Newspaper

Newspaper

Senin, 25 Maret 2019

Dahamu (Bagian 4)

              Tidak seperti biasanya. Saat dan akhir-akhir ini Daha begitu intens. Berawal dari tiga bulan, dua bulan, satu bulan, satu minggu, tiga hari, dua hari kali, setiap hari, dan berujung beberapa kali. Entah mengapa tiba-tiba Daha yang pada awalnya sekedar berjalan, saat ini berlari menuju hati Maha.
             Berawal di bulan kedua minggu kedua lalu bulan ketiga minggu kedua. Daha memberikan sebuah pernyataan yang bisa dikatakan menjadi sebuah kesepakatan diantara keduanya. Kesepakatan tersebut membuat mereka dapat saling memahami dan menerima proses yang akan dijalani keduanya kedepan. 
           Tak saling mengekang, namun saling memberikan peluang. Membentangkan padangan seluas-luasnya. Mengenal kepribadian satu sama lain secara bertahap. Berdiskusi, bertukar pikiran, bergurau, saling peduli, dan memberi semangat adalah cara yang dilakukan keduanya. Berdiskusi inilah yang menjadi hal berbeda dari lainnya. Karena menurut Daha, tidak semua orang yang berbincang dengan dirinya bisa menyimak, membaca, menerima apa yang Daha pikirkan dan nggak semuanya bisa siap.
           Berdiskusi dengan Daha sangat membuat Maha bahagia. Karena sejak Daha hadir dihidupnya. Maha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Daha memberikan aura positif kepada Maha dimana dirinya membimbing Maha secara bertahap untuk menjadi wanita seutuhnya yang Daha idamkan. Maha menjadi senang berpikir kritis, mengutamakan penalaran, pandai berbicara dengan orang lain, percaya diri, tidak berpikiran negatif, mandiri, sederhana, apa adanya, dan tidak merendahkan orang lain. Selain itu, dari segi penulisan dan perkataan. Maha juga banyak belajar dari Daha dimana menulis jangan tergesa-tergesa (diusahakan jangan "typo"), menjawab harus ada dasar/ literatur, bahasa yang benar harus sesuai KBBI, jujur, dan memposisikan diri jika menjadi orang yang menerima pesan tersebut. 
           Daha sosok yang begitu dewasa, menyukai diskusi, peduli, perhatian, senang bercanda "tidak garing", penyemangat di waktu yang tepat, tidak mengganggu saat Maha sedang fokus dalam menuntut ilmu "tetap memberi semangat" , sederhana, hemat, sayang anak kecil, rendah hati, tanggung jawab, pekerja keras, sayang kedua orang tua, tidak suka menjatuhkan melainkan membimbing, sabar, pemberi motivasi, detail, dan terstruktur. 
           Sejauh ini kepribadian Daha tersebut membuat Maha "respect". Keduanya menjalaninya dengan nyaman tanpa terbebani satu sama lain. Bebas, tidak memuntut dan sudah saling mengerti resiko baik buruk, langkah dan sikap yang dilakukan untuk kedepannya. Jikalau memang Maha akan menjadi no satu, begitupun dengan Daha. Maka memang inilah yang dinamakan "soulmate".
           Uniknya dan indahnya. Daha dan Maha hingga saat ini masih belum bisa dipertemukan secara langsung. Mereka hanya bisa berbicang lewat pesan singkat. Telpon atau pun video call tidak pernah sama sekali mereka lakukan. Namun inilah yang membuat semakin penasaran diantara keduanya. 
           Daha memang yang selalu memulai pembicaraan awal keduanya. Maha mengapresiasi ke "gentle" an Daha. Karena tidak semua pria mau melakukan hal itu karena berbagai alasan. Bukannya Maha tidak ingin juga melakukan hal yang sama. Melainkan Maha sangat ingin melihat keseriusan Daha kepada dirinya. Daha yang harus menumbuhkan rasa cintanya terlebih dahulu kepada Maha. Sebab seorang pria tidak mudah jatuh cinta. Jika dia yang atau sudah mencintai seorang wanita, dirinya tidak mudah kelain hati. Jika dirinya tetap dirinya, itulah "pria sejati". Sedangkan wanita jika telah menemukan pria yang mencintainya, maka wanita tersebut bisa jatuh cinta kepada pria tersebut karena terbiasa. Bukannya wanita tidak boleh jatuh cinta. Melainkan jika pria tersebut juga sebaliknya mencintai wanita tersebut. Sungguh berbehagialah keduanya.
           Saat ini Daha dan Maha sedang menikmati setiap proses yang ada. Setidaknya mereka tetap saling mengingat walau hanya sekedar "terbersit" dan mendukung satu sama lain. Selalu hadir dan ada di waktu yang tepat. Saling menimbang, menilai, membandingkan, memahami, menerima, dan kemudian memutuskan. Segala tahapan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang saling membahagiakan.
          
Bersambung ...
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  -
Nagita Slavina - Menerka - nerka
Juicy Luicy - Tanpa Tergesa
 25/03

Tidak ada komentar:

Posting Komentar