecil yang terkadang muncul juga saat banyak teman-teman Gami memojokkannya.  

Mengapa ?? 

            Jikalau tak ada rasa, ketika Gami bercerita tentang teman laki-laki yang Alo tidak kenal seharusnya dirinya merespon dengan sewajarnya. Namun Alo bersikukuh ingin tahu. Selain itu saat Gami  mengobrol dengan banyak temannya, tiba-tiba Alo datang dan menyingkirkan teman-teman Gami agar ia bisa duduk dan mengobrol dengan Gami tanpa menggubris jika itu adalah sikap yang salah dan tidak sopan. 
            Setiap Gami mencoba sejengkal saja menguji Alo mengenai hal ini dengan merespon dan peduli kepadanya lebih. Semuanya selalu berujung menjadi pertengkaran yang hebat diantara keduanya. Sebab Alo tidak bisa menempatkan diri dalam bersikap, berbicara dan menghargai Gami sebagai temannya hingga membuat Gami malu dan dicap buruk oleh temannya. Alo begitu hiperbola dalam perkataannya. Tak hanya sekali saja namun sudah dua kali dia bersikap seperti itu kepada Gami. Mungkin dia menganggap itu sebagai guyonan untuk menunjukkan rasa gembiranya di depan Gami. Namun untuk sikap yang pertama tersebut benar-benar salah dan dikaterogikan Gami fatal. Sedangkan yang kedua masih bisa dimaklumi dimana Gami mencoba membalikkan omongan tersebut hingga membuat Alo lah yang menanggung malu. Sesungguhnya tidak ada yang salah dalam hal ini. Hanya saja dari Alo maupun Gami selalu memiliki pandangan dan persepsi yang saling bertolak belakang sehingga saling salah memahami yang dimaksudkan sebenarnya dari seorang temannya tersebut. Jika Alo mengganggap itu serius, Gami menangkap sebaliknya. Jika Alo menggapan itu sekedar gurauan, Gami pun menangkap sebaliknya.
          Hingga setelah beberapa hari Gami mencoba mengartikan segalanya. Persepsi awal Gami tentang Alo pada akhirnya menjadi gugur, musnah, dan runtuh hilang seketika. Sebab setelah Gami mencoba memahami Alo semua itu menjadi terjawab dengan jelas dan rinci. Alasan Alo bersikap seperti itu kepada Gami dikarenakan Alo menemukan teman yang benar-benar dia rasa nyaman dan nyambung. Tanpa perlu menghawatirkan bahwa Gami akan baper kepadanya. Gami benar-benar tidak seperti teman- teman wanita Alo yang lain dimana setiap Alo baru saja mencoba menyapa dan berkenalan dengan mereka, mereka langsung responsif dan terbawa perasaan dengan sikap yang Alo berikan kepada mereka. Atau bisa dikatakan jika Gami telah lulus uji kebaperan dari Alo. Mulai perhatian yang wajar hingga tak wajar telah dilewati Gami dengan mulus dimana dia tak sama sekali terbawa perasaan kepada Alo. Apapun bentuk perhatian Alo kepada Gami itu hanya curahan kenyamanan sebagai teman lawan jenis yang tanpa sungkan dan dengan sangat lepas Alo bisa meluapkan secara lugas kepada Gami. Oleh karena itu Alo merasa tak perlu khawatir, merasa terbebani, dan merasa akan menimbulkan masalah pada akhirnya saat dia bersikap baik dengan Gami. 
          Pada intinya sebenarnya Alo hanya ingin memperoleh teman yang nyaman bagi dirinya tanpa adanya perasaan baper yang akhirnya ditimbulkan diantara mereka. Teman yang bisa memahami dirinya, mengingatkan dirinya jika dirinya melakukan kesalahan, saling bercanda satu sama lain dan masih banyak lagi tentunya. 
         Oleh karena itu sebagai sosok yang ingin berteman dengan Alo khususnya sebagai teman wanita dan mengharapkan bisa awet dan bertahan lama. Sebaiknya jangan terlalu terbawa perasaan kepada teman lawan jenis kalian. Bersikap sewajarnya saja. Jika memiliki perasaan kepadanya, sebagai wanita sebaiknya disimpan dalam hati terlebih dahulu. Sebab jika dari pihak pria tidak mengatakan atau menyatakan sesuatu hal yang serius. Maka jangan terbawa perasaan terlebih dahulu kepadanya. 

Bersambung ...

Kamis, 06 Desember 2018

Alogami AWAAM (Bagian 3)

          Alo ...
          Sepintas saja namun memiliki arti yang mendalam

          Di hari yang begitu cerah meskipun seharusnya di bulan-bulan seperti ini muncul awan mendung atau sekedar gerimis atau bisa jadi hujan deras disertai petir menggelegar. Cerah yang disuguhkannya ini menambah semangat Gami untuk beraktivitas.
          Berjalan kaki merupakan salah satu kegemaran Gami. Selain berolahraga, berjalan juga membuat rasa dan jiwa menjadi tentram. Sebab di perjalanan tersebut Gami bisa melihat pemandangan dan aktivitas yang terjadi di sekitarnya. Mulai dari daun dan bunga yang berguguran, penjual koran yang berusaha menjual dagangannya dan masih banyak lagi.
          Setelah aktivitas yang Gami lakukan hari ini berakhir. Gami memutuskan kembali ke rumah. Namun di perjalanan ia pulang :

          Pandangan dan tatapan itu kembali lagi untuk kedua kali menghampiri. Perasaan Gami semakin resah dan gundah mengguncang sanubari. Kali ini dalam situasi yang berbeda dimana Gami berjalan kaki sambil melihat pohon-pohon yang ada disekelilingnya menuju rumah, sedangkan dari arah pukul 06.00 pagi atau 11.30 siang dengan jarak sekitar 100 meter dari Gami, Alo menaiki motor dan melaju dengan kecepatan 10 km/jam menuju pintu keluar.
          Dan tiba-tiba tanpa disengaja dan direncakan... benar-benar tepat di detik yang sama arah pandangan mereka berdua pun sama yaitu tertuju pada mata. Alo menatap mata Gami dari kejauhan begitupun Gami. Tepat di detik itu juga, ketika Alo mendapat respon balik yang serupa ia langsung melambaikan tangannya, membungkukkan badannya, menundukkan mukanya dan memberikan sesimpul senyuman kepada Gami sambil berlalu. Sedangkan Gami dengan refleks membalas lambaian tangan tersebut dan melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah.
               
Namun tiga menit kemudian :

Tak biasanya dia berani menyapaku. Apalagi melambaikan tangannya sambil tersenyum begitu. (Gumam Gami)

           Pertemanan Alogami memang terkesan kompleks namun begitu unik. Sebab ketika Alo dan Gami diberikan kesempatan untuk saling mengobrol satu sama lain mereka seperti tidak ada jarak sejengkal pun hingga beberapa teman yang lain sangat iri dengan kedekatan mereka.

          Namun andai dan perlu kalian tahu. Sedekat-dekatnya mereka berdua ketika mengobrol begitu berbanding terbalik sekali saat mereka berdua bertemu dan berpapasan. Sebab setiap kali mereka berdua awal bertemu dan berpapasan entah di jalan atau dimanapun, mereka saling acuh.

          Nektar pernah berkata,
          Pertemanan Alogami sangat dikagumi banyak orang karena mereka tanpa ada rasa sungkan berani secara langsung mengoreksi kesalahan temannya tersebut. Namun permasalahan yang begitu butuh koreksian diantara mereka malah terabaikan karena dianggap begitu sepele. Permasalahan atas alasan mereka tak saling sapa jika bertemu dan berpapasan secara langsung.

          Nektar pernah berkata,

          Hehehe.... lucu mereka ini. Saling ingin sapa tapi keduanya gengsi nya nggak ketulungan.

          Gami pernah mengutarakan alasannya tersebut kepada Nektar. Dikatakannya bahwa sebenarnya dia ingin sekali menyapa Alo terlebih dahulu. Namun setiap kali Gami melihat respon awal Alo yang begitu acuh (wajah tak bersahabat), niat Gami untuk menyapa menjadi musnah meskipun Gami tahu jika itu merupakan tindakan yang tidak baik dan alasan yang begitu klise. Selain alasan itu, Gami juga memiliki alasan kedua yang menguatkan alasan pertamanya. Gami pernah memiliki pengalaman dimana ketika dia menyapa salah seorang teman cowok yang sebelumnya pernah basa-basi dengannya namun ketika disapa dia berpura-pura tidak mengenali Gami. Oleh karena itu, sejak saat itu Gami selalu melihat respon awal dari orang yang Gami ingin sapa terlebih dahulu.
          Sedangkan dari pihak Alo saat ditanya oleh Nektar, dirinya memberikan alasan yang sangat mencengangkan. Jawaban itu sungguh diluar ekspektasi seorang Nektar.

          Ya beginilah sifat dan karakterku, Tar. Mohon dimaklumi ya ... tergantung dengan suasana 
          hati. Moody an lebih tepatnya.

          Saat Nektar menceritakan hal tersebut kepada Gami, Gami tertawa terbahak-bahak. Sebab baru kali ini dia menemukan seorang teman pria dimana menyapa seorang teman tergantung dengan suasana hati. Oleh karena alasan tersebut, sejak saat itu Gami tak pernah menyapa Alo terlebih dahulu begitupula dengan Alo.


Dia benar-benar menyapaku terlebih dahulu?
             
          Gami merasakan gesture yang berbeda dari Alo. Meskipun sikap dan kejadian tersebut terkesan biasa saja dan memang wajar dilakukan. Namun sikap itu benar-benar tidak dibuat-buat oleh Alo dan teraplikasikan secara natural dan nyata. Gami merasa bahwa sikap yang diberikan Alo refleks dari dalam benak dan dirinya. Sebab di detik yang sama pula, tepat di belakang Alo terdapat teman Alogami bernama Putik yang juga tercengang melihat sikap Alo yang demikian. Putik berhenti sejenak saat melihat kejadian itu dan menatap Alo maupun Gami secara bergantian (Tatapan tercengang).

Mengapa, Alo ? Mengapa demikian ?

Alo berhak bersikap seperti itu kepada siapapun termasuk Gami. Sedangkan Gami tak boleh memaksakan Alo untuk tidak bersikap demikian kepadanya.

Pada dasarnya, sebelum adanya ikatan antara keduanya dimana terdapat kesepakatan tentang hal tersebut. Maka semua orang berhak bersikap seperti itu kepada siapapun tanpa terkecuali. Terikat pun tak boleh hingga erat-erat. Sebab jika begitu erat segalanya akan menimbulkan debat.

Meskipun Alo telah berkata tidak dari mulutnya. Namun tak menutup kemungkinan jika ternyata sebaliknya. Sebab perkataan dari bibir bisa saja berdusta. Sedangkan hati tidak.

Bersikap sewajarnya diiringi saling mengenal kepribadian masing-masing tak ada salahnya.
Sebab kita tidak akan ada yang tahu kedepannya.

Se bersikerasnya pun alasan yang didasarkan pada perbedaan prinsip yang ada.
Jika Sang Pencipta berkenan apa mau dikata.

Oleh karena itu biarlah mengalir apa adanya.
Berteman sebanyak-banyaknya.
Membuka pandangan seluas-luasnya.

Bersambung ...

Dudy Oris - Aku yang Jatuh Cinta