Meski sebelumnya Gami telah menyimpulkan tentang sikap Alo. Namun tetap saja sesekali Gami berpikiran jika itu masih tidak mutlak tepat dan benar. Jujur, Gami sangat benci dengan keadaan ini. Karena dengan begitu Gami menjadi serba salah. Kegundahan tetap saja menyelimuti Gami. Sebab Gami merasa itu belum merupakan jawaban pastinya dan kebenaran yang konkrit dan telah diketok palu.
Perlu engkau tahu, Alo. Kau meminta kepadaku agar diriku tak akan terbawa perasaan kepadamu dan aku mengiyakan nya. Oleh karena itu saat ini aku meminta juga kepadamu agar dirimu juga tak akan terbawa perasaaan kepadaku.
Itulah perkataan yang ingin sekali Gami sampaikan kepada Alo. Namun Gami akan mengutarakannya hal tersebut kepada Alo diwaktu yang dirasa Gami tepat. Sebab dengan begitu Alo akan dengan mudah memahami maksud yang sebenarnya ingin disampaikan Gami secara rinci dan mendalam.
Pernyataan itu merupakan sebuat perjanjian dan kesepakatan diantara Alogami agar semuanya jelas diantara keduanya. Karena dengan Gami memberikan perjanjian tersebut kepada Alo, maka segala pertanyaan yang ada dibenak Gami akan terjawab satu persatu. Baik itu Alo akan menyetujui atau pun tidak perjanjian tersebut.
Kegundahan Gami saat ini sudah mencapai puncak. Menurutnya inilah cara terakhirnya. Semoga saja berhasil dan menemukan titik terang. Karena setiap tindakan dan cara yang tlah dilakukan Gami selalu berujung pertengkaran diantara mereka dan semakin menimbulkan kesalahpahaman yang semakin menumpuk bukan malah terkikis ataupun hilang.
Saat ini Gami hanya menunggu waktu yang tepat. Sebelum waktu tepat itu datang, Gami akan tetap bersikap seperti biasanya dan tak akan sama sekali mencoba mematik amarah Alo. Gami akan mencoba mengikuti alur yang diinginkan Alo selagi itu tak bertentangan dengan sudut pandangannya.
Biarlah Alo sendiri yang memulainya hingga waktu itu menjadi tepat untuk Gami mengutarakannya. Gami hanya tinggal menimpalnya kepada Alo. Dengan begitu Alo akan menyadarinya dengan sendirinya apa maksud Gami sebenarnya.
Tujuan Gami hanya ingin keduanya saling memahami maksud dasar dari sikap yang saling mereka tujukan secara rinci. Agar tak ada pertengkaran dan kesalahpahaman lagi dan menghapus segala pertengkaran dan kesalahpahaman yang sudah lalu.
Semoga waktu yang tepat itu segera datang (Harapan Gami dalam doa)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Inilah perbedaan pria dan wanita. Wanita selalu memikirkan hal-hal yang menurut pria tidak semestinya dipikirkan secara mendalam dan muluk. Meski telah diutarakan secara langsung namun jika sikap yang diberikan bertolak belakang dengan ucapan maka wanita akan tetap mencari kebenaran yang sesungguhnya.
Pada intinya jika pria tak memberi kesempatan, tanda, dan pintu terbuka. Maka wanita tak akan terbawa perasaan. Sedangkan jika sudah terbawa perasaan maka akan sulit untuk disangkalnya jika tak ada bukti nyata.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar