Meski sebelumnya Gami telah menyimpulkan tentang sikap Alo. Namun tetap saja sesekali Gami berpikiran jika itu masih tidak mutlak tepat dan benar. Jujur, Gami sangat benci dengan keadaan ini. Karena dengan begitu Gami menjadi serba salah. Kegundahan tetap saja menyelimuti Gami. Sebab Gami merasa itu belum merupakan jawaban pastinya dan kebenaran yang konkrit dan telah diketok palu.
Perlu engkau tahu, Alo. Kau meminta kepadaku agar diriku tak akan terbawa perasaan kepadamu dan aku mengiyakan nya. Oleh karena itu saat ini aku meminta juga kepadamu agar dirimu juga tak akan terbawa perasaaan kepadaku.
Itulah perkataan yang ingin sekali Gami sampaikan kepada Alo. Namun Gami akan mengutarakannya hal tersebut kepada Alo diwaktu yang dirasa Gami tepat. Sebab dengan begitu Alo akan dengan mudah memahami maksud yang sebenarnya ingin disampaikan Gami secara rinci dan mendalam.
Pernyataan itu merupakan sebuat perjanjian dan kesepakatan diantara Alogami agar semuanya jelas diantara keduanya. Karena dengan Gami memberikan perjanjian tersebut kepada Alo, maka segala pertanyaan yang ada dibenak Gami akan terjawab satu persatu. Baik itu Alo akan menyetujui atau pun tidak perjanjian tersebut.
Kegundahan Gami saat ini sudah mencapai puncak. Menurutnya inilah cara terakhirnya. Semoga saja berhasil dan menemukan titik terang. Karena setiap tindakan dan cara yang tlah dilakukan Gami selalu berujung pertengkaran diantara mereka dan semakin menimbulkan kesalahpahaman yang semakin menumpuk bukan malah terkikis ataupun hilang.
Saat ini Gami hanya menunggu waktu yang tepat. Sebelum waktu tepat itu datang, Gami akan tetap bersikap seperti biasanya dan tak akan sama sekali mencoba mematik amarah Alo. Gami akan mencoba mengikuti alur yang diinginkan Alo selagi itu tak bertentangan dengan sudut pandangannya.
Biarlah Alo sendiri yang memulainya hingga waktu itu menjadi tepat untuk Gami mengutarakannya. Gami hanya tinggal menimpalnya kepada Alo. Dengan begitu Alo akan menyadarinya dengan sendirinya apa maksud Gami sebenarnya.
Tujuan Gami hanya ingin keduanya saling memahami maksud dasar dari sikap yang saling mereka tujukan secara rinci. Agar tak ada pertengkaran dan kesalahpahaman lagi dan menghapus segala pertengkaran dan kesalahpahaman yang sudah lalu.
Semoga waktu yang tepat itu segera datang (Harapan Gami dalam doa)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Inilah perbedaan pria dan wanita. Wanita selalu memikirkan hal-hal yang menurut pria tidak semestinya dipikirkan secara mendalam dan muluk. Meski telah diutarakan secara langsung namun jika sikap yang diberikan bertolak belakang dengan ucapan maka wanita akan tetap mencari kebenaran yang sesungguhnya.
Pada intinya jika pria tak memberi kesempatan, tanda, dan pintu terbuka. Maka wanita tak akan terbawa perasaan. Sedangkan jika sudah terbawa perasaan maka akan sulit untuk disangkalnya jika tak ada bukti nyata.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung ...
Newspaper
Selasa, 25 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
Dahamu (Bagian 1)
Maha begitu memahami dan mengerti keadaan Daha saat ini. Meskipun Maha tak pernah mengalami namun Maha ikut merasakan apa yang dirasakan Daha. Daha sosok yang dinilai sangat baik oleh seluruh keluarga Maha. Entah mengapa demikian, namun itulah kenyataannya.
Maha baru saja mengenal Daha. Sekitar empat bulan belakangan ini. Awalan yang baik menurutnya.
Mengapa Maha berkenan mengenal Daha ?
Maha berkenan mengenal Daha karena keluarga Maha. Keluarga Maha tak akan rela jika keluarganya mengenal sosok pria yang salah. Sosok pria yang bernama Daha ini memiliki track record yang baik. Selain itu alasan yang membuat Maha mengubah pandangannya adalah karena Daha begitu dewasa, perhatian, dan sayang kedua orang tuanya.
Daha memiliki sikap pantang menyerah, dimana dirinya selalu bangkit saat terjatuh. Daha memiliki sikap bertanggung jawab, mengayomi, sopan dan santun kepada orang yang dituakan.
Maha memahami jika Daha saat ini begitu berhati-hati mengenal seorang wanita. Selain dikarenakan usianya telah dewasa dan pastinya untuk saat ini dirinya ingin menemukan seorang wanita yang mau diajak untuk serius hingga ke jenjang pernikahan, juga Daha tak ingin terjatuh untuk kedua kalinya.
Maha memiliki usia sembilan tahun lebih muda dari Daha. Oleh karena itu tak salah jika Daha sedikit ragu kepada Maha. Meskipun Daha juga telah sangat mengenal keluarga Maha namun pastinya Daha ingin meyakinkannya kembali. Sedangkan Maha berkeyakinan, jika memang Daha benar-benar sosok yang tepat. Mengapa tidak ? Tak ada salahnya bukan.
Perkenalan mereka berawal dari kegusaran sepupu Maha yang melihat saudaranya sudah terlalu lama sendiri dan Daha merupakan teman dari sepupu Maha. Bisa dikatakan sepupu Maha inilah yang menjadi Mak Comblang. Sepupunya tersebut menceritakan kepribadian Daha kepada Maha, selanjutnya ia menjelaskan juga kepribadian Maha kepada Daha hingga pada suatu hari Daha mencoba mengirimkan pesan kepada Maha untuk pertama kali.
Pesan perkenalan Daha kepada Maha inilah menjadi awal permulaan mereka mengenal satu sama lain. Sejauh ini mereka hanya saling mengenal melalui pesan singkat dikarenakan jarak tempat tinggal keduanya begitu jauh.
Assalamualaikum
Maha yah...
Perkenalkan, nama saya Daha
(Senyum pipi memerah)
Perbincangan antara keduanya memang tidak begitu intens disebabkan kesibukan keduanya yang sangat padat. Namun Daha begitu peduli kepada Maha.
Selamat pagi
Selamat kuliah, selamat beraktifitas
Semangat
(Otot)
Daha pernah menghilang tak ada kabar selama dua bulan. Menghilangnya Daha tersebut pernah membuat Maha berpikiran jika Daha ternyata tidak berkenan mengenal Maha kembali. Namun ternyata Daha kembali. Walau perbincangan mereka begitu singkat. Setidaknya Daha mengabarkan bahwa dirinya ada walau tak selalu ada.
Daha dan Maha, mereka belum pernah bertemu secara langsung. Namun Daha akan mengusahakan pertemuan itu jika moment nya tepat. Maha hanya bisa berharap kepada Sang Ilahi jika ia diperkenankan untuk bisa mengenal Daha secara nyata.
Apakah Daha akan bertemu dengan Maha secara langsung ?
Bersambung ...
Brisia Jodi - Seandainya
Maha baru saja mengenal Daha. Sekitar empat bulan belakangan ini. Awalan yang baik menurutnya.
Mengapa Maha berkenan mengenal Daha ?
Maha berkenan mengenal Daha karena keluarga Maha. Keluarga Maha tak akan rela jika keluarganya mengenal sosok pria yang salah. Sosok pria yang bernama Daha ini memiliki track record yang baik. Selain itu alasan yang membuat Maha mengubah pandangannya adalah karena Daha begitu dewasa, perhatian, dan sayang kedua orang tuanya.
Daha memiliki sikap pantang menyerah, dimana dirinya selalu bangkit saat terjatuh. Daha memiliki sikap bertanggung jawab, mengayomi, sopan dan santun kepada orang yang dituakan.
Maha memahami jika Daha saat ini begitu berhati-hati mengenal seorang wanita. Selain dikarenakan usianya telah dewasa dan pastinya untuk saat ini dirinya ingin menemukan seorang wanita yang mau diajak untuk serius hingga ke jenjang pernikahan, juga Daha tak ingin terjatuh untuk kedua kalinya.
Maha memiliki usia sembilan tahun lebih muda dari Daha. Oleh karena itu tak salah jika Daha sedikit ragu kepada Maha. Meskipun Daha juga telah sangat mengenal keluarga Maha namun pastinya Daha ingin meyakinkannya kembali. Sedangkan Maha berkeyakinan, jika memang Daha benar-benar sosok yang tepat. Mengapa tidak ? Tak ada salahnya bukan.
Perkenalan mereka berawal dari kegusaran sepupu Maha yang melihat saudaranya sudah terlalu lama sendiri dan Daha merupakan teman dari sepupu Maha. Bisa dikatakan sepupu Maha inilah yang menjadi Mak Comblang. Sepupunya tersebut menceritakan kepribadian Daha kepada Maha, selanjutnya ia menjelaskan juga kepribadian Maha kepada Daha hingga pada suatu hari Daha mencoba mengirimkan pesan kepada Maha untuk pertama kali.
Pesan perkenalan Daha kepada Maha inilah menjadi awal permulaan mereka mengenal satu sama lain. Sejauh ini mereka hanya saling mengenal melalui pesan singkat dikarenakan jarak tempat tinggal keduanya begitu jauh.
Assalamualaikum
Maha yah...
Perkenalkan, nama saya Daha
(Senyum pipi memerah)
Perbincangan antara keduanya memang tidak begitu intens disebabkan kesibukan keduanya yang sangat padat. Namun Daha begitu peduli kepada Maha.
Selamat pagi
Selamat kuliah, selamat beraktifitas
Semangat
(Otot)
Daha pernah menghilang tak ada kabar selama dua bulan. Menghilangnya Daha tersebut pernah membuat Maha berpikiran jika Daha ternyata tidak berkenan mengenal Maha kembali. Namun ternyata Daha kembali. Walau perbincangan mereka begitu singkat. Setidaknya Daha mengabarkan bahwa dirinya ada walau tak selalu ada.
Daha dan Maha, mereka belum pernah bertemu secara langsung. Namun Daha akan mengusahakan pertemuan itu jika moment nya tepat. Maha hanya bisa berharap kepada Sang Ilahi jika ia diperkenankan untuk bisa mengenal Daha secara nyata.
Apakah Daha akan bertemu dengan Maha secara langsung ?
Bersambung ...
Brisia Jodi - Seandainya
Alogami AWAAM (Bagian 4)
Sesungguhnya yang
terbawa perasaan ini siapa ? aku ataukah kamu ? Tegas Gami dalam hatinya
Gami benar-benar tak mengerti dengan Alo kawannya. Sebab Gami rasa Alo tak memiliki pendirian yang tetap.
Awal
pertemuan Alo dan Gami begitu indah. Pertama kali mereka berbincang, tanpa
disadari dua jam telah dilalui hingga selanjutnya mereka saling kagum satu sama
lain. Namun kenyamanan itu tak berlangsung lama sebab disaat mereka sudah mulai
saling mengetahui kepribadian temannya tersebut ternyata ada dua hal yang
membuat Gami menjadi illfeel. Pertama, Alo sesekali memiki kepribadian baru yang sangat berbeda saat awal bertemu dimana perbedaan itu tidak secara bertahap namun seketika langsung secara total. Gami merasa
jika saat ini Alo memiliki sudut pandang yang berbeda dimana sangat bertentangan sekali dengan sudut pandang Gami. Sedangkan Alo sangat bersikukuh bahwa sudut pandangnya benar dan memaksa Gami untuk
menyetujui sudut pandangnya tersebut. Dan … andai kalian tahu. Gami bukan tipe
perempuan yang mudah digoyahkan. Dia tetap berpegang teguh pada pendiriannya.
Sekali tidak tetap tidak. Selagi menurut Gami pendapat tersebut tidak masuk di akal. Alasan kedua adalah karena Alo tak memiliki
pendirian alias plin – plan. Mengapa Gami menyimpulkan demikian ? Pasti ada
sebabnya.
Coba saja kalian resapi
Alo susah memiliki teman perempuan yang tahan lama atau awet. Gami merupakan teman
wanita yang bisa dikatakan bertahan lama bisa berteman dengan Alo. Dengar-
dengar alasannya karena Gami tidak pernah terbawa perasaan oleh Alo yang notabennya banyak yang mengidolakannya (Kata Alo secara langsung
kepada Gami). Alo memang sosok pria yang risih jika ada teman perempuan yang
centil menggodanya.
Alo sangat peduli dengan Gami. Gami pun demikian. Teman-teman mereka banyak yang berpikiran jika Alo menyukai Gami. Namun dengan keras Gami membantah jika itu salah, sebab Alo pernah mengatakan sendiri kepada Gami secara langsung jika dia tak akan menyukai temannya sendiri. Oleh karena itu Gami merasa biasa saja jika Alo bersikap seperti itu.
Jika orang tidak memahami kebenarannya dan tidak mengonfirmasi atau menanyakan kepada mereka berdua atas sikap yang ditunjukkan Alo kepada Gami pasti mereka akan salah paham. Gami benar-benar tidak merasa baper kepada Alo. Namun terkadang tiba-tiba Gami merasa bahwa Alo lah yang baper kepadanya. Meski itu hanya firasat kecil yang terkadang muncul juga saat banyak teman-teman Gami memojokkannya.
Mengapa ??
Jikalau tak ada rasa, ketika Gami bercerita tentang teman laki-laki yang Alo tidak kenal seharusnya dirinya merespon dengan sewajarnya. Namun Alo bersikukuh ingin tahu. Selain itu saat Gami mengobrol dengan banyak temannya, tiba-tiba Alo datang dan menyingkirkan teman-teman Gami agar ia bisa duduk dan mengobrol dengan Gami tanpa menggubris jika itu adalah sikap yang salah dan tidak sopan.
Setiap Gami mencoba sejengkal saja menguji Alo mengenai hal ini dengan merespon dan peduli kepadanya lebih. Semuanya selalu berujung menjadi pertengkaran yang hebat diantara keduanya. Sebab Alo tidak bisa menempatkan diri dalam bersikap, berbicara dan menghargai Gami sebagai temannya hingga membuat Gami malu dan dicap buruk oleh temannya. Alo begitu hiperbola dalam perkataannya. Tak hanya sekali saja namun sudah dua kali dia bersikap seperti itu kepada Gami. Mungkin dia menganggap itu sebagai guyonan untuk menunjukkan rasa gembiranya di depan Gami. Namun untuk sikap yang pertama tersebut benar-benar salah dan dikaterogikan Gami fatal. Sedangkan yang kedua masih bisa dimaklumi dimana Gami mencoba membalikkan omongan tersebut hingga membuat Alo lah yang menanggung malu. Sesungguhnya tidak ada yang salah dalam hal ini. Hanya saja dari Alo maupun Gami selalu memiliki pandangan dan persepsi yang saling bertolak belakang sehingga saling salah memahami yang dimaksudkan sebenarnya dari seorang temannya tersebut. Jika Alo mengganggap itu serius, Gami menangkap sebaliknya. Jika Alo menggapan itu sekedar gurauan, Gami pun menangkap sebaliknya.
Setiap Gami mencoba sejengkal saja menguji Alo mengenai hal ini dengan merespon dan peduli kepadanya lebih. Semuanya selalu berujung menjadi pertengkaran yang hebat diantara keduanya. Sebab Alo tidak bisa menempatkan diri dalam bersikap, berbicara dan menghargai Gami sebagai temannya hingga membuat Gami malu dan dicap buruk oleh temannya. Alo begitu hiperbola dalam perkataannya. Tak hanya sekali saja namun sudah dua kali dia bersikap seperti itu kepada Gami. Mungkin dia menganggap itu sebagai guyonan untuk menunjukkan rasa gembiranya di depan Gami. Namun untuk sikap yang pertama tersebut benar-benar salah dan dikaterogikan Gami fatal. Sedangkan yang kedua masih bisa dimaklumi dimana Gami mencoba membalikkan omongan tersebut hingga membuat Alo lah yang menanggung malu. Sesungguhnya tidak ada yang salah dalam hal ini. Hanya saja dari Alo maupun Gami selalu memiliki pandangan dan persepsi yang saling bertolak belakang sehingga saling salah memahami yang dimaksudkan sebenarnya dari seorang temannya tersebut. Jika Alo mengganggap itu serius, Gami menangkap sebaliknya. Jika Alo menggapan itu sekedar gurauan, Gami pun menangkap sebaliknya.
Hingga setelah beberapa hari Gami mencoba mengartikan segalanya. Persepsi awal Gami tentang Alo pada akhirnya menjadi gugur, musnah, dan runtuh hilang seketika. Sebab setelah Gami mencoba memahami Alo semua itu menjadi terjawab dengan jelas dan rinci. Alasan Alo bersikap seperti itu kepada Gami dikarenakan Alo menemukan teman yang benar-benar dia rasa nyaman dan nyambung. Tanpa perlu menghawatirkan bahwa Gami akan baper kepadanya. Gami benar-benar tidak seperti teman- teman wanita Alo yang lain dimana setiap Alo baru saja mencoba menyapa dan berkenalan dengan mereka, mereka langsung responsif dan terbawa perasaan dengan sikap yang Alo berikan kepada mereka. Atau bisa dikatakan jika Gami telah lulus uji kebaperan dari Alo. Mulai perhatian yang wajar hingga tak wajar telah dilewati Gami dengan mulus dimana dia tak sama sekali terbawa perasaan kepada Alo. Apapun bentuk perhatian Alo kepada Gami itu hanya curahan kenyamanan sebagai teman lawan jenis yang tanpa sungkan dan dengan sangat lepas Alo bisa meluapkan secara lugas kepada Gami. Oleh karena itu Alo merasa tak perlu khawatir, merasa terbebani, dan merasa akan menimbulkan masalah pada akhirnya saat dia bersikap baik dengan Gami.
Pada intinya sebenarnya Alo hanya ingin memperoleh teman yang nyaman bagi dirinya tanpa adanya perasaan baper yang akhirnya ditimbulkan diantara mereka. Teman yang bisa memahami dirinya, mengingatkan dirinya jika dirinya melakukan kesalahan, saling bercanda satu sama lain dan masih banyak lagi tentunya.
Oleh karena itu sebagai sosok yang ingin berteman dengan Alo khususnya sebagai teman wanita dan mengharapkan bisa awet dan bertahan lama. Sebaiknya jangan terlalu terbawa perasaan kepada teman lawan jenis kalian. Bersikap sewajarnya saja. Jika memiliki perasaan kepadanya, sebagai wanita sebaiknya disimpan dalam hati terlebih dahulu. Sebab jika dari pihak pria tidak mengatakan atau menyatakan sesuatu hal yang serius. Maka jangan terbawa perasaan terlebih dahulu kepadanya.
Bersambung ...
Pada intinya sebenarnya Alo hanya ingin memperoleh teman yang nyaman bagi dirinya tanpa adanya perasaan baper yang akhirnya ditimbulkan diantara mereka. Teman yang bisa memahami dirinya, mengingatkan dirinya jika dirinya melakukan kesalahan, saling bercanda satu sama lain dan masih banyak lagi tentunya.
Oleh karena itu sebagai sosok yang ingin berteman dengan Alo khususnya sebagai teman wanita dan mengharapkan bisa awet dan bertahan lama. Sebaiknya jangan terlalu terbawa perasaan kepada teman lawan jenis kalian. Bersikap sewajarnya saja. Jika memiliki perasaan kepadanya, sebagai wanita sebaiknya disimpan dalam hati terlebih dahulu. Sebab jika dari pihak pria tidak mengatakan atau menyatakan sesuatu hal yang serius. Maka jangan terbawa perasaan terlebih dahulu kepadanya.
Bersambung ...
Kamis, 06 Desember 2018
Alogami AWAAM (Bagian 3)
Alo ...
Sepintas saja namun memiliki arti yang mendalam
Di hari yang begitu cerah meskipun seharusnya di bulan-bulan seperti ini muncul awan mendung atau sekedar gerimis atau bisa jadi hujan deras disertai petir menggelegar. Cerah yang disuguhkannya ini menambah semangat Gami untuk beraktivitas.
Berjalan kaki merupakan salah satu kegemaran Gami. Selain berolahraga, berjalan juga membuat rasa dan jiwa menjadi tentram. Sebab di perjalanan tersebut Gami bisa melihat pemandangan dan aktivitas yang terjadi di sekitarnya. Mulai dari daun dan bunga yang berguguran, penjual koran yang berusaha menjual dagangannya dan masih banyak lagi.
Setelah aktivitas yang Gami lakukan hari ini berakhir. Gami memutuskan kembali ke rumah. Namun di perjalanan ia pulang :
Pandangan dan tatapan itu kembali lagi untuk kedua kali menghampiri. Perasaan Gami semakin resah dan gundah mengguncang sanubari. Kali ini dalam situasi yang berbeda dimana Gami berjalan kaki sambil melihat pohon-pohon yang ada disekelilingnya menuju rumah, sedangkan dari arah pukul 06.00 pagi atau 11.30 siang dengan jarak sekitar 100 meter dari Gami, Alo menaiki motor dan melaju dengan kecepatan 10 km/jam menuju pintu keluar.
Dan tiba-tiba tanpa disengaja dan direncakan... benar-benar tepat di detik yang sama arah pandangan mereka berdua pun sama yaitu tertuju pada mata. Alo menatap mata Gami dari kejauhan begitupun Gami. Tepat di detik itu juga, ketika Alo mendapat respon balik yang serupa ia langsung melambaikan tangannya, membungkukkan badannya, menundukkan mukanya dan memberikan sesimpul senyuman kepada Gami sambil berlalu. Sedangkan Gami dengan refleks membalas lambaian tangan tersebut dan melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah.
Namun tiga menit kemudian :
Tak biasanya dia berani menyapaku. Apalagi melambaikan tangannya sambil tersenyum begitu. (Gumam Gami)
Pertemanan Alogami memang terkesan kompleks namun begitu unik. Sebab ketika Alo dan Gami diberikan kesempatan untuk saling mengobrol satu sama lain mereka seperti tidak ada jarak sejengkal pun hingga beberapa teman yang lain sangat iri dengan kedekatan mereka.
Namun andai dan perlu kalian tahu. Sedekat-dekatnya mereka berdua ketika mengobrol begitu berbanding terbalik sekali saat mereka berdua bertemu dan berpapasan. Sebab setiap kali mereka berdua awal bertemu dan berpapasan entah di jalan atau dimanapun, mereka saling acuh.
Nektar pernah berkata,
Pertemanan Alogami sangat dikagumi banyak orang karena mereka tanpa ada rasa sungkan berani secara langsung mengoreksi kesalahan temannya tersebut. Namun permasalahan yang begitu butuh koreksian diantara mereka malah terabaikan karena dianggap begitu sepele. Permasalahan atas alasan mereka tak saling sapa jika bertemu dan berpapasan secara langsung.
Nektar pernah berkata,
Hehehe.... lucu mereka ini. Saling ingin sapa tapi keduanya gengsi nya nggak ketulungan.
Gami pernah mengutarakan alasannya tersebut kepada Nektar. Dikatakannya bahwa sebenarnya dia ingin sekali menyapa Alo terlebih dahulu. Namun setiap kali Gami melihat respon awal Alo yang begitu acuh (wajah tak bersahabat), niat Gami untuk menyapa menjadi musnah meskipun Gami tahu jika itu merupakan tindakan yang tidak baik dan alasan yang begitu klise. Selain alasan itu, Gami juga memiliki alasan kedua yang menguatkan alasan pertamanya. Gami pernah memiliki pengalaman dimana ketika dia menyapa salah seorang teman cowok yang sebelumnya pernah basa-basi dengannya namun ketika disapa dia berpura-pura tidak mengenali Gami. Oleh karena itu, sejak saat itu Gami selalu melihat respon awal dari orang yang Gami ingin sapa terlebih dahulu.
Sedangkan dari pihak Alo saat ditanya oleh Nektar, dirinya memberikan alasan yang sangat mencengangkan. Jawaban itu sungguh diluar ekspektasi seorang Nektar.
Ya beginilah sifat dan karakterku, Tar. Mohon dimaklumi ya ... tergantung dengan suasana
hati. Moody an lebih tepatnya.
Saat Nektar menceritakan hal tersebut kepada Gami, Gami tertawa terbahak-bahak. Sebab baru kali ini dia menemukan seorang teman pria dimana menyapa seorang teman tergantung dengan suasana hati. Oleh karena alasan tersebut, sejak saat itu Gami tak pernah menyapa Alo terlebih dahulu begitupula dengan Alo.
Dia benar-benar menyapaku terlebih dahulu?
Gami merasakan gesture yang berbeda dari Alo. Meskipun sikap dan kejadian tersebut terkesan biasa saja dan memang wajar dilakukan. Namun sikap itu benar-benar tidak dibuat-buat oleh Alo dan teraplikasikan secara natural dan nyata. Gami merasa bahwa sikap yang diberikan Alo refleks dari dalam benak dan dirinya. Sebab di detik yang sama pula, tepat di belakang Alo terdapat teman Alogami bernama Putik yang juga tercengang melihat sikap Alo yang demikian. Putik berhenti sejenak saat melihat kejadian itu dan menatap Alo maupun Gami secara bergantian (Tatapan tercengang).
Mengapa, Alo ? Mengapa demikian ?
Alo berhak bersikap seperti itu kepada siapapun termasuk Gami. Sedangkan Gami tak boleh memaksakan Alo untuk tidak bersikap demikian kepadanya.
Pada dasarnya, sebelum adanya ikatan antara keduanya dimana terdapat kesepakatan tentang hal tersebut. Maka semua orang berhak bersikap seperti itu kepada siapapun tanpa terkecuali. Terikat pun tak boleh hingga erat-erat. Sebab jika begitu erat segalanya akan menimbulkan debat.
Meskipun Alo telah berkata tidak dari mulutnya. Namun tak menutup kemungkinan jika ternyata sebaliknya. Sebab perkataan dari bibir bisa saja berdusta. Sedangkan hati tidak.
Bersikap sewajarnya diiringi saling mengenal kepribadian masing-masing tak ada salahnya.
Sebab kita tidak akan ada yang tahu kedepannya.
Se bersikerasnya pun alasan yang didasarkan pada perbedaan prinsip yang ada.
Jika Sang Pencipta berkenan apa mau dikata.
Oleh karena itu biarlah mengalir apa adanya.
Berteman sebanyak-banyaknya.
Membuka pandangan seluas-luasnya.
Bersambung ...
Dudy Oris - Aku yang Jatuh Cinta
Sepintas saja namun memiliki arti yang mendalam
Di hari yang begitu cerah meskipun seharusnya di bulan-bulan seperti ini muncul awan mendung atau sekedar gerimis atau bisa jadi hujan deras disertai petir menggelegar. Cerah yang disuguhkannya ini menambah semangat Gami untuk beraktivitas.
Berjalan kaki merupakan salah satu kegemaran Gami. Selain berolahraga, berjalan juga membuat rasa dan jiwa menjadi tentram. Sebab di perjalanan tersebut Gami bisa melihat pemandangan dan aktivitas yang terjadi di sekitarnya. Mulai dari daun dan bunga yang berguguran, penjual koran yang berusaha menjual dagangannya dan masih banyak lagi.
Setelah aktivitas yang Gami lakukan hari ini berakhir. Gami memutuskan kembali ke rumah. Namun di perjalanan ia pulang :
Pandangan dan tatapan itu kembali lagi untuk kedua kali menghampiri. Perasaan Gami semakin resah dan gundah mengguncang sanubari. Kali ini dalam situasi yang berbeda dimana Gami berjalan kaki sambil melihat pohon-pohon yang ada disekelilingnya menuju rumah, sedangkan dari arah pukul 06.00 pagi atau 11.30 siang dengan jarak sekitar 100 meter dari Gami, Alo menaiki motor dan melaju dengan kecepatan 10 km/jam menuju pintu keluar.
Dan tiba-tiba tanpa disengaja dan direncakan... benar-benar tepat di detik yang sama arah pandangan mereka berdua pun sama yaitu tertuju pada mata. Alo menatap mata Gami dari kejauhan begitupun Gami. Tepat di detik itu juga, ketika Alo mendapat respon balik yang serupa ia langsung melambaikan tangannya, membungkukkan badannya, menundukkan mukanya dan memberikan sesimpul senyuman kepada Gami sambil berlalu. Sedangkan Gami dengan refleks membalas lambaian tangan tersebut dan melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah.
Namun tiga menit kemudian :
Tak biasanya dia berani menyapaku. Apalagi melambaikan tangannya sambil tersenyum begitu. (Gumam Gami)
Pertemanan Alogami memang terkesan kompleks namun begitu unik. Sebab ketika Alo dan Gami diberikan kesempatan untuk saling mengobrol satu sama lain mereka seperti tidak ada jarak sejengkal pun hingga beberapa teman yang lain sangat iri dengan kedekatan mereka.
Namun andai dan perlu kalian tahu. Sedekat-dekatnya mereka berdua ketika mengobrol begitu berbanding terbalik sekali saat mereka berdua bertemu dan berpapasan. Sebab setiap kali mereka berdua awal bertemu dan berpapasan entah di jalan atau dimanapun, mereka saling acuh.
Nektar pernah berkata,
Pertemanan Alogami sangat dikagumi banyak orang karena mereka tanpa ada rasa sungkan berani secara langsung mengoreksi kesalahan temannya tersebut. Namun permasalahan yang begitu butuh koreksian diantara mereka malah terabaikan karena dianggap begitu sepele. Permasalahan atas alasan mereka tak saling sapa jika bertemu dan berpapasan secara langsung.
Nektar pernah berkata,
Hehehe.... lucu mereka ini. Saling ingin sapa tapi keduanya gengsi nya nggak ketulungan.
Gami pernah mengutarakan alasannya tersebut kepada Nektar. Dikatakannya bahwa sebenarnya dia ingin sekali menyapa Alo terlebih dahulu. Namun setiap kali Gami melihat respon awal Alo yang begitu acuh (wajah tak bersahabat), niat Gami untuk menyapa menjadi musnah meskipun Gami tahu jika itu merupakan tindakan yang tidak baik dan alasan yang begitu klise. Selain alasan itu, Gami juga memiliki alasan kedua yang menguatkan alasan pertamanya. Gami pernah memiliki pengalaman dimana ketika dia menyapa salah seorang teman cowok yang sebelumnya pernah basa-basi dengannya namun ketika disapa dia berpura-pura tidak mengenali Gami. Oleh karena itu, sejak saat itu Gami selalu melihat respon awal dari orang yang Gami ingin sapa terlebih dahulu.
Sedangkan dari pihak Alo saat ditanya oleh Nektar, dirinya memberikan alasan yang sangat mencengangkan. Jawaban itu sungguh diluar ekspektasi seorang Nektar.
Ya beginilah sifat dan karakterku, Tar. Mohon dimaklumi ya ... tergantung dengan suasana
hati. Moody an lebih tepatnya.
Saat Nektar menceritakan hal tersebut kepada Gami, Gami tertawa terbahak-bahak. Sebab baru kali ini dia menemukan seorang teman pria dimana menyapa seorang teman tergantung dengan suasana hati. Oleh karena alasan tersebut, sejak saat itu Gami tak pernah menyapa Alo terlebih dahulu begitupula dengan Alo.
Dia benar-benar menyapaku terlebih dahulu?
Gami merasakan gesture yang berbeda dari Alo. Meskipun sikap dan kejadian tersebut terkesan biasa saja dan memang wajar dilakukan. Namun sikap itu benar-benar tidak dibuat-buat oleh Alo dan teraplikasikan secara natural dan nyata. Gami merasa bahwa sikap yang diberikan Alo refleks dari dalam benak dan dirinya. Sebab di detik yang sama pula, tepat di belakang Alo terdapat teman Alogami bernama Putik yang juga tercengang melihat sikap Alo yang demikian. Putik berhenti sejenak saat melihat kejadian itu dan menatap Alo maupun Gami secara bergantian (Tatapan tercengang).
Mengapa, Alo ? Mengapa demikian ?
Alo berhak bersikap seperti itu kepada siapapun termasuk Gami. Sedangkan Gami tak boleh memaksakan Alo untuk tidak bersikap demikian kepadanya.
Pada dasarnya, sebelum adanya ikatan antara keduanya dimana terdapat kesepakatan tentang hal tersebut. Maka semua orang berhak bersikap seperti itu kepada siapapun tanpa terkecuali. Terikat pun tak boleh hingga erat-erat. Sebab jika begitu erat segalanya akan menimbulkan debat.
Meskipun Alo telah berkata tidak dari mulutnya. Namun tak menutup kemungkinan jika ternyata sebaliknya. Sebab perkataan dari bibir bisa saja berdusta. Sedangkan hati tidak.
Bersikap sewajarnya diiringi saling mengenal kepribadian masing-masing tak ada salahnya.
Sebab kita tidak akan ada yang tahu kedepannya.
Se bersikerasnya pun alasan yang didasarkan pada perbedaan prinsip yang ada.
Jika Sang Pencipta berkenan apa mau dikata.
Oleh karena itu biarlah mengalir apa adanya.
Berteman sebanyak-banyaknya.
Membuka pandangan seluas-luasnya.
Bersambung ...
Dudy Oris - Aku yang Jatuh Cinta
Kamis, 29 November 2018
Alogami AWAAM (Bagian 2)
Setelah Gami mengkonfirmasi ke Alo semuanya terasa baik-baik saja. Tidak ada saling cek - cok dan saling adu gagasan hingga menimbulkan amarah yang terpendam namun sebuah penyesuaian dari diri masing-masing untuk saling menjaga ucapan agar tak terjadi perdebatan yang memicu pertengkaran.
Alo ... dirinya perlahan mulai berubah. Meskipun Gami rasa prinsip mereka tetap bertolak belakang namun setidaknya Alo tak memaksakan dirinya untuk seprinsip dengannya. Alo cenderung mengikuti arus yang Gami berikan. Saat ini Gami cenderung diam dan merespon ketika Alo bertanya ataupun mencoba berbincang dengannya.
Gami ... memiliki pedoman dan berpegang teguh pada pendiriannya. Benar saja Gami telah mengonfirmasikan ke Alo. Benar jika Alo mengatakan tak bermaksud lebih atas sikap yang ditujukan ke Gami tersebut dan perlu kalian tahu bahwa Gami memegang erat perkataan dan pernyataan yang diberikan Alo yang dikatakan Alo secara langsung kepadanya. Gami teramat bersyukur jika respon yang diberikan Alo demikian. Sebab memang lebih baik seperti itu untuk hubungan Alo dan Gami.
Alo ... apakah kau jujur atau berpura - pura ?
Nektar sahabat Gami sontak bergumam dan mengutarakan pendapatnya kepada sahabatnya tersebut. Nektar menegaskan kepada Gami jika Alo berbohong. Alo menyangkalnya. Alo tak ingin Gami menjauhinya jika Alo jujur padanya. Sedangkan Gami meyakinkan Nektar bahwa Alo jujur kepadanya.
Satu tahun berlalu tanpa pertengkaran kecil maupun besar
Alo dan Gami tetap menjadi teman dan sahabat yang saling mendukung satu sama lain. Alo peduli kepada Gami begitupun sebaliknya. Alo selalu berada disisi Gami. Dimana ada Gami disitu ada Alo. Sebenarnya itu wajar-wajar saja. Namun ada sesuatu hal yang membuat Gami gundah kembali.
Gami. Gami tiba-tiba teringatkan oleh pernyataan Nektar setelah pertengkaran diantara Gami dan Alo mulai terkikis untuk musnah. Sebab disaat mereka damai sikap Alo menjadi sangat peduli dengan Gami. Meskipun Gami tahu jikalau itu semata-mata bentuk kehati-hatian Alo agar pertengkaran tidak terjadi diantara mereka.
Alo... mudah-mudahan perkataan yang kau utarakan benar-benar jujur dari lubuk hatimu.
Sebab prinsip kita benar-benar bertolak belakang aku rasa.
Mengapa Gami gundah gulana ?
Pandangan tatapan. Semua gesture yang Alo suguhkan kepada Gami berbeda dari biasanya dan berbeda dari teman-teman pria yang tak ada rasa dengannya. Andai kalian tahu ketika Alo memandang Gami. Gami benar-benar seketika speechless ketika mendapat situasi tersebut. Gami tak pernah melihat padangan tulus dan teduh seperti itu sebelumnya. Pandangan tersebut mengisyaratkan sebuah permohonan agar Gami tidak lekas pergi dari pandangannya dan tetap berada disisinya. Tatapan itu benar-benar kuat dan teryakinkan. Sungguh membingungkan.
Ada apakah gerangan ?
Saat ini yang dilakukan Gami bersikap apa adanya menjadi diri sendiri tanpa ada yang ditutup- tutupi dari Alo. Seperti biasanya setiap harinya. Gami tak ingin menyakiti perasaan Alo jika memang kenyataannya Alo menyangkalnya.
Dia akan menerima tak hanya kelebihan namun juga kekurangan yang ada pada dirimu.
Dia tak akan merubahmu sebab dengan apa adanya dirimulah awal dari dia mencintaimu.
Bersambung ....
Enam Hari dalam perbintangan Sagitarius
Holiday on Thrusday
College
Lastchild - Tak Pernah Ternilai
Anji - Berhenti di Kamu
Alo ... dirinya perlahan mulai berubah. Meskipun Gami rasa prinsip mereka tetap bertolak belakang namun setidaknya Alo tak memaksakan dirinya untuk seprinsip dengannya. Alo cenderung mengikuti arus yang Gami berikan. Saat ini Gami cenderung diam dan merespon ketika Alo bertanya ataupun mencoba berbincang dengannya.
Gami ... memiliki pedoman dan berpegang teguh pada pendiriannya. Benar saja Gami telah mengonfirmasikan ke Alo. Benar jika Alo mengatakan tak bermaksud lebih atas sikap yang ditujukan ke Gami tersebut dan perlu kalian tahu bahwa Gami memegang erat perkataan dan pernyataan yang diberikan Alo yang dikatakan Alo secara langsung kepadanya. Gami teramat bersyukur jika respon yang diberikan Alo demikian. Sebab memang lebih baik seperti itu untuk hubungan Alo dan Gami.
Alo ... apakah kau jujur atau berpura - pura ?
Nektar sahabat Gami sontak bergumam dan mengutarakan pendapatnya kepada sahabatnya tersebut. Nektar menegaskan kepada Gami jika Alo berbohong. Alo menyangkalnya. Alo tak ingin Gami menjauhinya jika Alo jujur padanya. Sedangkan Gami meyakinkan Nektar bahwa Alo jujur kepadanya.
Satu tahun berlalu tanpa pertengkaran kecil maupun besar
Alo dan Gami tetap menjadi teman dan sahabat yang saling mendukung satu sama lain. Alo peduli kepada Gami begitupun sebaliknya. Alo selalu berada disisi Gami. Dimana ada Gami disitu ada Alo. Sebenarnya itu wajar-wajar saja. Namun ada sesuatu hal yang membuat Gami gundah kembali.
Gami. Gami tiba-tiba teringatkan oleh pernyataan Nektar setelah pertengkaran diantara Gami dan Alo mulai terkikis untuk musnah. Sebab disaat mereka damai sikap Alo menjadi sangat peduli dengan Gami. Meskipun Gami tahu jikalau itu semata-mata bentuk kehati-hatian Alo agar pertengkaran tidak terjadi diantara mereka.
Alo... mudah-mudahan perkataan yang kau utarakan benar-benar jujur dari lubuk hatimu.
Sebab prinsip kita benar-benar bertolak belakang aku rasa.
Mengapa Gami gundah gulana ?
Pandangan tatapan. Semua gesture yang Alo suguhkan kepada Gami berbeda dari biasanya dan berbeda dari teman-teman pria yang tak ada rasa dengannya. Andai kalian tahu ketika Alo memandang Gami. Gami benar-benar seketika speechless ketika mendapat situasi tersebut. Gami tak pernah melihat padangan tulus dan teduh seperti itu sebelumnya. Pandangan tersebut mengisyaratkan sebuah permohonan agar Gami tidak lekas pergi dari pandangannya dan tetap berada disisinya. Tatapan itu benar-benar kuat dan teryakinkan. Sungguh membingungkan.
Ada apakah gerangan ?
Saat ini yang dilakukan Gami bersikap apa adanya menjadi diri sendiri tanpa ada yang ditutup- tutupi dari Alo. Seperti biasanya setiap harinya. Gami tak ingin menyakiti perasaan Alo jika memang kenyataannya Alo menyangkalnya.
Dia akan menerima tak hanya kelebihan namun juga kekurangan yang ada pada dirimu.
Dia tak akan merubahmu sebab dengan apa adanya dirimulah awal dari dia mencintaimu.
Bersambung ....
Enam Hari dalam perbintangan Sagitarius
Holiday on Thrusday
College
Lastchild - Tak Pernah Ternilai
Anji - Berhenti di Kamu
Senin, 26 November 2018
KuRa (Kutub Aurora)
Dataran ini penuh dengan rerumputan dan bunga beraneka ragam dimana aroma dari setiap bunga yang disuguhkan membuat semua orang yang melihatnya dan merasakannya menjadi ikut terjebak dalam kehangatan dan kebahagiannya yang mereka suguhkan. Namun itu dulu, sebelum salju menyelimuti dataran yang dirasa akan selamanya ditumbuhi rerumputan dan bunga yang menikam lubuk hati.
Dataran ini berubah dan menjadi kutub. Kutub yang beku dimana dikelilingi salju sejauh mata memandang. Salju ini begitu tebal hingga tak ingin membukakan kesempatan kembali kepada rerumputan, bunga ataupun yang lain untuk tumbuh kembali. Kutub ini berada semakin jauh dari peradaban dimana merasa bahwa dirinya tetap bisa bertahan dalam kedinginan walau hampir tidak ada yang menemaninya selain salju dan angkasa raya.
Kutub yang teramat datar dengan hamparan putih di penjuru sisi sebenarnya menyimpan suatu rahasia yang menakjubkan dimana hanya dimiliki olehnya hingga seluruh dunia terpana. Seluruhnya, benar - benar seluruhnya mengatakan dan menyatakan bahwa rahasianya tersebut sangat indah jika kita dapat mengenalnya.
Aurora kalian bisa memanggilnya. Tak hanya namanya saja yang indah namun paras dan kepribadiannya begitu memikat. Kilauan cahayanya mampu membuat kutub menjadi pribadi yang diindamkan-idamkan seluruh penjuru dunia tanpa adanya setitik noda.
Meski Aurora hanya terlihat di tengah malam dan memudar saat fajar tiba. Namun pesonanya tetap saja menghujam jiwa. Cakrawala sunggguh terkesan dengan senyuman berlenseung pita yang bercahaya di dalam dirinya. Meski sesekali dirinya mengabarkan bahwa dirinya hadir lalu menghilang.
Cakrawala ingin bertemu dengannya lebih lama. Tak hanya dibulan September - Oktober saja. Bukan hanya bertatapkan lewat kaca nan bercahaya yang hanya terkesan menghibur semata. Namun benar - benar secara nyata dari mata ke mata. Meski perlu tenaga yang luar biasa untuk kutub mengizinkannya dan membukakan pintu hatinya. Namun cakrawala senantiasa berdoa.
Cakrawala menunggu moment itu. Moment yang dapat membuatnya yakin bahwa inilah kuasa Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan seluruh alam. Walau sekedar tiba hanya untuk berkenalan atau lebih dari yang diharapkan.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dia pernah terluka
Dia pernah bahagia
Dia pernah berjanji setia
Kepadanya
Dia saat ini berhati baja
Dia saat ini mengekang rasa
Dia saat ini mendatarkan kata
Pada setiap wanita
Dia sangat dewasa
Dia pandai berbahasa daerah
Dia berbakti kepada kedua orang tua
Katanya
Dia yang membuka pintu
Dia yang menyapa tanpa ragu
Dia yang memberikan kesempatan baru
Kepadaku
Dia peduli selalu
Dia bercanda disela waktu
Dia berjanji kan bertemu
Denganku
Dia terkadang hadir
Diaterkadang melipir
Dia terkadang mencoba
Dia terkadang menerka
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Jodie - Seandainya
Dataran ini berubah dan menjadi kutub. Kutub yang beku dimana dikelilingi salju sejauh mata memandang. Salju ini begitu tebal hingga tak ingin membukakan kesempatan kembali kepada rerumputan, bunga ataupun yang lain untuk tumbuh kembali. Kutub ini berada semakin jauh dari peradaban dimana merasa bahwa dirinya tetap bisa bertahan dalam kedinginan walau hampir tidak ada yang menemaninya selain salju dan angkasa raya.
Kutub yang teramat datar dengan hamparan putih di penjuru sisi sebenarnya menyimpan suatu rahasia yang menakjubkan dimana hanya dimiliki olehnya hingga seluruh dunia terpana. Seluruhnya, benar - benar seluruhnya mengatakan dan menyatakan bahwa rahasianya tersebut sangat indah jika kita dapat mengenalnya.
Aurora kalian bisa memanggilnya. Tak hanya namanya saja yang indah namun paras dan kepribadiannya begitu memikat. Kilauan cahayanya mampu membuat kutub menjadi pribadi yang diindamkan-idamkan seluruh penjuru dunia tanpa adanya setitik noda.
Meski Aurora hanya terlihat di tengah malam dan memudar saat fajar tiba. Namun pesonanya tetap saja menghujam jiwa. Cakrawala sunggguh terkesan dengan senyuman berlenseung pita yang bercahaya di dalam dirinya. Meski sesekali dirinya mengabarkan bahwa dirinya hadir lalu menghilang.
Cakrawala ingin bertemu dengannya lebih lama. Tak hanya dibulan September - Oktober saja. Bukan hanya bertatapkan lewat kaca nan bercahaya yang hanya terkesan menghibur semata. Namun benar - benar secara nyata dari mata ke mata. Meski perlu tenaga yang luar biasa untuk kutub mengizinkannya dan membukakan pintu hatinya. Namun cakrawala senantiasa berdoa.
Cakrawala menunggu moment itu. Moment yang dapat membuatnya yakin bahwa inilah kuasa Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan seluruh alam. Walau sekedar tiba hanya untuk berkenalan atau lebih dari yang diharapkan.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dia pernah terluka
Dia pernah bahagia
Dia pernah berjanji setia
Kepadanya
Dia saat ini berhati baja
Dia saat ini mengekang rasa
Dia saat ini mendatarkan kata
Pada setiap wanita
Dia sangat dewasa
Dia pandai berbahasa daerah
Dia berbakti kepada kedua orang tua
Katanya
Dia yang membuka pintu
Dia yang menyapa tanpa ragu
Dia yang memberikan kesempatan baru
Kepadaku
Dia peduli selalu
Dia bercanda disela waktu
Dia berjanji kan bertemu
Denganku
Dia terkadang hadir
Diaterkadang melipir
Dia terkadang mencoba
Dia terkadang menerka
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Jodie - Seandainya
Senin, 12 November 2018
BIS (Bintang Semesta)
Apakah disana baik - baik saja ?
Siapakah bintang ini wahai semesta
Seluruh alam saling berjabat tangan tepat di depan mata
Mengiyakan menganggukan bahwa dia sungguh luar biasa
Siapakah bintang ini wahai semesta
Sesekali dia hadir lalu pergi dari singgahsana
Kemudian kembali dengan wajah merona
Siapakah bintang ini wahai semesta
Apakah dia kan jatuh dalam pangkuan nyata
Atau hanya berbinar setiap malam tiba
Jelaskan pada ku, Semesta
Apakah dia serius atau berpura - pura
Sebab ku belum pernah berbincang dengannya
Walau diri ini mengerti
Dia berada disana sedangkan diri ini disini
Namun setiap malam ku berdoa pada sang Ilahi
Dia tlah berjanji kan jatuh nanti
Meski belum tentu kan jatuh hati
Ku tetap mencoba untuk memahami
Berikan ku kesempatan, Semesta
Berilah diri ini waktu menatap binarnya
Bercanda semalaman tepat disampingnya
Dengan begitu ku dapat menyimpulkan
Apakah sosok bintang ini jawaban dari doa yang selalu kupanjatkan
Dan dialah sosok yang diharapkan seluruh alam menjadi kenyataan
Begitu pula dirinya, Semesta
Apakah dia akan bertahan
Atau pergi kembali tanpa berpamitan
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Wahai bintang ...
Sebaik - baiknya pandangan, pendengaran, perabaan khalayak tentang dirimu.
Tak akan lengkap tanpa adanya pengenalan, perbincangan, disertai bertatapan secara nyata olehmu.
Jikalau memang dirimu kan jatuh pada pangkuan semesta.
Yang senantiasa berdoa agar harapan seluruh alam terlaksana perkasa.
Mengizinkan semesta tuk memahami segala yang ada pada dirimu terbaca.
Semoga dapat saling berbahagia selamanya.
Baik itu berproses ke tahap selanjutnya atau kembali ke permulaan pada akhirnya.
Bersambung...
Siapakah bintang ini wahai semesta
Seluruh alam saling berjabat tangan tepat di depan mata
Mengiyakan menganggukan bahwa dia sungguh luar biasa
Siapakah bintang ini wahai semesta
Sesekali dia hadir lalu pergi dari singgahsana
Kemudian kembali dengan wajah merona
Siapakah bintang ini wahai semesta
Apakah dia kan jatuh dalam pangkuan nyata
Atau hanya berbinar setiap malam tiba
Jelaskan pada ku, Semesta
Apakah dia serius atau berpura - pura
Sebab ku belum pernah berbincang dengannya
Walau diri ini mengerti
Dia berada disana sedangkan diri ini disini
Namun setiap malam ku berdoa pada sang Ilahi
Dia tlah berjanji kan jatuh nanti
Meski belum tentu kan jatuh hati
Ku tetap mencoba untuk memahami
Berikan ku kesempatan, Semesta
Berilah diri ini waktu menatap binarnya
Bercanda semalaman tepat disampingnya
Dengan begitu ku dapat menyimpulkan
Apakah sosok bintang ini jawaban dari doa yang selalu kupanjatkan
Dan dialah sosok yang diharapkan seluruh alam menjadi kenyataan
Begitu pula dirinya, Semesta
Apakah dia akan bertahan
Atau pergi kembali tanpa berpamitan
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Wahai bintang ...
Sebaik - baiknya pandangan, pendengaran, perabaan khalayak tentang dirimu.
Tak akan lengkap tanpa adanya pengenalan, perbincangan, disertai bertatapan secara nyata olehmu.
Jikalau memang dirimu kan jatuh pada pangkuan semesta.
Yang senantiasa berdoa agar harapan seluruh alam terlaksana perkasa.
Mengizinkan semesta tuk memahami segala yang ada pada dirimu terbaca.
Semoga dapat saling berbahagia selamanya.
Baik itu berproses ke tahap selanjutnya atau kembali ke permulaan pada akhirnya.
Bersambung...
Senin, 16 Juli 2018
Pembaca Semesta (PS) #1 - Fajar Memang Terlalu Dini Untuk Mengenal Senja
Fajar memang terlalu dini untuk mengenal senja. Dan itu sudah menjadi suatu perjalanan dari seorang fajar untuk dapat mengenali seorang senja. Dimulai dari dini hari saat fajar itu hadir lalu untuk pertama kalinya memahami adanya pagi hari dilanjut siang hari sore hari lalu senja. Tak mudah untuk dapat melewati fase tersebut. Terkadang timbul cuaca kemarau, berawan, gerimis, hujan saja, atau hujan disertai gemuruh.
Mereka serupa tapi tak sama sebab mereka berdua satu rusuk. Iya satu rusuk. Fajar adalah senja. Begitu pula senja adalah fajar. Mereka tak dapat dipisahkan dan terpisahkan jika telah bertemu dipenghujung hari. Andai kalian tahu. Filosofi yang begitu sederhana namun begitu dalam jika dipahami maupun diresapi. Suatu fenomena alam yang terjadi setiap hari di bumi pertiwi.
Fajar Senja atau dapat disingkat Fase sangatlah luar biasa. Fase dapat diartikan sebagai tahapan ataupun suatu proses. Tepat ... Fajar maupun senja juga mengalami hal demikian tanpa disadari ataupun disengaja. Walaupun waktu untuk melakukannya cukup dalam hitungan jam. Namun dalam setiap detik dan menit tersebut terdapat arti atau makna yang sekilas dan sepintas terkesan natural.
Fase ... Aku mengagumimu. Terlepas itu arti kata dari Fase itu sendiri maupun dari singkatan kalian berdua. Seluruhnya terasa sama. Proses itu, tahapan itu sangat menakjubkan dan mengagungkan. Sungguh kuasa Sang Pencipta Alam Semesta ini tak ada tandingannya untuk memberikan suatu ilmu dan pengetahuan bagi makhluknya yang diwajibkan untuk berpikir dan selalu membaca makna dibalik semuanya.
Semua hal yang terjadi bak sebuah puisi maupun sajak yang harus kita baca sesuai perintah-Nya. Satu demi satu walau perlahan namun pasti. Inilah yang nyata dan benar-benar senantiasa terulang agar diri ini tak lupa juga selalu mengingatnya. Tak ada kata yang dapat terucap selain terima kasih tiada henti dan batas untuk selalu bersyukur dengan adanya "kode" dan "ketukan hati" secara kontinue.
Siapapun Fajar itu. Siapapun Senja itu, kelak. Jadilah seperti mereka berdua. Tak ada salahnya jika dapat mengambil pelajaran dari alam yang senantiasa ada dan menemani hari-hari kita. Semoga ...
Mereka serupa tapi tak sama sebab mereka berdua satu rusuk. Iya satu rusuk. Fajar adalah senja. Begitu pula senja adalah fajar. Mereka tak dapat dipisahkan dan terpisahkan jika telah bertemu dipenghujung hari. Andai kalian tahu. Filosofi yang begitu sederhana namun begitu dalam jika dipahami maupun diresapi. Suatu fenomena alam yang terjadi setiap hari di bumi pertiwi.
Fajar Senja atau dapat disingkat Fase sangatlah luar biasa. Fase dapat diartikan sebagai tahapan ataupun suatu proses. Tepat ... Fajar maupun senja juga mengalami hal demikian tanpa disadari ataupun disengaja. Walaupun waktu untuk melakukannya cukup dalam hitungan jam. Namun dalam setiap detik dan menit tersebut terdapat arti atau makna yang sekilas dan sepintas terkesan natural.
Fase ... Aku mengagumimu. Terlepas itu arti kata dari Fase itu sendiri maupun dari singkatan kalian berdua. Seluruhnya terasa sama. Proses itu, tahapan itu sangat menakjubkan dan mengagungkan. Sungguh kuasa Sang Pencipta Alam Semesta ini tak ada tandingannya untuk memberikan suatu ilmu dan pengetahuan bagi makhluknya yang diwajibkan untuk berpikir dan selalu membaca makna dibalik semuanya.
Semua hal yang terjadi bak sebuah puisi maupun sajak yang harus kita baca sesuai perintah-Nya. Satu demi satu walau perlahan namun pasti. Inilah yang nyata dan benar-benar senantiasa terulang agar diri ini tak lupa juga selalu mengingatnya. Tak ada kata yang dapat terucap selain terima kasih tiada henti dan batas untuk selalu bersyukur dengan adanya "kode" dan "ketukan hati" secara kontinue.
Siapapun Fajar itu. Siapapun Senja itu, kelak. Jadilah seperti mereka berdua. Tak ada salahnya jika dapat mengambil pelajaran dari alam yang senantiasa ada dan menemani hari-hari kita. Semoga ...
Jumat, 08 Juni 2018
PEKA (Pengagum Karya)
Karya. Karya seperti apa ? Karya seni ? Karya sastra ? ataukah Karya ilmiah ? Dari ketiga itu yangmana yang spesifik ? Yap, Karya sastra. Sastra fiksi atau non fiksi ? Yap, Satra fiksi. Prosa, puisi, ataukah drama ? Hmm ....
Karya sastra fiksi yaitu puisi atau berupa sajak. Lima tahun belakangan ini aku tertarik dengan karya sastra yang satu ini. Entah mengapa bisa dikatakan cinta. Setelah ada salah satu sebab dimana aku harus mempelajarinya agar aku bisa mengartikan dan mendapat jawaban sebuah teka-teki. Sastra puisi atau sajak yang pertama kali aku pelajari dan membacanya adalah karya Eyang Sapardi Djoko Damono yang berjudul Melipat Jarak. Tak tahu mengapa, setelah membaca salah satu karya beliau tersebut kemudian aku berusaha mencari dan membaca karya-karyanya yang lain seperti Trilogi Hujan Bulan Juni, Pingkan Melipat Jarak, dan yang baru pada Maret 2018 keluarlah novel yang menjadi akhir atau pungkasan dari Trilogi Hujan Bulan Juni yaitu Yang Fana Adalah Waktu beserta Sajak- Sajak untuk Pingkan.
Maret 2018. Benar. Di bulan dan tahun tersebut novel trilogi Hujan Bulan Juni yang berjudul Yang Fana adalah Waktu tersebar di seluruh toko buku di Indonesia. Trilogi Hujan Bulan Juni dimulai dari novel pertama hingga ketiga semuanya sangat menyentuh dan mengena dalam diriku. Akibat dari itu, sejak bulan Maret tersebut seringkali aku membuat sebuah sajak yangmana aku tuangkan dalam salah satu media sosial. Pertama, kedua, ketiga dan seterusnya semuanya baik-baik saja. Namun yang aku tahu sejak awal pembuatan sajak tersebut, terdapat seorang yang selalu baik menunjukan apresiasinya terhadap karyaku dengan cara memberikan sebuah (jempol/sip). Aku berpikiran jika apa yang masing-masing kita rasakan pada saat itu sama-sama seirama dan sentantiasa sedang dalam tahap atau fase tersebut. Dia, sebut saja seseorang tersebut Gica. Selain sajak, seringkali aku membuat "posting"an hanya berupa satu kata saja. Tak kusangka ... satu kata yang aku buat yangmana aku rasa tak ada arti kiasan yang berarti tetap saja diapreasiasi olehnya. Perasaan seirama itu semakin kuat lagi.
Gica adalah sosok kawan, pembimbing yang baik bagiku. Aku tahu Gica sudah terlampau lama. Sekitar sembilan tahun aku satu sekolah dengannya. Tetapi ... aku hanya tahu, benar-benar sekedar tahu dengan hanya mengenali wajahnya namun tak sedikitpun mengenalnya. Walaupun itu hanya sekedar tersenyum, aku pun tak pernah melakukannya.
Beberapa bulan ini, belum mencapai satu tahun aku diperkenankan untuk mengenal Gica. Awalnya sempat minder, karena Gica adalah seseorang yang bisa dikatakan famous dan disegani siapapun selama ini. Namun terlepas dari itu ternyata Gica adalah sosok yang rendah hati, ceria, peduli, dan sangat ramah kepada orang lain hingga membuat diri ini memahami alasan mengapa dalam hitungan hari diri ini sudah cukup memahami karakter yang dimiliki oleh Gica.
Terima kasih sekali aku ucapkan untuk Gica atas apreasinya sejauh ini. Semoga sajak yang aku buat dapat membuat orang lain menyukainya pula. Selain itu akan menambah semangatku untuk berkreasi lagi. Terima kasih sekali lagi.
Karya sastra fiksi yaitu puisi atau berupa sajak. Lima tahun belakangan ini aku tertarik dengan karya sastra yang satu ini. Entah mengapa bisa dikatakan cinta. Setelah ada salah satu sebab dimana aku harus mempelajarinya agar aku bisa mengartikan dan mendapat jawaban sebuah teka-teki. Sastra puisi atau sajak yang pertama kali aku pelajari dan membacanya adalah karya Eyang Sapardi Djoko Damono yang berjudul Melipat Jarak. Tak tahu mengapa, setelah membaca salah satu karya beliau tersebut kemudian aku berusaha mencari dan membaca karya-karyanya yang lain seperti Trilogi Hujan Bulan Juni, Pingkan Melipat Jarak, dan yang baru pada Maret 2018 keluarlah novel yang menjadi akhir atau pungkasan dari Trilogi Hujan Bulan Juni yaitu Yang Fana Adalah Waktu beserta Sajak- Sajak untuk Pingkan.
Maret 2018. Benar. Di bulan dan tahun tersebut novel trilogi Hujan Bulan Juni yang berjudul Yang Fana adalah Waktu tersebar di seluruh toko buku di Indonesia. Trilogi Hujan Bulan Juni dimulai dari novel pertama hingga ketiga semuanya sangat menyentuh dan mengena dalam diriku. Akibat dari itu, sejak bulan Maret tersebut seringkali aku membuat sebuah sajak yangmana aku tuangkan dalam salah satu media sosial. Pertama, kedua, ketiga dan seterusnya semuanya baik-baik saja. Namun yang aku tahu sejak awal pembuatan sajak tersebut, terdapat seorang yang selalu baik menunjukan apresiasinya terhadap karyaku dengan cara memberikan sebuah (jempol/sip). Aku berpikiran jika apa yang masing-masing kita rasakan pada saat itu sama-sama seirama dan sentantiasa sedang dalam tahap atau fase tersebut. Dia, sebut saja seseorang tersebut Gica. Selain sajak, seringkali aku membuat "posting"an hanya berupa satu kata saja. Tak kusangka ... satu kata yang aku buat yangmana aku rasa tak ada arti kiasan yang berarti tetap saja diapreasiasi olehnya. Perasaan seirama itu semakin kuat lagi.
Gica adalah sosok kawan, pembimbing yang baik bagiku. Aku tahu Gica sudah terlampau lama. Sekitar sembilan tahun aku satu sekolah dengannya. Tetapi ... aku hanya tahu, benar-benar sekedar tahu dengan hanya mengenali wajahnya namun tak sedikitpun mengenalnya. Walaupun itu hanya sekedar tersenyum, aku pun tak pernah melakukannya.
Beberapa bulan ini, belum mencapai satu tahun aku diperkenankan untuk mengenal Gica. Awalnya sempat minder, karena Gica adalah seseorang yang bisa dikatakan famous dan disegani siapapun selama ini. Namun terlepas dari itu ternyata Gica adalah sosok yang rendah hati, ceria, peduli, dan sangat ramah kepada orang lain hingga membuat diri ini memahami alasan mengapa dalam hitungan hari diri ini sudah cukup memahami karakter yang dimiliki oleh Gica.
Terima kasih sekali aku ucapkan untuk Gica atas apreasinya sejauh ini. Semoga sajak yang aku buat dapat membuat orang lain menyukainya pula. Selain itu akan menambah semangatku untuk berkreasi lagi. Terima kasih sekali lagi.
Rabu, 06 Juni 2018
Sahabat Kecilku D' San
Lima Belas Tahun ... Memang
kenyataan selama itu. Dulu kita masih belia dan sekarang telah menginjak
dewasa. Sosok sahabat di masa kecil yang begitu lembut, sopan, dan patuh kepada
orang tua. Sosok yang dahulu intens dalam bertemu, bermain bersama baik itu di
rumahku atau pun di rumahnya. Seketika menghilang setelah ku dikabarkan jika
dia tidak akan tinggal di kota Ledre ini lagi dan akan pindah ke kota Seribu
Taman. Sungguh pada saat itu aku merasa kehilangan sekali dan semenjak itu sama
sekali tak ada kabar darinya yang ditujukan untukku. Kemungkinan dikarenakan
kita masih belia dan belum mengerti apa-apa. Sehingga sosok itu selama ini dan
hingga saat ini seperti meteor jatuh yang hanya sekejap saja hadir lalu menghilang dari bumi. Hingga rasanya seperti mimpi, apakah kejadian itu benar-benar ada di waktu itu dimana setiap detik, menit, jam, dan hari nya begitu samar untuk diingat kembali. Selama lima belas tahun ini kami
begitu fokus dengan kesibukan kami masing - masing untuk menuntut ilmu.
Hubungan orang tua kami pun juga terputus karena di masa itu belum ada yang
namanya telepon genggam. Sungguh ... sudah begitu lama ku tak bisa berjumpa
dengan sahabat kecilku ini. Benar - benar tepat lima belas tahun yang lalu.
Sontak kehadirannya dulu yang begitu berarti menghilang tanpa jejak seperti seekor pinguin yang
awalnya menetap lalu berhibernasi ke tempat lain untuk jangka waktu yang
sangat lama dan sejauh ini tak kembali. Nama panggilan ataupun sapaannya kepadakupun aku lupa.
Sahabat kecilku
Masihkah kau ingat aku
Saat kau lantunkan
Segala cita dan tujuan mulia
Tak ada satupun masa
Seindah saat kita bersama
Bermain-main hingga lupa waktu
Mungkinkah kita kan mengulangnya...
Tiada...Tiada lagi tawamu
Yang slalu menemani segala
Sedihku...
Tiada...Tiada lagi candamu
Yang slalu menghibur disaat
Ku lara...
Bila malam tiba
Ku slalu mohonkan doa
Menjaga jiwamu
Hingga suatu masa bertemu lagi
Sahabat kecilku
Masihkah kau ingat aku...
Hari ini ... tak ada dentuman
tak ada deringan setelah lima belas tahun berlalu, tiba - tiba orang tuaku
mengirimkanku sebuah foto seseorang bertubuh jenjang tersenyum menatap kamera
dengan kacamata yang tersemat pada kedua matanya. Aku sempat tak mengenali
sosok tersebut. Tapi setelah beberapa saat kucermati ternyata dialah sahabat
kecilku. Sungguh pada saat itu spontan ku terkejut dan tak bisa berkata
apa-apa. Ternyata berkat teknologi yang saat ini semakin maju, silaturahmi
antara kedua orang tua kami terjalin kembali. Benar-benar tak disangka dan
sekalipun tak pernah terbersit dalam benakku. Sahabatku saat ini telah dewasa,
begitu pula diriku. Dia sekarang berkuliah di salah satu Universitas di bagian
tertimur pulau Jawa yang terkenal akan Suwar - suwir nya dan tahun ini akan
menginjak semester akhir.
Aku masih belum mengerti, apa
arti dibalik semua ini. Setelah sekian lama tak berjumpa, tiba-tiba sahabat
kecilku ini hadir kembali. Meskipun hingga saat ini belum ada respon dari
pribadinya sendiri. Apakah dirinya masih mengingat ku ? atau hanya sekedar
mengenal ku ? Akupun tak tahu. Yang pasti untuk saat ini, aku hanya ingin
menjalin silaturahmi kami kembali. Meskipun aku rasa pasti untuk mengawalinya
akan ada rasa canggung, karena kita telah lama tidak saling berhubungan satu
sama lain. Karakter belia yang terdahulu pasti akan berubah dengan adanya
adaptasi lingkungan yang saat ini menjadi karakter dewasa.
Harapan dari ku untuk
sahabat keciku :
Semoga menjadi pribadi
yang menjadi panutan
Semoga diberikan
kesehatan jasmani rohani dimanapun berada
Semoga diberikan
kesuksesan
Dan segala yang ingin
dicapai dapat terealisasikan
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - - - - -
Sahabat Kecilku - Gita Gutawa
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - - - - -
Kau jauh melangkah
Melewati batas waktu
Menjauh dariku
Akankah kita berjumpa kembali
Sahabat kecilku
Masihkah kau ingat aku
Saat kau lantunkan
Segala cita dan tujuan mulia
Tak ada satupun masa
Seindah saat kita bersama
Bermain-main hingga lupa waktu
Mungkinkah kita kan mengulangnya...
Tiada...Tiada lagi tawamu
Yang slalu menemani segala
Sedihku...
Tiada...Tiada lagi candamu
Yang slalu menghibur disaat
Ku lara...
Bila malam tiba
Ku slalu mohonkan doa
Menjaga jiwamu
Hingga suatu masa bertemu lagi
Sahabat kecilku
Masihkah kau ingat aku...
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Foto : 1,6,2018
Mim : 06-07,6,2018
Mim : 06-07,6,2018
Senin, 28 Mei 2018
Ku mengerti, mengapa ada dirimu Taraxacum officinale ?
Seketika saat ini ku hanya ingin meniup seluruh bagian Taraxacum officinale . Tak hanya yang telah mengering berwarna putih saja seperti biasanya dengan mengikuti semilir angin yang sedang hinggap di raut ini. Aku ingin meniupnya ke seluruh penjuru mata angin. Perlahan tapi pasti. Hanya itu. Iya, hanya itu yang kuinginkan saat ini. Aku hanya ingin mengetahui sambutan dari benih khas yang menyerupai payung terjun berbulu. Apakah salah satu diantara mereka ada yang tetap berada pada batang halus berongga atau kah sebaliknya ? Setelah sekian lama mereka bertumbuh kembang disana, dari balita "kuntum kuning cerah" hingga lanjut usia "benih putih". Memang indah panorama disekitar sana dan tentunya suasana yang baru akan menggugah semangat baru.
Setidaknya diri ini telah mengerti dan mencoba memahami. Baik batang halus berongga maupun benih putih mereka sama-sama memiliki persepsi dan pilihan. Apakah diri ini
menjadi batang halus berongga atau benih putih ? Bukan ... bukan itu yang diri ini inginkan. Akar ? Daun ? Akar maupun daun ? Keduanya ? Silakan ... atas dasar apa ? Kekerabatan antara akar, daun, dan batang jauh lebih erat dibandingkan dengan benih putih. Mengapa ? Ya begitulah ...
Menginzinkanmu untuk jujur dengan memilih apa yang sesuai dengan bisikan yang ada didasar dan lubuk hati. Bebaslah ... karena ku tak akan mencegahmu. Sungguh ... tak akan. Sebab ku telah mengerti jawaban dari apa yang telah aku lakukan dengan meniup seluruh bagian Taraxacum officinale. Sejenak ... namun terasa begitu lapang dan tanpa ada beban.
Terima kasih Taraxacum officinale . Engkau telah memberikan jawaban dari apa yang seringkali terbersit dalam benakku. Tepat ... benar-benar tepat. Saat ini ku hanya ingin menjadi mahkota bunga yang akan membisikan kuncup untuk mekar saat musim semi datang membawa berita aktual yang ku tunggu-tunggu sejak lama.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sejenak saja. Ya, sejenak saja. Dan dalam sejenak itu mendadak semuanya menjadi ada, terasa ada, menjadi benar-benar ada. Ada aku, ada engkau. Ada ? Benar-benar ada tanpa harus bertemu.
Kutipan - Novel Yang Fana adalah Waktu (Trilogi Hujan Bulan Juni)
Pengarang : Sapardi Djoko Damono
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sejenak kupejamkan kedua mata
Ku hanya ingin memahami setiap helaan napas ini
Yang selalu seirama dengan maksud hati
Meskipun sesekali sekilas bayangan hadir lalu pergi
Namun keyakinan diri ini selalu kembali
Atas apa yang telah tercurahkan dalam sanubari
Itulah alasan
Mengapa helaan napas,
Selalu menjadi benih
Dari merekahnya mahkota bunga
Di ujung hari
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Selaksa goresan tinta yang kali ini selalu nampak pada secarik kertas
Dimana setiap lekukkannya memiliki filosofi plural
Apakah hanya atau bermakna ?
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Laksana mentari yang seolah acap kali menyertai dikala diri ini melanglang kesana kemari
Namun nyatanya justru bersemanyam dibalik awan pagi
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
VA - Terbenar
Setidaknya diri ini telah mengerti dan mencoba memahami. Baik batang halus berongga maupun benih putih mereka sama-sama memiliki persepsi dan pilihan. Apakah diri ini
menjadi batang halus berongga atau benih putih ? Bukan ... bukan itu yang diri ini inginkan. Akar ? Daun ? Akar maupun daun ? Keduanya ? Silakan ... atas dasar apa ? Kekerabatan antara akar, daun, dan batang jauh lebih erat dibandingkan dengan benih putih. Mengapa ? Ya begitulah ...
Menginzinkanmu untuk jujur dengan memilih apa yang sesuai dengan bisikan yang ada didasar dan lubuk hati. Bebaslah ... karena ku tak akan mencegahmu. Sungguh ... tak akan. Sebab ku telah mengerti jawaban dari apa yang telah aku lakukan dengan meniup seluruh bagian Taraxacum officinale. Sejenak ... namun terasa begitu lapang dan tanpa ada beban.
Terima kasih Taraxacum officinale . Engkau telah memberikan jawaban dari apa yang seringkali terbersit dalam benakku. Tepat ... benar-benar tepat. Saat ini ku hanya ingin menjadi mahkota bunga yang akan membisikan kuncup untuk mekar saat musim semi datang membawa berita aktual yang ku tunggu-tunggu sejak lama.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sejenak saja. Ya, sejenak saja. Dan dalam sejenak itu mendadak semuanya menjadi ada, terasa ada, menjadi benar-benar ada. Ada aku, ada engkau. Ada ? Benar-benar ada tanpa harus bertemu.
Kutipan - Novel Yang Fana adalah Waktu (Trilogi Hujan Bulan Juni)
Pengarang : Sapardi Djoko Damono
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sejenak kupejamkan kedua mata
Ku hanya ingin memahami setiap helaan napas ini
Yang selalu seirama dengan maksud hati
Meskipun sesekali sekilas bayangan hadir lalu pergi
Namun keyakinan diri ini selalu kembali
Atas apa yang telah tercurahkan dalam sanubari
Itulah alasan
Mengapa helaan napas,
Selalu menjadi benih
Dari merekahnya mahkota bunga
Di ujung hari
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Selaksa goresan tinta yang kali ini selalu nampak pada secarik kertas
Dimana setiap lekukkannya memiliki filosofi plural
Apakah hanya atau bermakna ?
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Laksana mentari yang seolah acap kali menyertai dikala diri ini melanglang kesana kemari
Namun nyatanya justru bersemanyam dibalik awan pagi
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
VA - Terbenar
Langganan:
Komentar (Atom)