Bagaimanakah
keadaanmu, Daha ? Setelah dua hari berselang, dirimu kembali disepertiga malam.
Entah ... Ada apa gerangan ? Tak seperti biasanya dirimu demikian. Sempat
sejenak terperangah. Namun diri ini tak boleh terlalu berspekulasi ke segala
arah, kata Maha dalam benak.
Bertanya dan mengutarakan pendapat. Setelah
itu kembali menghilang sesaat dan tak lupa seperti biasanya mengakhiri
percakapan dengan senyum pipi memerah.
Maha sebenarnya sudah terbiasa dengan sikap Daha yang sering menghilang tanpa kabar lalu tiba-tiba muncul kembali. Namun kali ini jeda Daha menghilang sangat singkat dari biasanya. Bisa dikatakan berkala.
Sampai saat ini Daha dan Maha belum diperkenankan untuk bertemu secara langsung. Perawakan dan gaya bicara (intonasi) Daha pun Maha tak tahu secara spesifik. Maha hanya mendengar dari cerita kanan-kiri. Meski sebenarnya jika keduanya sungguh-sungguh ingin mewujudkannya, bisa saja dengan permulaan melalui video call.
Daha tipe orang yang sangat tertutup. Susah bagi Maha untuk mengetahui secara detail tentang Daha. Maha hanya mencoba mengikuti hembusan angin yang hadir. Maha tak mencoba untuk menghirupnya secara dalam-dalam. Secukupnya sesuai takaran.
Sesekali Daha mencoba mengetes kepribadian Maha. Meskipun tidak secara blak-blakan namun Maha memahaminya. Dalam hal ini Maha mencoba secara jujur menunjukkannya kepada Daha. Sebab Maha juga ingin mengetahui respon atau tanggapan yang sesungguhnya dari Daha jika kepribadian Maha demikian. Jujur bukan berarti menyakiti melainkan memberikan ruang untuk memahami dan mengerti.
Setidaknya Daha telah maju sejengkal dari sebelumnya. Walaupun teramat mungil hingga sulit tuk dilihat secara kasat mata. Tapi Maha sangat mengapresisasi setinggi-tingginya. Mengingat jika kali ini Daha memang teramat berhati-hati dan mencoba agar tak salah untuk kedua kalinya.
Maha tak ingin merubah jati dirinya. Maha berbeda, Maha tetaplah Maha. Jika memang tidak, tak mengapa. Sebab pada intinya terletak pada tujuan awalnya. Jika menginginkan demikian, maka carilah yang demikian. Bukan mencoba merubah menjadi demikian. Berpikiran jika kepribadian yang dirasa buruk menurut kita akan berubah suatu saat nanti bukanlah suatu hal yang tepat. Melainkan suatu pemikiran yang kurang tepat. Perubahan akan selalu ada, namun membutuhkan waktu yang cukup lama, proses panjang dengan perjuangan yang begitu besar. Baik untuk diri kita belum berarti baik untuk orang lain.
Bersambung ...
Maha sebenarnya sudah terbiasa dengan sikap Daha yang sering menghilang tanpa kabar lalu tiba-tiba muncul kembali. Namun kali ini jeda Daha menghilang sangat singkat dari biasanya. Bisa dikatakan berkala.
Sampai saat ini Daha dan Maha belum diperkenankan untuk bertemu secara langsung. Perawakan dan gaya bicara (intonasi) Daha pun Maha tak tahu secara spesifik. Maha hanya mendengar dari cerita kanan-kiri. Meski sebenarnya jika keduanya sungguh-sungguh ingin mewujudkannya, bisa saja dengan permulaan melalui video call.
Daha tipe orang yang sangat tertutup. Susah bagi Maha untuk mengetahui secara detail tentang Daha. Maha hanya mencoba mengikuti hembusan angin yang hadir. Maha tak mencoba untuk menghirupnya secara dalam-dalam. Secukupnya sesuai takaran.
Sesekali Daha mencoba mengetes kepribadian Maha. Meskipun tidak secara blak-blakan namun Maha memahaminya. Dalam hal ini Maha mencoba secara jujur menunjukkannya kepada Daha. Sebab Maha juga ingin mengetahui respon atau tanggapan yang sesungguhnya dari Daha jika kepribadian Maha demikian. Jujur bukan berarti menyakiti melainkan memberikan ruang untuk memahami dan mengerti.
Setidaknya Daha telah maju sejengkal dari sebelumnya. Walaupun teramat mungil hingga sulit tuk dilihat secara kasat mata. Tapi Maha sangat mengapresisasi setinggi-tingginya. Mengingat jika kali ini Daha memang teramat berhati-hati dan mencoba agar tak salah untuk kedua kalinya.
Maha tak ingin merubah jati dirinya. Maha berbeda, Maha tetaplah Maha. Jika memang tidak, tak mengapa. Sebab pada intinya terletak pada tujuan awalnya. Jika menginginkan demikian, maka carilah yang demikian. Bukan mencoba merubah menjadi demikian. Berpikiran jika kepribadian yang dirasa buruk menurut kita akan berubah suatu saat nanti bukanlah suatu hal yang tepat. Melainkan suatu pemikiran yang kurang tepat. Perubahan akan selalu ada, namun membutuhkan waktu yang cukup lama, proses panjang dengan perjuangan yang begitu besar. Baik untuk diri kita belum berarti baik untuk orang lain.
Bersambung ...
Dhyo Haw - Ada Aku Disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar