Sesampainya di Pulau Jawa ... Pulau yang terkenal dengan keramaian penduduknya, ramah (katanya) dan tentu pulau yang selalu di idam-idamkan pergi kesana oleh kebanyakan orang yang tinggal di pedesaan ataupun luar pulau Jawa. Termasuk Weka yang tertegun melihat pulau Jawa yang sekarang ia pijaki. Dia tidak menyangka, jika pulau bisa disulap seperti miniatur mainan adeknya yang ada di rumah. Weka kira itu hanya impian belaka. Ternyata tidak, itu nyata dan sekarang ia sedang menatapnya. Banyak mobil berbaris, truk dan lain sebagainya. Menurut Weka yang sama hanyalah langit, awan, matahari dan cahaya yang selalu setia menemani perjalanannya kali ini.
Pulau Jawa memiliki banyak kota/kabupaten. Dan yang sekarang sedang Weka pijaki adalah kota Yogjakarta. Menurutnya kota Jogja sungguh kota yang damai, oleh karena itu dia memilih untuk sekolah di Jogja. Adat istiadat disana masih terpakai sampai sekarang, orang-orangnya sopan dan masih terdapat pantai yang bisa ia jumpai setiap saat untuk sekedar mengingat pulau aslinya yang sangat ia rindukan. Weka disana tinggal di rumah saudaranya. Rumah tersebut tepat di belakang Keraton Yogjakarta. Mengapa demikian ?? Karena saudaranya tersebut menjadi "Abdi Dalem" disana. Weka merasa senang sekali, ia dapat mengenal Jogja lebih dalam lagi. Ia pun mulai tertarik dengan Bahasa Jawa halus yang merupakan "pakem" disana. Beberapa bahasa pun ia pakai seperti "Monggo, Nyuwun Sewu, Ngapunten" .
Beberapa hari di Jogja membuat Weka menjadi bisa berbahasa Jawa. Dia menjadi semakin bangga dengan Indonesia. Teman-temannya pun juga menghormatinya meskipun Weka bukan asli orang Jawa. Wajah dan logatnya pun berbeda. Meksipun begitu, Weka tetap berusaha agar ia tidak merasa asing dengan teman-temannya. Setiap sore dia selalu bersepeda mengelilingi kota sambil mencoba berbicang dengan orang asli Jogja. Sedikit demi sedikit ia mulai mengenal dan menjadi tertarik untuk tinggal di Jogja.
Keesokan harinya saat Weka kuliah, dia dan teman-temannya memutuskan untuk mencari bahan tugas mereka di pasar Bringharjo. Disana mereka akan bertanya-tanya dengan pedagang dan pembeli disana tentang cara dan bagaimana keadaan pasar tersebut. Dan karena Weka terlalu asyik dengan tugasnya tersebut, ia sampai berpencar dengan teman-temannya saat dia sedang berbicang dengan seorang "bakul bakpia" . Weka pun mulai bingung, saking bingungnya ia sampai menabrak seorang laki-laki berpakaian jawa dengan memakai beskap dan blangkon. Weka pun meminta maaf kepada pria tersebut dan akhirnya mereka saling menanyakan asal-usul mereka. Ternyata pria tersebut bernama Guno. Guno asli Jogja, dia tinggal tak jauh dari rumah Weka dan Guno lima tahun lebih tua dari Weka. Dan yang lebih mengejutkan lagi jurusan mereka sama. Jadi Weka bisa menanyakan tugasnya apabila ia belum mengerti. Guno akan siap membantu kapanpun Weka perlu bantuan .
Persahabatan mereka berlangsung lama sekali. Meskipun hampir setiap saat mereka bertemu, tapi itu tidak secara langsung. Semua mereka lalui dengan penuh kebahagiaan. Weka pun senang bisa memiliki sahabat seperti Guno, dia selalu menolong Weka saat ia perlu bantuan. Entah itu dalam materi kuliah ataupun dalam hal lainnya. Contohnya seperti memasak. Meskipun Guno seorang laki-laki, tapi ia pandai memasak, beberapa kali Weka meminta Guno untuk mengajarinya. Dan alhamdulillah sekarang Weka dapat memasak masakan Jawa. Mereka berdua memiliki impian yang sama yaitu dapat mendirikan restaurant sendiri yang bisa membantu keluarga mereka. Terkadang mereka sering membayangkan, akan membuat menu apa di restaurant mereka dan dengan model apa restaurant itu mereka buat.
Saat hari libur, Weka diajak Guno bersepeda bersama mengelilingi Joga. Namun tiba-tiba ban sepeda Weka terkena paku dan akhirnya kempes. Guno akhirnya membonceng Wena dan melanjutkan jalan-jalan mereka. Disana mereka berhenti di Malioboro. Guno mengajak Weka untuk melukis wajah mereka berdua di selembar kertas. Weka pun menyetujuinya. Disana mereka saling bercanda dan tertawa saat melihat tahapan-tahapan wajah mereka dilukis. Dan saat lukisan tersebut selesai dilukis, lukisan tersebut dibawa oleh Weka dan Guno yang masing-masing membawa satu lembar lukisan dengan lukisan yang sama.
Sesampainya di rumah, Weka mengambil lukisan tersebut dan meletakannya kedalam pigura dan dipajanglah lukisan tersebut di kamarnya. Begitu pula dengan Guno. Guno sangat senang bisa mendapatkan lukisan tersebut. Karena baru kali ini mereka bisa bersepeda bersama dan meluangkan waktu mereka berdua untuk saling bercerita bersama. Guno yang seorang pekerja dan Wena seorang mahaasiswi pastinya tidak akan bertemu setiap saat.
Liburan pun tiba. Weka memutuskan untuk berlibur ke pulau Moyo tempat tinggalnya.
Dan.... To be continue :)
Newspaper
Selasa, 29 Oktober 2013
Wena Anak Pulau Moyo
Hujan angin melewati pesisir pantai yang sejuk dikerumuni banyak pepohonan rindang yang amat menenangkan hati para pelancong semuanya. Disana terlihat seorang gadis cantik berkepang satu duduk di bawah pohon dengan membawa sebuah kertas putih berukuran A4 dan sebuah pena yang sedang dipegangnya. Terlihat seluruh pemandangan bak dunia yang tak ingin menyingkirkannya dan menjauhkannya dari pesona alam yang menunjukan sisi baiknya kepadanya. Gadis itu menikmati tiupan angin semilir, desiran ombak dan suasana yang hanya terdapat di pulau tersebut. Pulau yang penuh dengan kisah indah yang tidak akan pernah ia lupakan. Pulau yang selalu damai dan makmur dan tak ada yang menandingi keindahan pemandangannya. Gadis itu melukiskan seluruh perasaannya di dalam sebuah kertas tersebut sambil tersenyum simpul di depan pemadangan yang sedang tersenyum itu. Gadis itu membayangkan.. Apakah dia dapat menemukan hal tersebut di tempat lain ?? Jawabnya tidak mungkin. Karena seluruh kisahnya sudah tertampung di pulau ini. Pulau kecil dengan sebagian penghuni yang ramah dengan adat yang terjaga sampai sekarang. Ya .... Pulau ini bernama Pulau Moyo. Hmm... Rasanya tidak akan pernah tergantikan.
Dan disaat semuanya telah dinikmati, Gadis yang bernama Wena ini tiba-tiba murung dan meletakan penanya di atas pasir putih pantai tersebut. Dia teringat, bahwa besok dia harus pergi dari pulau itu karena harus melanjutkan sekolahnya di pulau Jawa. Rasanya tidak ingin melewatkan sedetikpun hari-hari di pulau Moyo ini. Tapi semua ini demi masa depan Wena dan keluargannya. Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Wena ingin membuktikan, bahwa dia bisa dan akan mewujudkan impian keluarganya yang terpendam. Keinginan sudah lama diimpikan oleh orang tuanya. Dapat menaikan haji kedua orang tuanya ke tanah Suci. Sungguh mulia sekali impian seorang Wena ini.
To Be Continue ....
#BeautifulGirl-CB
Dan disaat semuanya telah dinikmati, Gadis yang bernama Wena ini tiba-tiba murung dan meletakan penanya di atas pasir putih pantai tersebut. Dia teringat, bahwa besok dia harus pergi dari pulau itu karena harus melanjutkan sekolahnya di pulau Jawa. Rasanya tidak ingin melewatkan sedetikpun hari-hari di pulau Moyo ini. Tapi semua ini demi masa depan Wena dan keluargannya. Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Wena ingin membuktikan, bahwa dia bisa dan akan mewujudkan impian keluarganya yang terpendam. Keinginan sudah lama diimpikan oleh orang tuanya. Dapat menaikan haji kedua orang tuanya ke tanah Suci. Sungguh mulia sekali impian seorang Wena ini.
To Be Continue ....
#BeautifulGirl-CB
Sabtu, 26 Oktober 2013
Kemurungan Sike
Di kala malam menutupi awan biru yang menyejukan hati. Terdapat sebuah makna yang sangat berarti di kala itu. Seorang remaja bernama Sike duduk di balkon kamarnya sambil menatap heningnya malam kala itu. Sambil ditemani secangkir teh hangat dan snack dia membayangkan sosok teman misteriusnya yang saat ini tidak akan lagi bersamanya. Di tatapnya bulan di langit, dibenaknya bertanya "Apakah dia disana juga sama sepertiku, merindukannya yang dulu selalu terlihat setiap pagi hingga sore hari" Seketika Sike mengehela napas ... Itu hanya kebimbangannya saja. Dia belum bisa mempercayai teman misteriusnya itu untuk saat ini, apakah dia dapat bertahan dengan kisah yang sudah ditentukan oleh Allah ini. Jawabnya adalah waktu ... karena hanya dengan waktu dia dapat mengerti jawaban dari semua kegundahannya. Apakah dia akan kembali atau pergi meninggalkannya.
Ya ... benar, ini baru permulaan dari kisah Allah itu, perjalanan Sike masih panjang. Dan sekarang dia harus fokus untuk kehidupannya saat ini dan yang akan datang. Sike hanya bisa berdoa .... Bahwa dia berusaha untuk bertahan saat ini dan seterusnya untuk semua yang dia saat ini meskipun menurutnya, Sike sudah terlambat untuk meraih hal tersebut.
Teman misterius ?? Mengapa disebut teman misterius ?? Dia adalah teman yang selalu mengerti Sike selama ini, dia perhatian, baik dan selalu menolong saat Sike sedang kesusahan meskipun itu dalam bentuk yang tidak nyata dan spontan dari hatinya. Dia jarang sekali mengobrol secara langsung dengan Sike. Tapi berbeda halnya dengan maya, dia selalu hadir dengan penuh misteri. Sikapnya berubah-ubah seperti orang misterius, di dunia nyata berdiam diri seperti tidak perduli dengan semuanya, sedangkan di dunia maya dia bak sebuah hujan yang turun di kala panas menghampiri.
Tapi setelah sekian lama, Sike akhirnya tahu semua makna yang dia berikan kepadannya. Dia sosok teman yang sangat dibutuhkan Sike, dan bisa saja dijadikan sahabat oleh Sike. Namun semua terlambat .... hanya karena sikap rahasianya itu yang sangat misterius dan puitis, waktu tidak mau menunggu Sike. Sike baru menyadarinya setelah teman misteriusnya itu pergi.
Kembali ke balkon kamar ....
Tiba-tiba saat Sike mengingat kembali kenangan itu saat dia bersama dengan teman misteriusnya itu, Air mata jatuh menetes setetes demi setetes tepat di celana putihnya itu. Warna putihnya itu berubah menjadi putih tua yang sungguh pucat. Sike mengusap air mata tersebut. Namun semua tidak bisa terhapuskan. Air matanya sudah terlanjur banyak menetesi celana tersebut. Sike hanya bisa menangis untuk meluapkan segala perasaan yang sedang dia rasakan saat ini. Sungguh .. dia merasa takut, jika harus kehilangan teman baiknya itu.
Jam menunjukan pukul 22.00 . Tak terasa hampir setengah jam dia bersedih di tempat yang mengetahui segalanya yang sedang ia rasakan selama ini. Sike pun kembali ke kamar dan berbaring di tempat tidur, tapi matanya masih merah dan bengkak karena kesedihannya tadi. Selain itu dia tidak bisa tidur setelah kejadia tersebut. Akhirnya dia berdoa kepada Sang Maha Penciptanya " Ya Allah ... jika dia benar-benar pantas menjadi sahabat baikku, maka pertemukanlah kami kembali dan jangan putuskanlah tali silaturahmi yang sudah kami jalin selama ini ya Allah..." Amin ...
To be continue .... ;)
#Vierra - Seandainya
Sabtu, 06 Juli 2013
Welky dan Khena
Malam datang menyapa . Sunyi sepi karena kesendirian.
Namun di tengah malam tersebut ada seorang perempuan cantik berjalan melewati
perempatan jalan. Sungguh perempuan itu sangat anggun, dia memekai rok panjang
dan memakai kaos abu-abu.
Perempuan itu adalah Khena. Khena adalah seorang wanita muslim yang baru saja lulus dari SMP. Dia akan melanjutkan sekolahnya ke luar kota. Dimana ayahnya akan pindah bekerja tepatnya di kota Banten. Sebenarnya Khena masih ingin tinggal di kota ini yaitu kota Kudus. Tapi apa daya ....
Khena memiliki seorang sahabat laki-laki sejak ia duduk di Taman Kanak-kanak (TK) Dia bernama Welky. Welky adalah seorang sahabat yang baik dan selalu menerima kekurangan Khena dalam hal apapun. Welky sangat sayang sekali kepada Khena seperti sayangnya kepada adeknya.
Dan ternyata Welky sahabat yang dianggap Khena sebagai kakak menyukai adeknya sendiri. Dibalik semua sarannya itu, ternyata Welky menyukai Khena bukan sebagai adek tapi sebagai seseorang yang di cintainya. Namun Welky tidak berani untuk mengatakan hal tersebut.
Di perjalanan menuju Banten. Khena selalu gelisah dan tidak bisa tenang.
Dia selalu memikirkan alhasil dari kepergiannya tanpa berpamitan dengan
sahabatnya Welky. Dia tidak ingin membuat Welky kecewa, tapi dia juga merasa
bersalah. Sampai- sampai ibu Khena menegur Khena agar tidak larut dalam
kesedihan.
Disana, Khena langsung terpikir untuk mencari sahabat kecilnya tersebut yaitu Welky. Dia ingin merajut silaturahminya yang terputus dulu. Khena berusaha untuk bertemu dengan Welky apapun yang terjadi saat ini dengan Welky ataupun kelanjutan persahabatannya ini.
Disaat itulah Khena berteriak dan ia merasa kedinginan di luar pagar. Di saat itulah Welky keluar dan mencoba meminta maaf kepada seseorang yang ada di depan pagar rumahnya. Dan saat Welky melihat perempuan itu. Welky sangat kaget dan langsung berteriak :
Setelah Khena berganti pakaian dan sudah lebih tenang. Barulah Welky mengajak Khena ke ruang tengah dan mengobrolah mereka berdua. Mereka saling berpelukan melepas kerinduan selama 3 tahun ini. Mereka juga sempat menetekan air mata bersama.
Seperti inilah percakapan mereka
Hari kedua di Kudus. Khena diajak Welky untuk melihat kota Kudus dengan mengendarai sepeda bersama. Khena sangat senang sekali bisa bersepeda lagi bersama Welky mengitari kota Kudus tercinta.
Welky mencoba untuk membuka penutup mata Khena secara perlahan. Dan Khena pun kaget dengan apa yang ia lihat saat ini. Ia melihat sebuah pigura bertuliskan " Aku sayang kepadamu Khena wahai sahabatku " "Maukah kamu jadi pacarku ??"
Perempuan itu adalah Khena. Khena adalah seorang wanita muslim yang baru saja lulus dari SMP. Dia akan melanjutkan sekolahnya ke luar kota. Dimana ayahnya akan pindah bekerja tepatnya di kota Banten. Sebenarnya Khena masih ingin tinggal di kota ini yaitu kota Kudus. Tapi apa daya ....
Khena memiliki seorang sahabat laki-laki sejak ia duduk di Taman Kanak-kanak (TK) Dia bernama Welky. Welky adalah seorang sahabat yang baik dan selalu menerima kekurangan Khena dalam hal apapun. Welky sangat sayang sekali kepada Khena seperti sayangnya kepada adeknya.
Welky
termasuk orang yang apa adanya. Buktinya dulu, saat dimana Khena TK. Khena
memiliki postur tubuh yang gendut dan lucu. Dan Welky selalu mensuport Khena
yang terbaik. Selain itu Welky juga sangat perhatian.
Saat
di undang di ulang tahun Khena ke -5 tahun. Welky datang dengan orang tua. Dia
juga sangat rendah hati sekali. Buktinya saat orang tua Khena meminta Welky
untuk mencium Khena di hari ulang tahunnya, Welky mau dan mencium Khena dengan
lugunya. #MasihKecil
Khena
sudah menganggap Welky sebagai kakaknya. Disaat sekarang, dimana Khena harus
memilih harus menetap di Kudus atau pindah ke Banten. Welky juga mendukung dan
memberi saran untuk Khena kedepannya. Namun Khena tidak ingin persahabatannya
itu putus sampai disini.
Dan ternyata Welky sahabat yang dianggap Khena sebagai kakak menyukai adeknya sendiri. Dibalik semua sarannya itu, ternyata Welky menyukai Khena bukan sebagai adek tapi sebagai seseorang yang di cintainya. Namun Welky tidak berani untuk mengatakan hal tersebut.
Hingga hari yang dinanti pun tiba
Dimana hari ini Khena akan pindah ke Banten. Namun karena Khena tidak ingin
membuat Welky sedih dengan kepergiannya, dia tidak memberitahu Welky jika Khena
akan pergi hari ini. Khena sangat sedih sekali dengan akhir dari
persahabatannya dengan Welky ini.
Sedangkan Welky
Sedangkan Welky yang beberapa hari ini galau karena cintanya dengan Khena.
Akhirnya akibat dari sikapnya tersebut ia jarang bertemu dengan Shena dan
bertamu ke rumah Shena untuk bermain. Namun saat Welky sangat ingin bertemu
dengan Khena, akhirnya dia memberanikan diri untuk main ke rumah Khena.
Namun saat tiba di rumah Khena. Welky kaget bukan main saat melihat pagar
rumah Khena terkunci rapat dan tidak ada orang sama sekali. Hingga akhirnya ia
menanyakan hal tersebut kepada tetangga Khena. Dan ternyata apa yang di
takutkan Welky terjadi. Khena sudah pindah dan tidak ada kabar tentang Khena
lagi. Apalagi untuk menghubungi Khena.
Setelah mendengar penjelasan dari tetangga Khena. Akhirnya Welky pulang
dengan air mata yang bercucuran. Dia sangat terpukul dengan sikapnya selama
ini. Welky sangat menyayangkan, mengapa dia lebih mementingkan cintanya yang
belum tentu diterima daripada persahabatan yang sudah dijalaninya selama
ini.
Dan akhirnya Welky hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Allah. Dia hanya
meminta yang terbaik tetang kelajutan persahabatannya saat ini. Mungkin ini
hanya kebahagiaan yang tertunda. Sungguh Welky mencoba menerima semuua ini.
Bagaimana dengan Khena
Bagaimana dengan Khena
Di perjalanan menuju Banten. Khena selalu gelisah dan tidak bisa tenang.
Dia selalu memikirkan alhasil dari kepergiannya tanpa berpamitan dengan
sahabatnya Welky. Dia tidak ingin membuat Welky kecewa, tapi dia juga merasa
bersalah. Sampai- sampai ibu Khena menegur Khena agar tidak larut dalam
kesedihan.
Sesampainya di Banten. Khena hanya diam lalu masuk ke kamar barunya.
Pikirannya langsung tertuju kepada Welky. Sedang apa sekarang ?? dan lain-lain.
Biasanya jam-jam ini mereka bermain di kolam pancing sambil menunggu ikan
memakan umpan mereka.
Khena pun menangis secara tiba-tiba mengenang kenangan dia dan Welky
biasanya. Dia tidak yakin jika di Banten dia akan menemukan sahabat seperti
Welky. Seseorang yang sudah di anggap Khena sebagai kakaknya.
Tahun berlalu berganti tahun
Tak terasa Khena sekarang sudah menginjak SMA kelas 11. Sedangkan Welky
sekarang duduk di kelas 12 SMA. Mereka berdua sudah matang dalam hal berpikir.
Disaat inilah Khena meminta kepada orang tuanya untuk berlibur ke Kudus. Dan
orang tuanya mengijinkan.
Keesokan harinya Khena akhirnya bisa berlibur ke kota kenangannya
yaitu Kudus. Khena menuju Kudus menaiki bus. Dia sudah tidak sabar lagi untuk
sampai dan berlibur disana. Di kota masa kecilnya dimana ia menemukan seorang
sahabat yang setia.
Sesampainya di depan tulisan " Selamat Datang di Kota
Kudus" Khena mulai meneteskan air mata. Ia langsung teringat dengan
kejadian-kejadian dan tempat yang sering ia jumpai dulu. Sungguh Khena sangat
merindukan kota Kudus. Seperti ia merindukan sahabat yang ia sangat sayangi
yaitu Welky.
Dan saat Khena sampai di rumah lamanya. Air mata Khena tidak mau
diam untuk terus menetes jatuh di setiap jalan yang Khena lewati. Benar-benar
mimpi Khena bisa kembali ke kota Kudus ini. Hati Khena sangat senang bercampur
sedih.
Disana, Khena langsung terpikir untuk mencari sahabat kecilnya tersebut yaitu Welky. Dia ingin merajut silaturahminya yang terputus dulu. Khena berusaha untuk bertemu dengan Welky apapun yang terjadi saat ini dengan Welky ataupun kelanjutan persahabatannya ini.
Khena akhirnya memutuskan untuk menuju ke rumah Welky. Namun saat
ia sampai di rumah Welky, Khena sangat terkejut sekali dengan perubahan Welky.
Dia sekarang tinggi dan berkumis. Sungguh berbeda dengan dulu.
Sedangkan Welky yang saat itu sedang menyiram tanaman di rumahnya
juga penasaran dengan seorang gadis yang berjalan melewati rumahnya dan selalu
melihat rumahnya.Dan kejadian pertemuan pun terjadi. Welky tidak sengaja
menyiram tubuh Khena saat Khena melewati rumah Welky.
Disaat itulah Khena berteriak dan ia merasa kedinginan di luar pagar. Di saat itulah Welky keluar dan mencoba meminta maaf kepada seseorang yang ada di depan pagar rumahnya. Dan saat Welky melihat perempuan itu. Welky sangat kaget dan langsung berteriak :
" Khena ... ??? Kamu Khena kan ?? Khena ...teman masa
kecilku " tanya Welky
" Kamu Welky kan ?? Welky teman masa kecilku juga"
jawab Khena
" Iya.. kamu Khena (Welky merangkul Khena dan mengajaknya
untuk masuk)" sahut Welky
Akhirnya apa yang diinginkan Khena terwujud. Ia dapat bertemu
kembali dengan teman masa kecilnya tersebut. Khena hanya bisa menatap wajah
Welky terus menerus sambil menitihkan air mata. Dia sangat bersyukur dengan
anugrah ini.
Sedangkan Welky yang senang sekaligus gembira berusaha memberikan
perhatian terbaiknya kepada sahabat lamanya tersebut dengan memberikan handuk
dan pakain ganti kepada Khena agar Khena tidak kedinginan lagi.
Setelah Khena berganti pakaian dan sudah lebih tenang. Barulah Welky mengajak Khena ke ruang tengah dan mengobrolah mereka berdua. Mereka saling berpelukan melepas kerinduan selama 3 tahun ini. Mereka juga sempat menetekan air mata bersama.
Seperti inilah percakapan mereka
" Bagaimana kabarmu Khen ?? " tanya Welky
" Baik Ky ... kamu juga begitu kan ?? jawab Khena
" He'em... kamu senang kan di Banten ?? Aku senang
sekali kamu bisa main ke Kudus lagi." "
" Iya ... Ky . Maaf
ya, dulu aku gak sempat pamitan ke kamu. Aku takut kamu sedih. "
" Iya ... Gak papa. Aku mengerti kok dengan keadaanmu
saat itu. "
" Makasih ya Ky ... kamu memang tidak pernah berubah
sejak dulu. "
" Kamu juga ko Khen ... masih seperti dulu. Tambah
cantik pula . "
" Hehe.... makasih Ky. Kamu juga begitu. "
" Makasih ya ... :D "
" Sama- sama sahabat ... " (berpelukan)
Mereka sangat menikmati pertemuan mereka saat ini. Khena
bangga dengan sikap Welky yang tidak berubah meskipun sudah 3 tahun lamanya.
Hari kedua di Kudus. Khena diajak Welky untuk melihat kota Kudus dengan mengendarai sepeda bersama. Khena sangat senang sekali bisa bersepeda lagi bersama Welky mengitari kota Kudus tercinta.
Sampai akhirnya Welky mengajak Khena ke suatu tempat yang indah. Dan mata Khena ditutup oleh sapu dengan Welky. Welky ingin mengutarakan perasaannya kepada Khena sebelum Khena kembali ke Banten.
Waktu sudah menujukan pukul 17.30. Saat dimana matahari terbenam.
Welky mencoba untuk membuka penutup mata Khena secara perlahan. Dan Khena pun kaget dengan apa yang ia lihat saat ini. Ia melihat sebuah pigura bertuliskan " Aku sayang kepadamu Khena wahai sahabatku " "Maukah kamu jadi pacarku ??"
Seketika Khena tersenyum dan menjawab " Iya kakak :D" (memeluk Welky) "Terima kasih Ky .... Kamu memang yang terbaik buatku. Kamu selalu menerima diriku apa adanya. Terima Kasih untuk selama ini. Aku sayang kamu juga kak " :)
Dan akhirnya Welky dan Khena berpacaran. Mereka sangat senang sekali akhirnya mereka bisa melanjutkan hubungan mereka lebih dari sekedar adek dan kakaknya. Namun sebagai pasangan yang saling menerima satu sama lain.
Hari kepulangan Khena tiba
Hari ini Khena akan kembali ke Banten. Sebenarnya Khena masih ingin berlibur di Kudus. Apalagi sekarang ada seseorang yang akan selalu ada buatnya. Ada seseorang yang akan selalu menjaganya di kota Kudus. Khena sangat bersyukur dengan hal ini.
Sebelum kembali ke Banten, Khena mampir sebentar ke rumah Welky. Disana Khena berpamitan kepada orang tua Welky dan pastinya Welky. Pada saat Khena berpamitan, tiba-tiba Welky menarik tangan Khena dan meminta ijin kepada orang tuanya untuk mengobrol berdua dengan Khena. Dan orang tua Welky hanya tersenyum melihat mereka berdua yang saling jatuh cinta.
" Khena ... selamat jalan ya. " (memegang kedua tangan Khena) kata Welky
" Iya kak ... semoga kamu baik- baik ya disini. Aku minta maaf jika selama aku bermain disini aku punya kekurangan kepada semuanya" jawab Khena
" He'em gak apa-apa. Makasih ya ... kamu sudah mau main ke Kudus. " kata Welky
" Iya ... sama-sama kak. O iya kak ... bagaimana dengan hubungan kita ini ? (sedih)"
Seketika Welky menutup mulut Khena dengan telunjuknya dan berkata :
" Khen ... kamu gak usah khawatir denganku, aku akan selalu setia kepadamu. Kamu tahu kan selama ini kita berpisah. Namun aku tetap menunggumu dan setia menunggumu. Percayalah Khen... aku akan selalu ada buatmu. Jangan khawatir." (mengusap air mata Khena)
" Hiks..hiks. Iya kak .... terima kasih banyak untuk semua ini yang telah kakak berikan." (memeluk Welky dengan erat)
" Iya ... percaya dan tetap percaya denganku ya, dek ..." (memeluk Khena balik) sahut Welky.
" Sudah ya kak ... aku kembali dulu ke Banten. Kita akan tetap berhubungan meskipun jauh disana. " (menggenggam erat tangan Welky) jawab Khena.
" Hati - hati di jalan ya .... jangan lupa makan, jaga kesehatanmu disana. " (mengecup kening Khena) jawab Welky.
" Sampai jumpa kakak .... (melambaikan tangan ke Welky) kata Khena.
(melambaikan tangan ke Khena balik ) sikap Welky.
Sampai di mobil Khena
Khena masih tetap melambaikan tangannya dan menitihkan air matanya. Hingga Welky akhirnya menghampiri Khena dan memegang tangan Khena dan berkata :
" Percaya Khen.... kita pasti akan bertemu kembali. Percayalah... Aku janji padamu. "
1 tahun kemudian
Disaat Welky sekarang sudah lulus SMA. Welky memutuskan untuk kuliah di Banten tepatnya di Universitas Pelita Harapan. Tujuannya adalah agar dapat bertemu Khena disana setiap saat dan lebih bisa menjaga Khena yang dia sayang selama ini.
Hal tersebut sudah Welky kabarkan kepada Khena. Hati Khena tak terkira setelah mendengan kabar bahagia tersebut. Khena tidak bisa berkata apa-apa. Hanya senang dan bahagia yang dia rasakan.
Hari yang dinanti mereka berdua tiba
Welky yang menuju Banten menaiki kereta api sangat bahagia sekali. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu kekasihnya Khena. Dan tepat pukul 08.00 Welky sampai di stasiun Banten. Disana Khena sudah menjemput Welky bersama orang tua Khena sekaligus.
Di stasiun Banten. Mereka akhirnya saling melepas rindu. Welky berjabat tangan dengan orang tua Khena dan menicum tangan keduanya. Setelah itu dia baru mendekati Khena dan menatap Khena dengan tersenyum lalu Welky memegang kedua tangan Khena dan memeluk Khena dengan eratnya.
Dan mereka mengobrol berdua di stasiun itu
" Khena .... bagaimana kabarmu ? " tanya Welky
" Alhamdulillah baik kak .... " (tersenyum) jawab Khena
" Alhamdulillah .... kamu masih ingat janjiku kan, dek ? " tanya Welky
" Iya kak ... janjimu untuk bertemu kembali denganku kak ? " jawab Khena
" He'em ... sekarang sudah aku tepati. Kamu senang kan bisa bertemu denganku lagi ?"
" Tentunya kak ... makasih ya " (menatap wajah Welky) jawab Khena.
" Iya ... kembali " (mengecup kening Khena) kata Welky.
Setelah itu Mereka segera menuju rumah Khena
Di perjalanan. Ayah dan ibu Khena berada di depan. Sedangkan Khena dan Welky ada di baris kedua dan mereka mengobrol berdua.
" Kak .... " sahut Khena
" Iya dek ..." jawab Welky
" Aku sayang sekali dengan kakak ..." kata Khena
" Iya .. aku tahu. Aku juga sayang adek selalu " jawab Welky
" Kak ... aku senang sekali kakak ada disini " kata Khena kembali
" Alhamdulillah jika begitu. Makasih ya ..." jawab Welky
" He'em ... kakak janji kan, akan selalu menjagaku ?" tanya Khena
" Iya .. dek, aku berjanji padamu untuk itu." (memeluk Khena) jawab Welky
(memeluk Welky balik) sikap Khena
" Dek ... aku tahu kamu sejak dulu. Kamu pun juga tahu aku. Jadi aku percaya jika kamu yang terbaik buatku. Dan tidak ada yang lain selain kamu. " kata Welky.
" Iya kak ... aku juga berjanji untuk itu. Kakak juga seseorang yang baik, yang selalu menerima kekurangan dan kelebihanku sejak dulu." jawab Khena.
" Kita berjanji ya ... kita akan selalu setia, meskipun jarak memisahkan kita berdua."(menggenggam kedua tangan Khena) kata Welky.
" Iya kak ... aku berjanji padamu (melepas genggaman Welky dan menujulurkan kelingkingnya ke arah Welky.
" Janji ya .... "(menujulurkan tangan juga ke arah Khena) sikap Welky.
" Janji se janji janjinya (tersenyum ke arah Welky) jawab Khena.
(tersenyum balik ke arah Khena) sikap Welky.
Sesesampainya di rumah Khena
Sesampainya disana. Khena mempersilahkan Welky untuk beristirahat dulu di kamar yang sudah di sediakannya. Disana Welky masih tidak menyangka bisa pergi ke kota kekasihnya yaitu Banten. Welky bersyukur dengan hal ini.
Allah memang orang baik. Buktinya saat dia berpisah dengan Khena dan dia berdoa kepada-Nya. Doa itu terkabul. Welky bisa bertemu dengan Khena kembali di Kudus. Dan sekarang saat dia ingin bertemu Khena kembali di Banten.
Keesokan harinya
Khena mengajak Welky untuk bersepeda bersama. Khena ingin mengenang kenangan mereka di masa kecil. Welky pun meng - iya kan keinginan Khena. Mereka akhirnya meningitari taman dan beristirahat di bangku taman yang ada di depan air mancur. Disana mereka menikmati kebersamaan yang sudah lama tidak mereka rasakan bersama.
Tidak disangka. Saat Welky meminta Khena untuk ijin ke kamar mandi. Welky bukan ke kamar mandi tapi ia membeli arum manis dan setangkai bunga mawar merak untuk diberikannya kepada Khena.
Saat Welky kembali
Saat Khena menunggu Welky di bangku taman sendirian. Tiba-tiba Welky datang dari belakang dan menutup mata Khena sejenak. Khena pun kaget dengan sikap Welky tersebut. Dan Welky pun berkata :
" Dek ... kamu buka mata ya setelah aku lepas tanganku " kata Welky
" Iya kak ... ada apa sih ?? " jawab Khena penasaran
" Satu .. Dua ... Tiga ..." kata Welky
(Terkejut dan tersenyum) terima kasih kak ..." sahut Khena sambil memegang bunga mawar tersebut.
" Hehe... iya sama-sama. Maaf ya kalau jelek. " jawab Welky
" Sejak kapan kakak bisa romantis ? " kata Khena
" Sejak ... sejak aku sayang kamu. Hehe..." jawab Welky
" Kakak gombal ..." (menepuk pundak Welky) kata Khena
" Loh ... nggak percaya. Ya sudah ini arum manis (memberikan kepada Khena)
" Iya kak ... makasih " (menerima arum manis) jawab Khena
Akhirnya mereka makan arum manis berdua di bangku taman sambil memandangi pemandangan taman yang asri dan sejuk. Dan setelah mereka selesai makan, mereka kembali pulang ke rumah. Khena dan Welky senang sekali bisa meluangkan waktu mereka untuk bersama-sama.
Sesampainya di rumah Khena kembali
Welky mengucapkan terima kasih kepada Khena untuk hari ini. Khena pun juga berterima kasih kepada Welky saat itu. Menurut mereka ... kebersamaan itu sangat penting apabila kita bisa mengatur waktu untuk saling bersama. Dan itu yang membuat kesan jarak jauh mereka menjadi sedikit berkurang dengan adanya hal tersebut.
*Pertemanan tidak seluruhnya bisa menjadi cinta
*Jarak jauh tidak akan pernah menghalangi jika saling percaya
Hari kepulangan Khena tiba
Hari ini Khena akan kembali ke Banten. Sebenarnya Khena masih ingin berlibur di Kudus. Apalagi sekarang ada seseorang yang akan selalu ada buatnya. Ada seseorang yang akan selalu menjaganya di kota Kudus. Khena sangat bersyukur dengan hal ini.
Sebelum kembali ke Banten, Khena mampir sebentar ke rumah Welky. Disana Khena berpamitan kepada orang tua Welky dan pastinya Welky. Pada saat Khena berpamitan, tiba-tiba Welky menarik tangan Khena dan meminta ijin kepada orang tuanya untuk mengobrol berdua dengan Khena. Dan orang tua Welky hanya tersenyum melihat mereka berdua yang saling jatuh cinta.
" Khena ... selamat jalan ya. " (memegang kedua tangan Khena) kata Welky
" Iya kak ... semoga kamu baik- baik ya disini. Aku minta maaf jika selama aku bermain disini aku punya kekurangan kepada semuanya" jawab Khena
" He'em gak apa-apa. Makasih ya ... kamu sudah mau main ke Kudus. " kata Welky
" Iya ... sama-sama kak. O iya kak ... bagaimana dengan hubungan kita ini ? (sedih)"
Seketika Welky menutup mulut Khena dengan telunjuknya dan berkata :
" Khen ... kamu gak usah khawatir denganku, aku akan selalu setia kepadamu. Kamu tahu kan selama ini kita berpisah. Namun aku tetap menunggumu dan setia menunggumu. Percayalah Khen... aku akan selalu ada buatmu. Jangan khawatir." (mengusap air mata Khena)
" Hiks..hiks. Iya kak .... terima kasih banyak untuk semua ini yang telah kakak berikan." (memeluk Welky dengan erat)
" Iya ... percaya dan tetap percaya denganku ya, dek ..." (memeluk Khena balik) sahut Welky.
" Sudah ya kak ... aku kembali dulu ke Banten. Kita akan tetap berhubungan meskipun jauh disana. " (menggenggam erat tangan Welky) jawab Khena.
" Hati - hati di jalan ya .... jangan lupa makan, jaga kesehatanmu disana. " (mengecup kening Khena) jawab Welky.
" Sampai jumpa kakak .... (melambaikan tangan ke Welky) kata Khena.
(melambaikan tangan ke Khena balik ) sikap Welky.
Sampai di mobil Khena
Khena masih tetap melambaikan tangannya dan menitihkan air matanya. Hingga Welky akhirnya menghampiri Khena dan memegang tangan Khena dan berkata :
" Percaya Khen.... kita pasti akan bertemu kembali. Percayalah... Aku janji padamu. "
1 tahun kemudian
Disaat Welky sekarang sudah lulus SMA. Welky memutuskan untuk kuliah di Banten tepatnya di Universitas Pelita Harapan. Tujuannya adalah agar dapat bertemu Khena disana setiap saat dan lebih bisa menjaga Khena yang dia sayang selama ini.
Hal tersebut sudah Welky kabarkan kepada Khena. Hati Khena tak terkira setelah mendengan kabar bahagia tersebut. Khena tidak bisa berkata apa-apa. Hanya senang dan bahagia yang dia rasakan.
Hari yang dinanti mereka berdua tiba
Welky yang menuju Banten menaiki kereta api sangat bahagia sekali. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu kekasihnya Khena. Dan tepat pukul 08.00 Welky sampai di stasiun Banten. Disana Khena sudah menjemput Welky bersama orang tua Khena sekaligus.
Di stasiun Banten. Mereka akhirnya saling melepas rindu. Welky berjabat tangan dengan orang tua Khena dan menicum tangan keduanya. Setelah itu dia baru mendekati Khena dan menatap Khena dengan tersenyum lalu Welky memegang kedua tangan Khena dan memeluk Khena dengan eratnya.
Dan mereka mengobrol berdua di stasiun itu
" Khena .... bagaimana kabarmu ? " tanya Welky
" Alhamdulillah baik kak .... " (tersenyum) jawab Khena
" Alhamdulillah .... kamu masih ingat janjiku kan, dek ? " tanya Welky
" Iya kak ... janjimu untuk bertemu kembali denganku kak ? " jawab Khena
" He'em ... sekarang sudah aku tepati. Kamu senang kan bisa bertemu denganku lagi ?"
" Tentunya kak ... makasih ya " (menatap wajah Welky) jawab Khena.
" Iya ... kembali " (mengecup kening Khena) kata Welky.
Setelah itu Mereka segera menuju rumah Khena
Di perjalanan. Ayah dan ibu Khena berada di depan. Sedangkan Khena dan Welky ada di baris kedua dan mereka mengobrol berdua.
" Iya dek ..." jawab Welky
" Aku sayang sekali dengan kakak ..." kata Khena
" Iya .. aku tahu. Aku juga sayang adek selalu " jawab Welky
" Kak ... aku senang sekali kakak ada disini " kata Khena kembali
" Alhamdulillah jika begitu. Makasih ya ..." jawab Welky
" He'em ... kakak janji kan, akan selalu menjagaku ?" tanya Khena
" Iya .. dek, aku berjanji padamu untuk itu." (memeluk Khena) jawab Welky
(memeluk Welky balik) sikap Khena
" Dek ... aku tahu kamu sejak dulu. Kamu pun juga tahu aku. Jadi aku percaya jika kamu yang terbaik buatku. Dan tidak ada yang lain selain kamu. " kata Welky.
" Iya kak ... aku juga berjanji untuk itu. Kakak juga seseorang yang baik, yang selalu menerima kekurangan dan kelebihanku sejak dulu." jawab Khena.
" Kita berjanji ya ... kita akan selalu setia, meskipun jarak memisahkan kita berdua."(menggenggam kedua tangan Khena) kata Welky.
" Iya kak ... aku berjanji padamu (melepas genggaman Welky dan menujulurkan kelingkingnya ke arah Welky.
" Janji ya .... "(menujulurkan tangan juga ke arah Khena) sikap Welky.
" Janji se janji janjinya (tersenyum ke arah Welky) jawab Khena.
(tersenyum balik ke arah Khena) sikap Welky.
Sesesampainya di rumah Khena
Sesampainya disana. Khena mempersilahkan Welky untuk beristirahat dulu di kamar yang sudah di sediakannya. Disana Welky masih tidak menyangka bisa pergi ke kota kekasihnya yaitu Banten. Welky bersyukur dengan hal ini.
Allah memang orang baik. Buktinya saat dia berpisah dengan Khena dan dia berdoa kepada-Nya. Doa itu terkabul. Welky bisa bertemu dengan Khena kembali di Kudus. Dan sekarang saat dia ingin bertemu Khena kembali di Banten.
Keesokan harinya
Khena mengajak Welky untuk bersepeda bersama. Khena ingin mengenang kenangan mereka di masa kecil. Welky pun meng - iya kan keinginan Khena. Mereka akhirnya meningitari taman dan beristirahat di bangku taman yang ada di depan air mancur. Disana mereka menikmati kebersamaan yang sudah lama tidak mereka rasakan bersama.
Tidak disangka. Saat Welky meminta Khena untuk ijin ke kamar mandi. Welky bukan ke kamar mandi tapi ia membeli arum manis dan setangkai bunga mawar merak untuk diberikannya kepada Khena.
Saat Welky kembali
Saat Khena menunggu Welky di bangku taman sendirian. Tiba-tiba Welky datang dari belakang dan menutup mata Khena sejenak. Khena pun kaget dengan sikap Welky tersebut. Dan Welky pun berkata :
" Iya kak ... ada apa sih ?? " jawab Khena penasaran
" Satu .. Dua ... Tiga ..." kata Welky
(Terkejut dan tersenyum) terima kasih kak ..." sahut Khena sambil memegang bunga mawar tersebut.
" Hehe... iya sama-sama. Maaf ya kalau jelek. " jawab Welky
" Sejak kapan kakak bisa romantis ? " kata Khena
" Sejak ... sejak aku sayang kamu. Hehe..." jawab Welky
" Kakak gombal ..." (menepuk pundak Welky) kata Khena
" Loh ... nggak percaya. Ya sudah ini arum manis (memberikan kepada Khena)
" Iya kak ... makasih " (menerima arum manis) jawab Khena
Akhirnya mereka makan arum manis berdua di bangku taman sambil memandangi pemandangan taman yang asri dan sejuk. Dan setelah mereka selesai makan, mereka kembali pulang ke rumah. Khena dan Welky senang sekali bisa meluangkan waktu mereka untuk bersama-sama.
Sesampainya di rumah Khena kembali
Welky mengucapkan terima kasih kepada Khena untuk hari ini. Khena pun juga berterima kasih kepada Welky saat itu. Menurut mereka ... kebersamaan itu sangat penting apabila kita bisa mengatur waktu untuk saling bersama. Dan itu yang membuat kesan jarak jauh mereka menjadi sedikit berkurang dengan adanya hal tersebut.
*Pertemanan tidak seluruhnya bisa menjadi cinta
*Jarak jauh tidak akan pernah menghalangi jika saling percaya
#ArmadaApaKabarKamuSayang
#GitaGutawaSahabatKecilku
#GitaGutawaSahabatKecilku
Pethi dan Gasta
Di suatu perkotaan terdapat seorang wanita bernama Pethi yang sedang kuliah di ITB. Sebenarnya dia bukan asli dari Bandung tapi dari Yogjakarta. Pethi belum banyak mengerti tentang kota Bandung. Kota yang terkenal dengan "Paris Van Java" , pohon pinusnya dan kebun tehnya yang terhampar indah.
Suatu saat, ketika Pethi di utus oleh dosennya untuk membuat penelitian tentang Seni Rupa di Indonesia. Ia awalnya menolak, karena Pethi harus pindah ke Bogor beberapa hari. Sedangkan Bandung saja dia belum mengerti apalagi Bogor, Pethi merasa bingung untuk mengambil keputusan tersebut.
Beberapa hari kemudian. Akhirnya Pethi memutuskan untuk menerima tugas penelitian tersebut agar nilai kuliahnya bertambah baik dan dapat menjadi sebuah pengalamannya buat dirinya yang baru saja tinggal di Jawa Barat.
" Maaf jika aku menguping omelanmu. Tapi jika aku boleh saran, sebaiknya kamu mencoba untuk terbiasa dengan semua ini. Nikmatilah bahwa ini rekreasi kamu di kota Bogor ini. Dengan begitu kamu pasti akan menikmatinya dan akan dengan mudah menemukan hasil dari tugas kamu itu."
Pethi pun menjawab pria tersebut :
" He'em .... terima kasih ya atas sarannya "
Pria itu tiba-tiba mengulurkan tangannya dan berkata :
" Oh iya... kita belum berkenalan. Aku Gasta. "
Pethipun menjawab :
" Aku Pethi ... (berjabat tangan dengan Gasta)
Setelah percakapan tersebut Pethi pun berpamitan dan bergegas pulang.
Hari berganti demi hari. Setelah beberapa hari berlalu dari kejadian tersebut. Pethi pun mendengarkan saran Gasta dan mencobannya. Ternyata saran Gasta itu benar. Pethi pun merasa senang. Akhirnya sedikit demi sedikit tugas penelitiannya tersebut dapat terselesaikan.
Malam hari di kamar kost Pethi
Karena saran dari Gasta berhasil. Pethi menjadi sering memikirkan Gasta dan mencoba untuk mengucapkan terima kasih kepadanya. Tapi apa daya , itu tidak mungkin. Hingga Pethi pun sering memimpikan Gasta. Menurutnya Gasta adalah seorang yang berjasa dalam hidupnya dan Pethi pun berharap agar ia dapat bertemu Gasta kembali.
Mimpi itu terkabulkan
Saat Pethi berada di Prasasti Batu Tulis tepatnya saat dia mencatat di sebuah note yang dia bawa. Ternyata dari belakang ada Gasta yang menyapanya. Pethi pun kaget saat dia berbalik badan ternyata ada Gasta yang ada di depannya. Pethi kaget dan hanya tersenyum kepada Gasta.
Pethi dan Gasta akhirnya mengobrol di sebuah kedai dekat Prasasti Batu Tulis tersebut. Pethi akhirnya lebih mengenal Gasta. Ternyata Gasta adalah seorang seniman dan di pintar melukis. Sedangkan Gasta juga sangat senang bisa mengenal Pethi lebih dekat lagi hingga akhirnya mereka berbincang-bincang :
" Pethi ... kemarin gimana saranku ? Berhasil kan ??? Pastinya ...." Kata Gasta
" Hehe... iya makasih ya. Saranmu memang bener banget (senyum) " Jawab Pethi
" Kalau berhasil, gimana jika kita rayakan sekarang ? " Kata Gasta
" Maaf ta, Kalau sekarang nggak bisa .... Lain kali aja." Kata Pethi
Namun sejenak dari percakapan tersebut :
" Bagaimana jika nanti malam ? Kamu bisa kan ... " Kata Gasta
(malu) " Bisa ... oke kalau begitu . Sahut Pethi
Setelah pembicaraan tersebut, Pethi bergegas untuk pulang. Namun sesuatu hal terjadi ....
Tiba - tiba Gasta menarik tangan Pethi dan Sontak Pethi kaget dan ia langsung berbalik arah mencoba untuk melepas tarikan tangan Pethi dan Gasta pun berkata :
" Maaf, bukan maksudku untuk tidak sopan terhadapmu , Pethi. Kamu lupa ya, kalau kita nanti malem ketemuan terus gimana cara aku hubungin kamu hayoo ?? " Kata Gasta.
" Oke .... O .. Iya ya. Maaf ya .... Nomer kamu berapa ?? " Kata Pethi
" Catat ya .... 085257415581 . Sip .... (senyum) oke kalau begitu. Beres kan ...." Kata Gasta
" Hehe.... iya . Aku pamit dulu ya ...." kata Pethi.
" (sambil melaimbaikan tangan dan teriak) nanti aku sms tempatnya dimana dan aku jemput ... "
Malam pun terasa cepat sekali
Gasta akhirnya menjemput Pethi di kostannya dengan menggunakan vespa unik. Pethi senang sekali dengan kedatangan Gasta. Ia dan Gasta akhirnya menuju tempat makan untuk merayakan keberhasilan saran dari Gasta tersebut. Disana mereka bercerita, bercanda dan mengeluarkan semua unek-unek mereka sambil tertawa lepas.
Hingga sampai di ujung obrolan. Gasta memberikan sebuat secarik kertas kosong kepada Pethi. Pethi pun bingung mengapa dia memberikan sebuah kertas kosong. Namun Gasta akhirnya menjelaskannya :
" Gasta .... kertas apa ini ? Kenapa kamu memberikan aku kertas kosong ?? " kata Pethi
" Pethi .... coba kamu dekatkan kertas itu ke lilin :D " jawab Gasta
Pethi akhirnya mendekatkan secarik kertas tersebut ke sebuah lilin. Dan ternyata terdapat sebuah tulisan menyala di kertas tersebut. Dan itu bertuliskan " I Love You "
Seketika Pethi terdiam dan tidak ada satu kata pun terucap dari bibirnya
Gasta akhirnya menjelaskan arti dibalik semua ini :
" Iya Pethi ... aku menyukaimu. Aku hanya ingin mengutarakannya padamu. Hanya itu . "
Ternyata kertas tersebut di tulis dengan sebuah lilin yang akhirnya membuat tulisan tersebut tidak terlihat jika tidak dengan cahaya.
Pethi pun menjawab :
" Hmm... gak papa kok. Tapi makasih sebelumnya untuk semua ini "
Persembahan Gasta berakhir sampai disini. Gasta mengantarkan Pethi pulang dan mencoba untuk menghangatkan suasana. Karena Pethi setelah kejadian itu menjadi diam dengan Gasta .
Keesokan harinya saat matahari menyapa dari ufuk timur. Pethi pun mencoba untuk melanjutkan penelitian Seni Rupa nya tersebut. Namun sebelum itu ... ia mengirim pesan kepada Gasta. Dan isi pesan tersebut adalah ...... Pethi mencoba untuk mengenal lebih dekat lagi dulu dengan Gasta. Karena ia merasa bahwa pertemuan mereka baru terbilang belum lama.
Ternyata tanggapan Gasta berbeda dari pemikiran Pethi sebelumnya. Ternyata Gasta menerima jawaban dari Pethi tersebut dan berusaha baik dengan Pethi kembali.
Hari berganti demi hari ....
Masalah pun datang melanda persahabatan mereka
Pethi melihat Gasta duduk bersantai dengan seorang wanita. Meskipun Pethi dan Gasta hanya berteman tapi Pethi masih mengharapkan Gasta. Hingga akhirnya Pethi mencoba untuk meminta penjelasan kepada Gasta tapi Gasta hanya diam dan sikapnya menunjukan bahwa dia meng iya kan ada hubungan antara dia dengan wanita tersebut.
Sedangkan Gasta hanya tertawa dengan sikap Pethi dan mencoba menggoda Pethi seperti ini :
" Kamu cemburu kan ?? " kata Gasta
" Ngg... nggak kok. " jawab Pethi
Sebenarnya wanita itu adalah adek kandung Gasta yang baru saja pulang dari kuliahnya di Surabaya. Pantas jika Gasta sangat sayang sekali dengan adeknya hingga akhirnya terlihat mesra oleh Pethi.
Kemarahan Pethi akhirnya semakin memuncak dengan sikap Gasta yang selalu memanasinya. Namun melihat sikap Pethi yang semakin memuncak akhirnya Gasta menjelaskan hal tersebut kepada Pethi. Dan akhirnya Pethi pun mengerti dan senang.
Dengan selesainya masalah tersebut. Akhirnya Gasta mencoba kembali untuk mengutarakan perasaannya kepada Pethi. Dan kali ini Pethi menjawab bersedia untuk menjadi kekasil Gasta. Mereka akhirya merayakan jadiannya tersebut dengan bernyanyi dan melukis sebuah seni rupa karena mereka adalah pasangan seniman. :D
Sedangkan tugas penelitian tenang Seni Rupa Indonesia akhirnya mereka kerjakan bersama sambil meluangkan waktu mereka untuk bersama. Karena Gasta sangat mengerti tentang materi yang sedang di jadiakan tugas oleh Pethi. Dan hasilnya pun akhirnya memuaskan dan Pethi mendapat nilai yang baik dan pengalaman yang tak pernah ia lupakan.
Senin, 01 Juli 2013
Wingka dan Heika
Di suatu kota terdapat seorang anak perempuan bernama Heika. Heika adalah seorang anak yang ramah, baik dan mudah diajak ngobrol dengan orang lain. Heika juga senang sekali membantu orang yang kesusahan. Tak salah jika banyak anak kecil yang menyayanginya karena kemurahan hatinya itu.
Karena melihat Heika yang baik, ramah dan dicintai teman-teman dan orang lain disekitarnya. Terdapat seorang pria bernama Wingka yang jatuh hati kepadanya. Sayangnya Wingka malu untuk berkenalan kepada Heika karena dia hanya seorang pengamen. Dia juga sadar jika Heika pasti akan malu jika berteman dengannya.
Pada saat Wingka mengamen di jalan. Ia melihat Heika pulang dari pasar. Wingka sesekali melihat wajah Heika yang ramah itu dan di hatinya berdebar kencang saat ia merasa ingin berkenalan tapi ada daya itu tidak mungkin. Sedangkan sebenarnya Heika juga tahu jika ada seorang pria yang selalu memandanginya setiap mereka bertemu.
Heika benar-benar anak yang baik. Heika lebih senang jika Wingka itu jujur kepadanya. Bukan malah sembunyi-sembunyi yang membuat Heika sedikit takut dengannya. Sebaliknya, Heika juga takut jika Wingka memiliki niat buruk kepadanya akibat sikapnya yang selalu menatapnya setiap mereka bertemu.
Hingga akhirnya saat Wingka sudah tidak kuasa lagi menahan rasa sukanya itu. Wingka mendekati Heika saat mereka bertemu di Stasiun Kota dimana Heika akan pulang ke rumahnya. Wingka bertanya siapa nama Heika dan Heika pun juga bertanya sebaliknya. Hingga akhirnya mereka duduk di ruang tunggu kereta sambil bercakap-cakap dengan nyamannya.
Namun waktu tidak dapat dihentikan. Kereta yang akan dinaiki Heika datang dan percakapan mereka seketika harus diakhiri. Meskipun berakhir, tapi mereka tetap berhubungan. Wingka yang akhirnya berteman dengan Heika mengajak Heika untuk bertemu di suatu tempat dimana tempat itu pemandangannya sangat indah sekali.
Heika di kereta
Sedangkan Heika saat di dalam kereta berpamitan dengan Wingka sambil melambaikan tangannya ke arah teman barunya tersebut. Heika ternyata salah menilai Wingka yang bekerja menjadi seorang pengamen. Ternyata dia orangnya baik dan enak diajak ngobrol. Heika juga mengakui, meskipun dia seorang pengamen tapi ia memiliki tata krama.
Waktu yang dinantipun tiba
Hari ini, adalah hari dimana Wingka akan bertemu Heika di tempat yang sudah ditentukannya. Tanpa berpikir panjang. Wingka berdandan dan berpakaian rapi agar terlihat berbeda di hadapan Heika. Dia memakai baju putih dengan sandal jepit kesukaannya. Sedangkan Heika dengan anggunnya memakai rok selutut dengan indahnya.
Disaat mereka bertemu. Wingka sangat terkejut melihat penampilan Heika yang menurutnya cantik sekali. Heika pun juga senang dengan penampilan Wingka yang apa adanya. Sampai saat dimana Wingka mengajak Heika di suatu tebing yang dibaliknya terdapat pemandangan yang indah sekali. Ia mengajak Heika duduk bersamanya sambil berbicang-bincang.
Namun sesuatu hal terjadi. Di tengah-tengah mereka bercerita. Tiba-tiba beberapa darah menetes dari hidung Wingka dan jatuh di lengan baju putihnya tersebut. Seketika Heika berteriak dan menangis melihat temannya itu kesakitan. Namun Wingka hanya tersenyum kepada Heika dan mengelap darah tersebut dan berkata kepada Heika "Kamu tidak usah khawatir, Heika. Aku tidak kenapa-kenapa." Heika pun tambah bersedih dengan ucapan Wingka tersebut. Ia mengajak Wingka untuk pulang tapi Wingka tidak mau.
" Heika ....kamu memang orang yang baik. Dan aku hanya seorang pengamen yang sakit-sakitan. Aku tidak pantas menjadi temanmu. Apalagi menjadi seseorang yang mencintaimu" kata Wingka.
Heika pun menjawab " Tidak Wingka ... meskipun aku baru saja mengenalmu, tapi aku tahu jika kamu orang yang pantas jadi temanku. Dan aku tidak akan meninggalkanmu sendirian disini".
" Terima kasih Heika.... kau memang orang yang baik dan mulia " Sahut Wingka.
Ternyata Heika tidak terkejut setelah melihat rumah Wingka yang jelek itu. Ia tidak menggubris apapun yang ada di dalamnya. Yang terpenting, Wingka dapat sembuh dan segera istirahat di rumahnya. Ibu Wingka pun mengucapkan terima kasih kepada Heika. Dan setelah itu Heika pun berpamitan kepada Wingka dan Ibunya untuk segera pulang.
Hari berganti demi hari
Ketika Wingka bertemu kembali dengan Heika dan teman-temannya di Stasiun Kota. Wingka malah kabur dan takut jika Heika tahu dia ada disana. Wingka tidak mau jika Heika akan dijauhi temannya karena berteman dengan seorang pengamen. Namun Heika malah mengejar Wingka dan menarik tangannya tanpa menggubris teman-temannya. Seketika langkah Wingka pun terhenti dan mencoba menatap Heika. Heika hanya tersenyum kepadanya dan berkata " Jangan menjauhiku .... aku sama sepertimu. Aku hanya manusia biasa dan kau pun juga, Wingka" kata Heika muram.
Disaat itulah Wingka menangis dan tanpa pikir panjang dia memeluk Heika di depan pintu gerbang Stasiun Kota. Heika awalnya terkejut dengan sikap Wingka. Namun akhirnya Heika berbalik memeluk Wingka dengan harapan dia cepat tenang.
Setelah itu, Heika mengajak Wingka untuk menenangkan dirinya dengan duduk bersama di bangku yang tersedia di stasiun. Heika mencoba agar Wingka mau menjelaskan sikapnya tadi. Wingka akhirnya bercerita dan hasilnya mereka berjanji akan menerima keadaan mereka satu sama lain.
Heika akan selalu menutupi kekurangan Wingka. Dan Wingkapun juga sebaliknya. Karena menurut mereka, kelebihan itu mudah untuk di terima. Namun kekurangan belum tentu diterima semudah dengan kelebihan. Dan akhirnya mereka pun berteman selamanya.
Sedangkan Wingka akhirnya tidak memikirkan percintaannya dulu. Apabila Heika nanti akan menjadi kekasihnya. Maka Allah tidak akan memisahkan mereka berdua. Tapi akan mendekatkan mereka lebih dari sekedar teman seperti saat ini.
#YovieAndNunoMengejarMimpi
#YovieAndNunoMengejarMimpi
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)




.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)









