Newspaper

Newspaper

Senin, 10 Desember 2018

Alogami AWAAM (Bagian 4)

Sesungguhnya yang terbawa perasaan ini siapa ? aku ataukah kamu ? Tegas Gami dalam hatinya

Gami benar-benar tak mengerti dengan Alo kawannya. Sebab Gami rasa Alo tak memiliki pendirian yang tetap. 

            Awal pertemuan Alo dan Gami begitu indah. Pertama kali mereka berbincang, tanpa disadari dua jam telah dilalui hingga selanjutnya mereka saling kagum satu sama lain. Namun kenyamanan itu tak berlangsung lama sebab disaat mereka sudah mulai saling mengetahui kepribadian temannya tersebut ternyata ada dua hal yang membuat Gami menjadi illfeel. Pertama, Alo sesekali memiki kepribadian baru yang sangat berbeda saat awal bertemu dimana perbedaan itu tidak secara bertahap namun seketika langsung secara total. Gami merasa jika saat ini Alo memiliki sudut pandang yang berbeda dimana sangat bertentangan sekali dengan sudut pandang Gami. Sedangkan Alo sangat bersikukuh bahwa sudut pandangnya benar dan memaksa Gami untuk menyetujui sudut pandangnya tersebut. Dan … andai kalian tahu. Gami bukan tipe perempuan yang mudah digoyahkan. Dia tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Sekali tidak tetap tidak. Selagi menurut Gami pendapat tersebut tidak masuk di akal. Alasan kedua adalah karena Alo tak memiliki pendirian alias plin – plan. Mengapa Gami menyimpulkan demikian ? Pasti ada sebabnya.

Coba saja kalian resapi 

            Alo susah memiliki teman perempuan yang tahan lama atau awet. Gami merupakan teman wanita yang bisa dikatakan bertahan lama bisa berteman dengan Alo. Dengar- dengar alasannya karena Gami tidak pernah terbawa perasaan oleh Alo yang notabennya banyak yang mengidolakannya (Kata Alo secara langsung kepada Gami). Alo memang sosok pria yang risih jika ada teman perempuan yang centil menggodanya.
            Alo sangat peduli dengan Gami. Gami pun demikian. Teman-teman mereka banyak yang berpikiran jika Alo menyukai Gami. Namun dengan keras Gami membantah jika itu salah, sebab Alo pernah mengatakan sendiri kepada Gami secara langsung jika dia tak akan menyukai temannya sendiri. Oleh karena itu Gami merasa biasa saja jika Alo bersikap seperti itu. 
            Jika orang tidak memahami kebenarannya dan tidak mengonfirmasi atau menanyakan kepada mereka berdua atas sikap  yang ditunjukkan Alo kepada Gami pasti mereka akan salah paham. Gami benar-benar tidak merasa baper kepada Alo. Namun terkadang tiba-tiba Gami merasa bahwa Alo lah yang baper kepadanya. Meski itu hanya firasat kecil yang terkadang muncul juga saat banyak teman-teman Gami memojokkannya.  

Mengapa ?? 

            Jikalau tak ada rasa, ketika Gami bercerita tentang teman laki-laki yang Alo tidak kenal seharusnya dirinya merespon dengan sewajarnya. Namun Alo bersikukuh ingin tahu. Selain itu saat Gami  mengobrol dengan banyak temannya, tiba-tiba Alo datang dan menyingkirkan teman-teman Gami agar ia bisa duduk dan mengobrol dengan Gami tanpa menggubris jika itu adalah sikap yang salah dan tidak sopan. 
            Setiap Gami mencoba sejengkal saja menguji Alo mengenai hal ini dengan merespon dan peduli kepadanya lebih. Semuanya selalu berujung menjadi pertengkaran yang hebat diantara keduanya. Sebab Alo tidak bisa menempatkan diri dalam bersikap, berbicara dan menghargai Gami sebagai temannya hingga membuat Gami malu dan dicap buruk oleh temannya. Alo begitu hiperbola dalam perkataannya. Tak hanya sekali saja namun sudah dua kali dia bersikap seperti itu kepada Gami. Mungkin dia menganggap itu sebagai guyonan untuk menunjukkan rasa gembiranya di depan Gami. Namun untuk sikap yang pertama tersebut benar-benar salah dan dikaterogikan Gami fatal. Sedangkan yang kedua masih bisa dimaklumi dimana Gami mencoba membalikkan omongan tersebut hingga membuat Alo lah yang menanggung malu. Sesungguhnya tidak ada yang salah dalam hal ini. Hanya saja dari Alo maupun Gami selalu memiliki pandangan dan persepsi yang saling bertolak belakang sehingga saling salah memahami yang dimaksudkan sebenarnya dari seorang temannya tersebut. Jika Alo mengganggap itu serius, Gami menangkap sebaliknya. Jika Alo menggapan itu sekedar gurauan, Gami pun menangkap sebaliknya.
          Hingga setelah beberapa hari Gami mencoba mengartikan segalanya. Persepsi awal Gami tentang Alo pada akhirnya menjadi gugur, musnah, dan runtuh hilang seketika. Sebab setelah Gami mencoba memahami Alo semua itu menjadi terjawab dengan jelas dan rinci. Alasan Alo bersikap seperti itu kepada Gami dikarenakan Alo menemukan teman yang benar-benar dia rasa nyaman dan nyambung. Tanpa perlu menghawatirkan bahwa Gami akan baper kepadanya. Gami benar-benar tidak seperti teman- teman wanita Alo yang lain dimana setiap Alo baru saja mencoba menyapa dan berkenalan dengan mereka, mereka langsung responsif dan terbawa perasaan dengan sikap yang Alo berikan kepada mereka. Atau bisa dikatakan jika Gami telah lulus uji kebaperan dari Alo. Mulai perhatian yang wajar hingga tak wajar telah dilewati Gami dengan mulus dimana dia tak sama sekali terbawa perasaan kepada Alo. Apapun bentuk perhatian Alo kepada Gami itu hanya curahan kenyamanan sebagai teman lawan jenis yang tanpa sungkan dan dengan sangat lepas Alo bisa meluapkan secara lugas kepada Gami. Oleh karena itu Alo merasa tak perlu khawatir, merasa terbebani, dan merasa akan menimbulkan masalah pada akhirnya saat dia bersikap baik dengan Gami. 
          Pada intinya sebenarnya Alo hanya ingin memperoleh teman yang nyaman bagi dirinya tanpa adanya perasaan baper yang akhirnya ditimbulkan diantara mereka. Teman yang bisa memahami dirinya, mengingatkan dirinya jika dirinya melakukan kesalahan, saling bercanda satu sama lain dan masih banyak lagi tentunya. 
         Oleh karena itu sebagai sosok yang ingin berteman dengan Alo khususnya sebagai teman wanita dan mengharapkan bisa awet dan bertahan lama. Sebaiknya jangan terlalu terbawa perasaan kepada teman lawan jenis kalian. Bersikap sewajarnya saja. Jika memiliki perasaan kepadanya, sebagai wanita sebaiknya disimpan dalam hati terlebih dahulu. Sebab jika dari pihak pria tidak mengatakan atau menyatakan sesuatu hal yang serius. Maka jangan terbawa perasaan terlebih dahulu kepadanya. 

Bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar